Seorang gadis tengah duduk santai di sebuah gazebo belakang rumahnya. Dia terlihat nyaman dengan posisinya saat ini. Punggung yang bersandar pada salah satu tiang, kaki putih yang dia selonjorkan, lengkap dengan secangkir teh hangat yang menemani aktivitasnya membaca buku pagi ini.
Bae Irene, dia memang selalu membaca buku di jam-jam seperti ini. Sekaligus berjemur katanya, lagipula siapa yang tidak suka jika membaca dengan disuguhi lautan taman bunga di hadapannya? Itulah Irene. Gadis itu menciptakan dunianya sendiri. Dan juga sibuk dengan dunianya sendiri. Sesekali dia tersenyum membaca buku yang dia baca, rambutnya juga sesekali terbang ditiup angin. Sungguh, siapapun yang melihatnya saat ini pasti akan terpesona.
Tidak terkecuali laki-laki mungil yang tengah bersembunyi di balik tumpukan pupuk ini. Ya, siapa lagi jika bukan Byun BaekHyun. Pianis terkenal di Korea Selatan yang naasnya harus berjualan bunga sekarang. Dia akui jika dirinya sudah berkali-kali terhipnotis dengan rupa menawan gadis itu. Tapi sayang, dia begitu dingin.
"Aish.. lihatlah bagaimana dia tersenyum. Itu hanya senyum tipis, tapi bagaimana bisa hatiku berdebar begitu cepat?" ucapnya pada diri sendiri sembari memegang dadanya. Dan benar saja, jantungnya bekerja diluar batas normal.
"Diamlah! Dia bisa mendengar suaramu nanti!" Baekhyun menekan dadanya dengan begitu kuat sembari megigit bibirnya.
"Ya! Apa yang kau lakukan disana?!" Bentak Irene pada BaekHyun setelah melihat adegan dimana BaekHyun bersandar pada sekarung pupuk dengan memegangi dadanya seakan-akan dia kesakitan. Dan jangan lupakan ekspresi alay nya. Itu benar-benar membuat irene muak.
Dimata irene, BaekHyun adalah laki-laki absurb dan tidak jelas. Kadang irene bertanya bagaimana bisa manusia dengan model seperti Byun BaekHyun bisa lahir ke dunia? Irene bahkan merasa bahwa harinya yang indah selalu saja rusak karena laki-laki absurb satu ini. Dia selalu saja berteriak, dia selalu berisik. Dan irene benci dengan itu.
Tapi tidak dengan BaekHyun, dia bahkan dengan senang hati menggoda Irene sampai gadis itu melolot dan menatapnya dengan tatapan yang tajam. Dia akan sangat senang jika Irene sampai mengumpatinya, atau jika gadis itu mendiaminya karena dia kesal pada BaekHyun. Hal-hal itu menghibur bagi BaekHyun. Sangat menghibur.
"Tidak ada. Aku tidak melakukan apapun" jawab BaekHyun. Kemudian dia bangkit dan berjalan ke tempat Irene berada.
Gadis itu kembali larut dalam kegiatannya. Begitu fokus dan serius. Sampai-sampai dia tidak menyadari bahwa BaekHyun sudah berdiri di sampingnya. Mengamati wajah irene yang memiliki pahatan begitu indah. Ya, Irene adalah gadis yang paling cantik yang pernah BaekHyun temui. BaekHyun bersumpah atas hal itu.
Asyik mengamati wajah irene, membuatnya larut dan mengatakan sebuah kalimat yang berhasil membuat Irene mengalihkan atensinya pada BaekHyun.
"Aku menyukaimu" BaekHyun tetap pada posisinya. Sedangkan irene menatap BaekHyun dengan tatapan dingin dan menusuk. Tidak, BaekHyun tidak takut. Dia sudah terbiasa dengan tatapan apapun yang gadis itu berikan padanya. Kecuali, tatapan cinta.
"Kau gila?!" Irene membentak BaekHyun. Namun laki-laki satu ini tidak terkejut sama sekali. Dia malah tersenyum
"Ani. Nan Gwenchana" (Tidak. aku baik-baik saja)
"Dassar tidak waras" Irene menutup bukunya dengan kasar kemudian turun dari gazebo. Sepertinya, menjauhi laki-laki absurb ini adalah pilihan terbaik untuk saat ini. Tapi sebelum pergi, irene menyempatkan diri untuk menatap tajam laki-laki yang menurutnya tidak tahu malu ini. Sudah diberi tumpangan, tidak bayar, dan sekarang melunjak dengan mengatakan suka pada irene. Dassar tidak waras.
"Berhenti menatapku dengan cara seperti itu. Tidak lucu kan nanti jika kau benar-benar jatuh cinta padaku?" BaekHyun menaik turunkan alisnya menggoda irene.
Cukup sudah! Irene muak! Dia benar-benar kesal setengah mati. BaekHyun selalu berhasil membuat harinya yang tenang menjadi kacau. Tidak ambil pusing, irene pergi meninggalkan BaekHyun yang sedang berusaha menahan tawanya karena ekspresi kesal yang irene tunjukkan tadi.
"Ya Bae Irene! Lihatlah! Matamu yang selalu menatapku dengan penuh kebencian itu, akan berubah menjadi tatapan hangat dan penuh cinta untukku suatu hari nanti. Aku bersumpah!" BaekHyun berteriak ketika Irene mulai menjauhinya. Laki-laki ini tersenyum puas. Pasti gadis itu tengah mengumpati BaekHyun habis-habisan dalam hatinya.
Tapi disisi lain, Irene. Gadis itu terdiam sembari memegangi dadanya. Bohong jika jantungya tidak berdegup kencang ketika BaekHyun mengatakan bahwa dia menyukai irene. Tapi bagaimanapun, sekalipun irene mengatakan bahwa dia juga menyukai BaekHyun, kemudian memutuskan untuk hidup dan melalui segalanya bersama-sama, tetap saja. Semua hal itu tidak akan mengubah apapun.
"Tidak. Kau tidak boleh menyukai ku, Byun BaekHyun. Dan begitupun juga denganku. Karena meskipun kita bersama itu tetap tidak mengubah apapun. Sekuat apapun kita saling mencintai, tetap saja. Tetap saja hidupku akan berakhir dengan ending yang buruk. Dan aku tidak ingin hidupmu memiliki ending yang sama, BaekHyun. Hidup mu harus berakhir dengan bahagia. Oleh karena itu. Ayo tidak saling jatuh cinta. Dan berhenti menyukai ku. Aku juga akan berhenti menyukaimu"
YOU ARE READING
Written In the Stars 💫
Teen FictionByun BaekHyun adalah seorang pianis terkenal di Korea Selatan. Dia menghabiskan bertahun-tahun hidupnya untuk belajar bermain piano. Konsernya selalu sukses. Bahkan 60% penonton disana menangis mendengar alunan indah yang BaekHyun ciptakan melalui t...
