"Yeay! Aku bisa ngalahin Kak Dewa lagi!" pekik gadis yang rambutnya dicepol itu berteriak kegirangan. Entah apa yang membuatnya bahagia, padahal ia hanya berhasil memenangkan permainan ular tangga.
"Huh! Iya iya, kamu menang. Jangan sombong gitu, deh,"
"Biarin, wle!" ejek gadis itu sambil menjulurkan lidahnya.
"Kalo gini, males aku! Dari tadi kalah mulu, bosen!"
"Yeee, jangan ngambek gitu, dong. Kan ini cuman permainan,"
'Sama kayak hati aku yang selalu kamu jadikan permainan' lanjutnya dalam hati.
"Hm,"
"Ih, kok, ngambek beneran, sih?"
"Aku nggak ngambek,"
Ting
Bunyi ponsel lelaki itu menyita perhatian keduanya. Lelaki berhoodie cokelat itu segera membaca pesan yang baru saja masuk.
Setelah membacanya, dia bergegas pamit pada gadis yang ada didepannya, "Sorry, Car, aku pergi dulu"
"Loh? Mau kemana? Katanya hari ini free?"
"Urusan mendadak,"
"Apa?" tanya gadis itu, masih penasaran.
"Milly," Jawaban yang singkat, tapi mampu membuat mood gadis itu hancur. Lagi dan lagi.
'Kenapa harus sekarang, sih?'
"Oh," responnya, singkat dan terdengar lesu.
Menyadari ada perubahan di raut gadisnya, lelaki itu bertanya, "Kan aku udah bilang ini urusan mendadak dan penting. Please, Car, jangan marah cuma karena hal sepele ini!"
'Hal sepele?'
"Aku nggak marah. Ngapain juga marah?" Gadis itu berusaha bersikap biasa saja.
"Ya udah, aku pergi sekarang. Hati-hati di rumah sendiri," ucap lelaki itu, lalu segera menaiki dan menancap gas motornya.
Selepas kepergian pacarnya, ia kembali ke ruang tamu. Matanya menatap nanar kearah papan ular tangga yang tadi menjadi saksi kebahagiaan mereka.
Gadis itu menghela napasnya, "Ternyata ada yang lebih penting,"
🍁🍁🍁
Sejak tadi, gadis itu berguling-guling di kasurnya dengan tangan yang menggenggam ponsel. Sejak tadi pula, ia menantikan notifikasi dari orang yang sedang ia rindukan.
"Chat duluan, nggak, ya?" Ia mengetukkan jarinya di dagu, "Tapi, gue gengsi banget,"
"Ah, nggak apa, deh, chat duluan. Daripada nggak di chat sama sekali," Lalu, ia membuka room chat dengan pacarnya.
Sadewa Abimana
Kak Dewa? Udah pulang belum?
Tidak ada balasan setelahnya. Ia mendesah pelan, selalu seperti ini. Dewa selalu saja lambat dalam membalas pesannya.
5 menit berlalu, dan situasi masih sama. Tidak ada balasan yang masuk. Dia jadi kepikiran, apakah sekarang pacarnya itu masih 'berduaan' dengan perempuan lain?
Brak
Suara pintu yang dibuka dengan paksa itu menyita perhatiannya. Ia menoleh pada sumber suara dan mendapati kakak perempuannya berdiri di sana.
YOU ARE READING
SECRETLY DATING
Teen FictionDi depan umum, Dewa dan Caramel bagaikan orang asing. Di depan umum, Dewa dan Caramel berlagak layaknya senior dan junior. Dewa tak pernah memberitahukan hubungannya pada siapapun. Bahkan ia tak ragu untuk bergandengan tangan dengan perempuan lain d...
