Kisahku dan dia dimulai dari...
"Habis telpon sama siapa?" tanyaku ke Rachel sepulang mencari makanan
"Sama Dewa yang waktu itu pernah gue ceritain" Aku hanya ber-oh ria.
"Jomblo loh Na katanya lo tertarik sama dia, eh tapi lo udah ada Alfa deng. Sama lo aja deh Ta" Kata Rachel, aku menautkan alisku. Memang sempat tertarik dengan pesona Dewa, tapi buat kenal lebih jauh rasanya engga.
"Ngomong tuh disaring" kata Alista yang sedang menyiapkan makan malam untuk mereka bertiga
"Bener juga tuh Ta, daripada lo galau mulu yakan" tutur Rachel kemudian aku mengangguk dengan setuju.
Ddrttt.....
"Hallo"
Sorry, lagi diluar gue sama temen
"Iya gapapa, temen gue juga udah pada balik kok"
Gimana gimana?
"Yaudah intinya itu tadi, bilang-bilangin ke dia"
Iya, nanti gue coba. Eh kenalin dong temen lo
"Nih guys ada yang mau kenalan" kata Rachel kepadaku dan Alista
Hallo mbak
"Jangan di embat dua-duanya. Yang satu udah punya pacar"
Yailah. Jadi temen doang
"Hallo mas" kata Alista tiba-tiba nimbrung
Ignya apa nih mbak, nambah temen aja. Atau follow igku ya mbak sadewadhitama
"Nanti di follow ya mas" kata Alista
Siip, udah ya chel. Gue lagi diluar nih. Nanti gue bantu
"Yoi, makasih ya"
Sambungan telpon pun dimatikan. Aku melanjutkan aktivitas makanku, sambil sesekali melihat handphone untuk menunggu kabar dari Alfa.
Hari itu Rachel memang lagi memiliki masalah dan tadi pagi Alfa jatuh dari motor, sampai sekarang aku belum mendapat kabar apapun dari Alfa. Chatku sedari tadi pun hanya di read.
"Ta, lo mau ngga sama Dewa?" tanya Rachel
"Kan kalian tau sendiri gue lagi sama siapa" jawab Alista
"Yaelah Ta, apalagi yang lo harepin dari dia sih? Sadar ngga kalau lo dijadiin pilihan terakhirnya dia?" Kataku yang mulai kesal dengan Alista, pasalnya berkali-kali kami mengingatkan untuk menjauhi Rayhan yang jelas-jelas ngga pernah ngelihat dia sebagai Alista.
"Udah deh, gue ngga mau" Kata Alista, aku dan Rachel diam menanggapinya.
"Terus kalian kapan ada jadwal kumpul lagi" Kata Rachel mengganti topik pembicaraan
"Ngga tau, sebel banget ngga sih digantungin mulu. Udah digantungin doi, digantungin pas mau kerja gini juga" Rachel tertawa mendengar penuturan Alista.
"Tapi diusahain minggu ini sih, biar gue sama Alista juga ngga ngerepotin lo terus Chel" Kata gue
"Kalian kaya sama siapa aja sih, justru gue seneng ada kalian disini, gue jadi ngga kesepian. Tau sendiri gue ada kalian aja udah homesick banget" Alista langsung tertawa
"Lo tuh bersyukur harusnya masih di pulau Jawa, bisa bayangin ngga kaya Aksa yang di pulau orang?" Kata Alista
"Ya iya sih, tapi tetep aja gue pengen homebase" gue cuma menggelengkan kepala, pasalnya satu minggu di kos Rachel yang dibahas sama Rachel hanya dia ingin kerja dekat dengan asal kami.
YOU ARE READING
Different Hope
Teen FictionAku yang selalu meminta kamu untuk selalu ada dikatku Dan kamu yang selalu meminta dia untuk kembali
