Hallo, aku berusaha mau aktif lagi, semoga bisa yaa..
Ini cerita baru, udah ditulis cukup lama dan udah ada beberapa part juga.
Cerita yang lain aku coba lanjutin yaa, sabar ajaa hahahahaa
Cerita ini dulu pernah dipublish di akunnya aku sama kak Kincirmainan, tapi mau aku lanjutin di sini.
Kalo yang belum baca disclaimer :
Cerita ini mengambil setting kerajaan tetapi seutuhnya fiksi belaka.
Cerita Mpreg (Male pregnancy) yaitu lelaki yang bisa hamil dan melahirkan.
Please dikomen yaa, comment apa aja juga boleh, aku lagi pengen ngobrol huhu
Introvert seneng di rumah tapi klo kelamaan, kesepian juga :'(
Jangan lupa minum vitamin dan sering cuci tangan ya!
Kalau bisa juga di rumah aja yaa!
Semoga suka sama ceritanya! Medhana tuh gini-gini ngegemesin lho, wkwk
Happy reading and Stay Healthy!
------------------------------------------------------------------------------------------------
Lihat itu lihat.
Bola matanya cemerlang bagai kilau berlian.
Bulu mata panjang lentik, menggoda ketika berkedip, sangat cantik mempesona meski dia adalah seorang pria.
Tak kalah juga hidungnya yang mencuat ke atas, yang akan bersinggungan dengan hidungku jika kami berciuman.
Jangan tanya soal bibirnya. Merona indah dengan tebal sempurna.
Ingin sekali aku mengecapnya jika bisa.
Oh Dewa-Dewita...
Bisa tidak sih aku menikah dengan dirinya saja?!
Aku tidak mau dijodohkan dengan siapapun di dunia ini kecuali dengan dirimu, wahai diriku yang tampan rupawan, cantik jelitapun bisa disebut!
Aku meraba cermin di hadapanku dengan gemas. Kemudian memeluk diriku, erat tak ingin lepas. Kuhapus air mata yang jatuh indah di pipiku yang lembut. Bagaimana bisa aku berjodoh dan menikah dengan orang yang tidak aku cintai? Ayahanda dan Ibunda memang sangat kejam.
Aku tahu, aku adalah penerus tahta. Terlebih aku juga seorang Rhomega, keturunan lelaki Raja Agung Narapha yang dapat memberikan keturunan. Berwajah cantik meskipun kami seorang pria. Bertubuh indah dengan lekukan sempurna di setiap sisi tubuhnya. Memiliki tanda Rho (berbentuk seperti bintang enam sisi) di tubuh, letaknya bermacam-macam menurut sejarah, namun setiap Rhomega pasti memilikinya. Kalau yang aku punya ada di punggung. Sayang sekali letaknya tidak bisa aku lihat langsung dengan kedua mataku, pasti bentuknya akan lebih indah jika dilihat tanpa bantuan cermin.
Rhomega dipercaya secara turun temurun akan menberikan berkah melimpah kepada semua warga kerajaan Shindaria saat mereka berhasil melahirkan keturunannya. Terbukti oleh kakek buyut Rhomegaku yang berhasil melahirkan, juga kakeknya kakek buyutku dan kakeknya kakek kakeknya kakek ... um ... ya pokoknya setiap Rhomega yang dapat memberikan keturunan, yang lukisan-lukisan wajahnya terpampang di ruang penghormatan Rhomega, berhasil mensejahterakan rakyat Shindaria. Hasil panen melimpah ruah, peperangan merebut wilayah selalu dimenangkan, dan masih banyak lagi yang aku tidak ingat--aku terlalu malas belajar sejarah. Rentetan keberuntungan itu akan beruntutan datang sampai anak Rhomega berusia 17 tahun, bayangkan.
Namun meski begitu, tidak setiap Rhomega dapat berhasil melahirkan seorang bayi. Pertama, jelas karena kami laki-laki. Pembedahan sangat beresiko tinggi, dan angka kematian Rhomega yang melahirkan juga tinggi. Membayangkannya saja membuat bulu kudukku berdiri. Kedua, karena kami menjadi sasaran serangan dari negara-negara lain yang merasa terancam wilayahnya akan direbut jika kami melahirkan. Tidak jarang aku mendapat celaka akibat ini. Aku bahkan pernah disekap ketika umurku sepuluh tahun. Untung saja aku bisa ditemukan dan diselamatkan.
Maka dari itu Ayahanda dan Ibunda sangat menyayangiku habis-habisan. Apapun yang ku inginkan pasti dipenuhi. Namun menjadi seorang Rhomega itu sangat melelahkan. Aku tidak bisa menghabiskan masa hidupku dengan benar-benar tenang serta tidak dapat pergi keluar dari istana, meski aku bisa mendapatkan semua benda yang kuinginkan. Terlebih lagi aku harus dijodohkan oleh Syata, lelaki yang akan membantu Rhomega mendapat keturunan.
YOU ARE READING
Medhana
Historical FictionMedhana, sang Rhomega yang jatuh hati pada dirinya sendiri harus menerima kenyataan bahwa dirinya telah diputuskan untuk menikah dengan seorang Syata, pasangan terpilih sang Rhomega. Semuanya harus dilakukan demi kesejahteraan rakyat Shindaria, jika...
