'Kriiinngg...''Kriiinngg...' Suara alarm berbunyi dengan kencang dalam sebuah rumah, lebih tepatnya salah satu kamar dalam rumah itu, dan alarm itu berbunyi terus-menerus. Tetapi seorang yang berada di dalam kamar itu menghiraukannya karena ia masih tertidur dengan pulas.
Dari kejauhan kamar itu, terlihat seorang pria 20 tahunan, sedang berjalan dengan langkah kaki yang cepat dan berat. Saat pria itu tiba di depan pintu kamar tersebut, tiba-tiba...
"WOY KRAYON! BANGUN!!... ALARM LU BERISIK BANGET!!... WOY KRAYON! Braak... Braak... Braak... " Pria itu berteriak tepat di depan pintu kamar seseorang yang di panggil dengan sebutan Krayon, sambil menggedor-gedor pintu kamar tersebut.
"IYE BANG! GUA UDAH BANGUN! TERUS NAMA GUA RAY! BUKAN KRAYON!" Terdengar suara teriakan dari dalam kamar tersebut.
"iye iye. Buruan keluar!, ibu udah buat sarapan!, terus habis sarapan kita...".
"Iye iye, kita olahraga!... Hoaaamm... Punya abang berisik bener" Potong Ray karena omongan abangnya sudah dia dengar setiap hari minggu pagi. Dan, setelah menguap ia bergumam membicarakan tentang abangnya sendiri.
"Bagus!".
Lalu abangnya pergi dari depan kamar Ray lalu turun ke lantai satu untuk sarapan bersama di ruang makan. Sedangkan Ray pergi ke kamar mandi yang ada di kamarnya untuk membasuh muka menghilangkan rasa kantuknya dan mengganti pakaian olahraga lalu pergi turun ke ruang makan untuk sarapan bersama.
"Selamat pagi semua" Ucap Ray setelah tiba di ruang makan. Ia melihat hanya ada Ibunya yang sedang mengambil nasi dan abangnya yang sedang makan dengan lahap, dan tidak melihat kehadiran ayahnya.
"Selamat pagi juga Ray" Balas Ibunya sambil tersenyum. Sedangkan abangnya hanya berdehem dan mengangguk pelan yang menandakan kata Iya.
"Bu, ayah belum pulang?" Tanya Ray tiba-tiba karena penasaran.
"Belum, mungkin sedang dalam perjalanan, sudah ayo makan. Lihat kakakmu sudah setengah piring habis" Jawab ibunya sambil menunjuk anak pertamanya.
Kenapa Ray menanyakan kehadiran ayahnya, karena ayahnya Ray seorang tentara. Dan katanya hari ini atau lebih tepatnya hari minggu, ayahnya pulang serta di libur tugaskan selama 3 bulan ke depan.
"Oh, oke" Lalu mereka makan dengan tenang.
Beberapa menit berlalu dan mereka sudah selesai makan. Lalu ibu Ray merapikan piring-piring bekas makanan, Ray dan abangnya membantu sang ibu untuk merapikan. Setelah merapikan itu semua, Ray dan kakaknya meminta izin kepada ibunya untuk berolahraga di sekitar komplek perumahan tempat mereka tinggal.
Setelah mendapatkan izin, mereka berdua seperti biasa melakukan pemanasan terlebih dahulu. Saat melakukan pemanasan yang dipimpin oleh abangnya Ray, tiba-tiba datang seorang perempuan cantik yang memakai baju olahraga, bertubuh seksi, berkulit putih, agak tinggi, berambut hitam pekat, dan mempunyai mata yang berwarna ungu kehitaman.
"Hai, selamat pagi Rein, Ray" Kata perempuan itu sambil melambaikan tangan untuk menyapa mereka berdua.
"Eh, Kak Lea/Lea" Ucap Ray dan abangnya, Rein bersamaan saat mendengar sapaan dari perempuan yang bernama Lea. Sedangkan Lea membalas dengan senyuman.
"Duhh.... Gua bakalan jadi hewan kecil terbang nih, alias nyamuk, Hahahahaha..." Ucap Ray dan tertawa dengan keras.
"Woi, lu mau gua pukul? Hah?!" Rein yang mendengar ucapan Ray langsung marah.
YOU ARE READING
Disappear
Teen Fiction[ Original ] Terkadang kita harus menghilang. Agar kamu tahu seberapa penting kamu, untuknya -Zyd-
