O1 :: es krim

85 9 1
                                        

"ANJIIRRR"

Seongok manusia—yang diketahui bernama Chen—melotot melihat benda berbentuk pipih di tangan kanannya.

"Wah kudu gercep nih gue sebelum habis tuh es krim"

Dengan gerakan secepat flash , Chen mengambil jaket hitamnya dan juga beberapa lembar uang yang sudah ia tabung dari lama .

"Mau kemana lu?"

Chen menoleh , mendapati seongok manusia lainnya disana.

"Ke Alfapril bentar Chan"

Mendapati sebuah kesempatan emas , Chan—saudara kembar Chen—langsung beranjak dari kasur lalu mengambil satu lembar uang bewarna hijau .

"Titip katkit dong , hehe"

"Kebiasaan" Chen mengmbil uang berwarna hijau itu dan memasukkan kedalam sakunya

"Yaudah gue pergi dulu ya" Ucap Chen lalu bergegas menuju motornya.

"Yaudah gue pergi dulu ya" Ucap Chen lalu bergegas menuju motornya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Chen memasuki sebuah minimarket yang ia tuju sebelumnya. Matanya tak lepas dari sebuah pendingin es krim disana.

"Viennatta, aku datang~"

Viennatta, es krim yang baru-baru ini viral dikalangan masyarakat pencinta es krim. Dan salah satunya adalah Chen. Semenjak pihak Wills mengonfirmasi akan mengeluarkan Viennatta, Chen mulai menabung agar dapat membeli es krim yang cukup mahal itu.

Chen membuka pendingin es krim itu , berniat untuk mengambil es krim impiannya.

GREB!

Bukan sekotak Viennatta yang ia dapatkan, namun sebuah tangan seseorang . Otomatis, Chen melepaskannya dan segera meminta maaf.

"Aduh maaf, ga sengaja." 1 detik kemudian, Chen kembali mengambil satu-satunya Viennatta yang tersisa.

"HEH ! ES KRIM GUE"

Cewe tersebut langsung merambas kotak yang ada digenggaman Chen.

"Ini punya gue." Chen langsung mengambil es krim tersebut namun ditahan oleh sang empu.

"Ga. Gue duluan. Tadi gue udah liat duluan"

"Tapi gue yang ambil duluan"

"Ini punya gue"

"Lu ga kasian ama gue apa yang udah berjuang ngumpulin duit buat beli nih es krim?" Ucap Chen dengan penuh dramatis.

"G."

"Lu cantik deh"

"Makasih. Gue emang cantik"

"Yaudah siniin es krimnya"

"GA"

"NGALAH DONG AMA COUO

"GA AKAN"

"HEH ! LU Y—"

GREB!

Dengan santainya, seongok manusia lainnya mengambil Es Krim yang berada di genggaman perempuan itu , lalu membawanya ke kasir.

"Anjing."

Pupus sudah harapan Chen untuk memakan Viennatta impiannya.

[  ] Crème Glacée | ChenminCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang