Pagi ini kuputuskan untuk tetap pergi kesekolah,walaupun aku harus tetap mengambil resiko bahwa kenyataannya aku telat dan harus siap dihukum oleh Pak Rizal,guru terkiler yang ada disekolahku. Kurapikan bajuku lalu cepat cepat kumasukkan buku ku kedalam tas dan buru buru masuk kemobil karena papa sudah menungguku sedari tadi.
Sesampainya disekolah aku langsung bergegas menuju gerbang yang sudah hampir tertutup itu dan tiba tiba "BRRAG" . Lelaki yang tinggi,tampan,berpakaian rapih,dan sopan itu tak sengaja menabrakku dari belakang,sosok itu tak asing bagiku,dia kakak kelasku,tidak famous dan tebar pesona seperti kakak kelas yang ganteng pada umumnya,diabisa dibilang introvert bukan berarti dia orang yang menutup dan tak mau bergaul dengan orang lain,hanya saja dia tak mudah untuk bergaul.
"maaf Vany aku tak sengaja" ucapnya sambil mengulurkan tanganya padaku.
"tak apa kak Rival"
"tumben kau datang sesiang ini,aku baru pertama kali melihatmu datang telat"
Kak Rival memang dikenal suka datang terlambat,alasannya rumahnya dekat dari sekolah ,aku memang sudah mengenal kak Rival sejak lama itu karena dia pernah menjadi pendamping saat ada kegiatan pramuka disekolah dan dia mendapat tugas untuk membantu team ku.
"iya,aku datang telat baru sekali ini kak,kemarin aku bergadang mengerjakan tugas bahasa inggris ku untuk pertukaran pelajar di Korea nanti"
"oh,apakah itu sulit?tapi sayangnya aku tak jago dalam mata pelajaran bahasa inggris jadi aku tak bisa membantumu"
"ah tak perlu aku bisa mengatasinya kak,lagian ini tanggung jawabku sebagai peserta pertukaran pelajar itu jadi aku harus mengerjakanya semampuku"
Jujur bercakapan denganya membuatku sedikit nerveous dan canggung karena memang aku pernah menyukainya,namun saat itu dia sudah punya pacar jadi aku tak mau mengganggu hubungan mereka. Tanpa sadar kami telah berada di depan Pak Rizal yang telah siap menghukum para siswa sisi yang terlambat.
"ayo sini cepet jalanya!" teriak Pak Rizal pada kami
Semua siswa dikumpulkan dan disuruh baris,tiga baris kesamping dan lima baris kebelakang,yap kami berlima belas terlambat hari itu,termasuk aku dan kak Rival,kak Rival berbaris dibarisan sampingku dan sejajar denganku.
"Saya lihat anak yang terlambat tetep itu itu aja,Rival kamu kenapa terlambat lagi katanya janji ke saya tidak terlamabat lagi mana janjinya!" teriak Pak rizal pada kami.
Semua murid terdiam tak ada yang berani bicara,saat situasi seperti ini semua hanya diam,siapa yang berani menantang Pak Rizal,tak ada. Syukurlah aku lolos dari hukuman itu karena memang aku pertama kalinya aku datang terlambat ke sekolah ,namun apabila aku telat lagi Pak Rizal tak segan segan menghukumku.
------------------------------------
Siang itu,saat istirahat jam makan siang aku mengumpulkan tugas bahasa inggrisku ke bu Wati,setelah itu aku dan teman temanku sholat dhuhur berjamaah.Disekolahku selalu ada sholat berjamaah jadi tak heran banyak anak anak yang sering sholat disekolah.Setelah istirahat seperti biasa masuk kelas dan memulai pelajaran kembali . Tiba tiba ada bebarapa perwakilan OSIS yan menawarkan para murid murid untuk mendaftar menjadi anggota OSIS baru. Kebetulan aku suka berorganisasi jadi kuputuskan untuk ikut seleksi anggota OSIS baru. ternyata musuh bebuyutanku "Gilang" juga mendaftar seleksi itu,aku tak masalah karena itulah hak semua murid,tapi aku sangat membencinya aku tak tau mengapa dia sebenci itu padaku yasudah aku membencinya juga,dia sangat jahil tak tau mengapa sangat suka menjahiliku dengan kebodohannya hingga membuatku kesal setengah mati padanya serasa tak habis caranya untuk menjahiliku setiap waktu.
Seleksi OSIS dilakukan nanti setelah pulang sekolah di Aula sekolah dan dilakukan secara tertutup karena takut mengganggu aktivitas lain disekolah. Kuhubungi papa untuk menjemputku sedikit terlambat dan akan ku telpon dahulu sebelum menjemputku karena aku tak mau papa menungguku lama.
Seleksi OSIS selesai dan besok pengumuman anggota baru yang lolos seleksi OSIS hari ini,setelah itu semua peserta seleksi OSIS diperbolehkan pulang.
Kuambil poselku dari kantong rokku dan segera menuju tab kontak untuk menelfon papa agar menjemputku,Papa tak kunjung datang jadi ku tunggu di halte dekat sekolahku saja agar Papa tak perlu repot repot masuk ke sekolahku. Terasa hampir stengah jam aku menunggu jemputan Papa,kata papa jalanan sedang macet seperti biasanya karena aku pulang bersamaan dengan orang orang kerja yang pulang sekitar jam 17.00 sore,jadi aku harus menunggu sedikit lama.
Kusadari air berjatuhan dari langit,awan menggelap tanda turun hujan.
"huft,aku benci situasi seperti ini" Aku tak tau apa yang harus kulakukan situasi seperti ini membuatku sulit.
"hei lo belum pulang,dasar anak manja kenapa tak hujan hujan saja,kau takut sakit?cupu sekali" ucapnya sambil menuju ke Halte dan mendekatiku
"eh gilang lo pikir gue peduli dengan ucapanmu?takkan"
"yasudah kalo lo gak peduli. lo kenapa tak pulang?hari sudah petang lo gak seharus nya disini sendirian"
"lo ngotak dong,siapa yang mau sendirian disini! Semua ini terjadi karena terpaksa,lagian lo juga kenapa disini?"
"Aku disini lagi nunggu bis Vany gausah berfikiran kalo gue nungguin lo disini"
"eh eh eh siapa juga yang mau ditungguin sama cowok resek kaya lo! mending gue sendiri daripada sama lo!"
Sungguh kesal rasanya,kehadiran Gilang justru membuat mood ku tak enak,dengan sikapnya yang resek dan menyebalkan.
"Vany!" Teriak seseorang padaku.
Tak jelas siapa yang memanggilku itu sampai dia mendekat dan aku tersadar bahwa itu Kak Rival.
"hai, sedang apa kau disini?kau tak pulang?"
"hai kak,hm aku lagi nunggu papa aku mau jemput aku disini" Tak tahu mengapa aku sedikit gugup untuk berbicara padanya,karena memang aku jarang dan bahkan tak pernah berbicara padanya setelah kegiatan pramuka yang lalu.
"oh,ini siapa pacar kamu?" ucapnya sambil menunjukkan tangannya ke arah Gilang.
"apa?! bukan,dia teman sekelasku dan kebetulan kami ikut seleksi OSIS"
Pertanyaan macam apa yang dia lontarkan padaku. Gilang hanya bereaksi seakan tak acuh dengan pertanyaan yang baru saja Kak Rival lontarkan pada kami.
Sungguh aku ingin segera pulang, akward sekali jika ada mereka berdua berdiri disampingku.
Rasanya tuhan mendengarkan kata hatiku,tak lama papa datang bersama mobil alphard kesanyangan papa.
"maaf kak,aku harus pulang dulu" sungguh tak tau mengapa bibir ku berkata seperti itu.
"hati hati dijalan Van" ucap Gilang dan Kak Rival secara bersamaan.
Lambaian tangan kak Rival padaku cukup membuatku kaget,apa benar sikapnya memang sebaik itu padaku?atau dia hanya seperti itu padaku?sungguh aku tak tau.
YOU ARE READING
"Weird"
Romance-Sangat menyakitkan jika aku harus mengatakan apa yang terjadi saat itu,tapi bukannya kau yang ada disaat aku sulit seperti itu,justru dia lah yang selalu ada untukku . ✨
