Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Pertemuan Itu?

34 4 7
                                        

"Mungkin waktu itu akan cepat berlalu jika aku tidak mendekatimu." ~Tsa & Ta

🌸🌸🌸

Suara bel tanda pulang sudah berdenting keras sepanjang lorong kelas. Membuat semua siswa yang begitu ingin pulang berdesakkan keluar kelas, termasuk Ta. Gadis yang begitu tak menyukai jika pulang telat.

Namun, saat baru akan naik angkot langganannya. Tas milik Ta yang melekat cantik ditarik oleh temannya--Bim--cowo rese sepanjang tiga tahun sekelas dengannya.

"What happen?" Ta bertanya begitu polosnya, menatap mata Bim lekat.

"Ada lomba lukis. Lo lupa?" Bim menjawab dengan mengalihkan pandangan ke arah lain.

"Oh ... ya udah ke sana, yuk!" Jawaban dari Ta membuat Bim menyunggingkan senyum kemenangan.

Bim dan Ta kembali memasuki sekolah favorit di daerahnya. Ta memegang erat slempang tasnya dengan langkah kaki yang begitu santai menyamakan dengan langkah Bim.

Saat sudah sampai di depan Lab Kesenian, mereka memasukinya dan melihat satu orang guru laki-laki muda.

"Maaf, Pak. Baru ketemu anaknya," ucap Bim sopan dengan membenarkan kerahnya yang tampak rapi-rapi saja.

Ta hanya bisa menggelengkan kepala, melihat tingkah norak temannya.

"Ekhemm!" Deheman dari Pak Lam melihat tingkah anak didiknya begitu santai.

Ta dan Bim terkesiap, lalu langsung memposisikan diri di kursi yang sudah tersedia.

"Lomba kali ini memang bukan tingkat nasional, tapi hanya tingkat kelas untuk memenuhi detik-detik pelepasan kalian. Bapak hanya berharap kalian bisa menunjukkan karya yang fantastik dan tidak biasa." Penjelasan panjang lebar dari Pak Lam hanya mendapat balasan anggukan dari muridnya.

"Baik, Pak ...." Ta dan Bim menjawab serempak.

🌸🌸🌸

Matahari kini menyembunyikan sinarnya, membuat Ta memukul mejanya agak keras. Membuat Bim dan Pak Lam menaikkan satu alisnya.

"Angkot saya sudah habis, Pak," tutur Ta dengan wajah polosnya, lalu meraih tas gendongnya.

"Pak, saya pulang dulu. Terima kasihhh," salam Ta sambil menundukkan kepalanya, lalu melangkah pergi meninggalkan Bim dengan Pak Lam.

Langkah kaki Ta begitu tergesa di atas lantai sekolah. Wajahnya yang begitu takut karena angkot sudah tidak melintas di bawah jam lima. Ta berlari cepat hingga napasnya memburu. Berharap angkot masih ada.

'Duhhh, gimana nih ... rumah gue jauh banget lagi. Bisa tengah malem kalo jalan kaki. Gak kebayang tuh, kaki gue ntar bengkak. Aarrgghhh!' keluh Ta sampai memukul kepalanya.

Saat sudah sampai di depan gerbang, hanya ada satpam yang berjaga waktu malam.

"Pak, jam berapa sekarang, ya?" tanya Ta sambil ngos-ngosan. Memegang lututnya yang sudah gemetar.

"Jam enam, Neng. Baru pulang? Nunggu jemputan, ya?"

Ta langsung melotot mendengar ucapan pak satpam. "Engga, Pak. Ya udah terima kasih. Permisi," pamit Ta dengan wajah kuyunya meninggalkan gedung sekolah.

'Keknya gue bakalan tengah malem beneran deh buat nyampe ke rumah aja. Ishhh!' Ta menendang kerikil di aspal dengan asal, hingga batu kecil itu bersuara.

Ta langsung berhenti seketika itu juga. Menengok ke kanan ke kiri, tak ada siapa pun. Ta begitu takut, kerikil tadi mengenai orang.

'Jangan-jangan ... batu tadi kena kepala orang. Kalo preman gimana? Duhhh, kok bisa gak gue nendang batu itu sih.' Ta langsung berjalan cepat meninggalkan tempat itu.

Sebuah motor matik berhenti tepat di depan Ta dengan cahaya yang begitu silau mengenai wajah Ta.

Ta melindungi wajah dengan lengannya. "Maaf, Kak. Gue ... gue gak sengaja. Cius dahhh ...." Tubuh Ta begitu gugup sambil menunjukkan jari tengah dan telunjuknya, tanda pis.

Hening, tidak ada suara. Ta menurunkan lengannya, karena cahaya motor sudah tak menyilaukannya.

"Mau pulang?"

Ta hanya bisa melongo mendengar perkataan dari seseorang di depannya. Jantung berdetak cepat karena matanya begitu menusuk pandangan Ta. Sorot mata itu, membuat gadis kelas tiga SMA tak berkedip sedetik pun.

Bersambung ....

576 kata. ❤❤❤❤

26 April 2020

Tsa & TaStories to obsess over. Discover now