Satu

16 2 0
                                        

     Kini ia masih duduk di bangku sekolah dasar yang sebentar lagi akan keluar dari sekolah tersebut,, alias Lulus, karena memang ia sudah berada di kelas akhir yaitu kelas 6.
Dan akan bersenang-senang ria karena yang ia  nanti-nantikan akan segera tiba yaitu kelulusan, karena ia merasa sangat bosan di sekolah tersebut yang telah dijalani hari-harinya selama 6 tahun serasa satu abad ajh nii..

Ya,, langsung aja nama sekolahnya itu SDN TIGER,, emang terlihat ngeri sih dari namanya, tapi nyatanya nggak ngeri kok, malah terlihat keren..
Ya,, biarin dibilang ngeri tapi nggak kalah keren sama sekolah lain yang internasional..
SDN TIGER yang berada di kota surabaya,, tidak jauh sih dari rumah milik alfi, mungkin hanya membutuhkan waktu 10 menit,, itu pun kalo jalan nya nggak macet,, kalo macet palingan 20 menit, nggak sampek setengah jam.

Alfi.

"Al bangun al,, sudah pagi nih, waktunya kamu sekolah .." panggil sang bunda sambil membuka gordyn yang sudah membuat alfi belum bangun.
"Iya,, bundaa.. Alfi denger kok.." teriak alfi pagi-pagi yang sudah mengganggu adeknya yang masih tidur.
"Yaa,, kalo denger makanya bangun dong.." balas bunda.
"Iya iya,, bunda jangan marah.." kata alfi yang penuh harap agar bundanya tidak marah.
"Bunda nggak marah kok.." balas bunda agar tidak dikira marah.
"Yah yaa,, terserah bunda aja.." kata alfi dengan pasrah.

Maafin alfi ya bunda..
Alfi selalu membuat bunda marah.
Batin alfi,, yang sedari tadi merasa bersalah atas apa yang dilakukan nya tadi,, dan selalu berdebat ketika bangun pagi.
Yaa,, bundaku yang bernama FIDA.

Adeknya pun merasa terganggu atas perbuatan dua orang itu,, yaitu kak alfi dan bunda nya, yang selalu berisik disetiap pagi hari nya. Sehingga tidak heran dengan perdebatan mereka berdua.

Aku memang punya adek,, tapi hanya satu dan perempuan,, cerewet dan bawel lagi,, yh maklum sih,, namanya juga masih anak kecil.
Nama panjang : Risya Maulida Putri. Biasa dipanggil Risya.
Dan masih duduk di sekolah dasar ya sama seperti kakak nya,, tapi Risya masih kelas 3,, berarty jarak antara kakak nya hanya 3 tahun.
Sekolah Risya berbeda dengan ku.
Risya sekolah di MI ISLAMIYAH.
Bukan MUHAMMADIYAH loh yaa..

"Kaakk.. Klo mau teriak jangan keras-keras, ngganggu tidur ku aja.." sahut risya yang merasa mengganggu tidur nya.
Risya emang belum bangun karena hari ini dia masuk siang jam 09:00.
"Kamu juga teriak-teriak gitu.." balas alfi yang tidak terima.
"Yang teriak duluan juga kakak kan.." balas risya yang terlihat kesal atas perlakuan alfi kakaknya.
"Iya iya,, emang kakak yang teriak duluan.. Maafin kakak yaa.." kata permintaan maaf dari sang kakak.
"Iyaa dah,, nggak papa,, tapi ...." kata risya yang membuat kakaknya menggantung.
"Tapi apa..?" tanya alfi.
"Tapi jangan ulangi lagi ya kak.." jawab Risya dengan singkat.
"Iya iya,, adek ku sayaang.." balas alfi  yang emang benar-benar sayang ama Risya adeknya.
"Oke.." balas singkat risya yang akan melanjutkan tidurnya.
"Kaakk,, buruan mandi,, entar telat sekolah loh.." sambung adek dengan teriak-teriak.
Ekspresi wajah yang bingung sambil membulatkan matanya tanpa berkata sedikitpun.

Sebenernya ikhlas nggak sih,, Risya  maafin kakak.. Kok kayak menggantung gitu.. (Batin alfi ).

Sedari tadi alfi tidak tersadar bahwa dirinya tengah melamun.. Entah apa yang sedang di fikirkan alfi saat ini.

Sang bunda pun kembali berteriak..
"Alfii.. Sana mandi dah,, pake ngelamun lagi..".
Alfi pun tersadar dari lamunan nya.
"Iyaa, bundaa.." jawab alfi yang sedari tadi melamun.

Yaa,, lagi-lagi bunda tau kalo aku melamun lagi. Batin alfi.

Padahal sedari tadi bundanya itu selalu memperhatikan putrinya yang sedang melamun cukup lama,, sehingga tidak disadari oleh alfi sedikitpun.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 09, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

BUNGKAMStories to obsess over. Discover now