Part 1: PERTEMUAN

15 1 0
                                        

Hujan turun menjelang sore, udara dingin menyeruak masuk lewat jendela kamarku membawa aroma tanah yang basah terkena air hujan.

Aku memandang wajahnya yang kini tepat berada di depanku.

Seorang pria dengan wajah serta mata yang bulat, alis tebal, serta bibir berbentuk hati itu benar-benar memikatku.

Aku terus menatapnya, mengagumi wajah dengan ekspresi yang dingin tapi masih terlihat lucu dan menggemaskan dalam satu waktu.

"Bisa kah kau jadi milikku seutuhnya?" Kata ku lembut mengelus wajahnya yang berkilauan.

Dia hanya menatapku dengan tatapan yang sama sejak tadi. Tak ada jawaban, hanya raut wajah dingin yang tak berubah sedikitpun.

hago sipeotdeon modeungeol hago sarado

(aku hidup dengan melakukan apa yang aku mau)

meoriseoge neon jeoldae jiwojijiga anha. dodaeche

(aku tidak bisa menghapusmu dari kepalaku, kenapa?)

Suaranya benar-benar dekat membisik tepat di telingaku

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Suaranya benar-benar dekat membisik tepat di telingaku. Membuatku bergidik merinding.

Aku berguling ke samping masih memandangi fotonya di ponselku dengan headset di telingaku yang memainkan lagu Tell Me What Is Love yang dia nyanyikan.

Suaranya benar-benar stabil apalagi ketika memainkan nada-nada tinggi, dia mampu membuatku tercekat dan menahan nafasku.

Sudah lebih dari 6thn aku mengaguminya, dia adalah bias ku. Do Kyungsoo atau yang lebih dikenal dengan nama panggung D.O.

Bahkan kamarku penuh sesak dengan poster, album, foto, dan merch bergambar wajahnya dan anggota grupnya. Segila itu aku pada EXO.

🌹🌹

Barakkk..

Tiba-tiba eomma membuka paksa pintu dan masuk ke kamarku dengan kemoceng di tangannya sambil berteriak.

"Yaak bocah tengik bisa kah kau mendengar eomma, ratusan kali eomma meneriaki mu kenapa kau tak juga menjawab

hah!"

'Ommo ommo..' Reflex aku berdiri mengambil bantal ku untuk perlindungan diri dari serangan kemoceng laknat yang dibawa eomma ku.

"Eomma menyuruhmu membantu di dapur apa kau tuli? Cepat lepaskan penutup telingamu itu" Teriaknya nya memukul mukul kan benda panjang berbulu itu kearah ku yang untungnya dapat ku tangkis dengan bantal ku.

"Yak yak yaaaa eommmaa.. Baiklah baiklahhh!" Rengek ku masih berlarian dengannya mengelilingi ranjang.

Eomma menghentikan pukulannya, ia membuang kemoceng nya dan sekarang dia menatapku serius sambil berkacak pinggang di hadapanku.

LOVE BLOSSOMWhere stories live. Discover now