1

796 25 0
                                        

Gaada alasan untuk gue hidup di dunia ini selain hanya ingin tau sosok yang katanya penyayang disebut ibu. Dari lahir gue ga pernah melihat sekalipun orang yang mengandung dan melahirkan gue. Dan hubungan gue dengan ayah ga baik karena dia punya istri yang benci sama gue. Bisa dibilang gue anak yang tidak diinginkan keberadaannya oleh siapapun.

Kasarnya, ayah selingkuh sama ibu gue dan membuahkan hasil seorang anak haram bernama Kim Jennie. Setelah kelahiran gue ayah memutuskan untuk mengurus gue,lebih tepatnya gue dititipkan ke kenalannya yang dia percaya.

Om sung dong dan tante sun young yang mengurus gue sedari kecil, mereka membesarkan gue seperti anaknya sendiri. Menurut mereka gue yang membuat mereka bisa mempunyai anak karena sudah lama menikah mereka masih belum dikaruniai keturunan. Semenjak gue dititipkan kepada mereka oleh ayah, satu tahun kemudian lahirlah seorang anak perempuan bernama Lisa kim.

Lisa menganggap gue kaya kakanya sendiri, kadang gue ngerasa risih karena mau bagaimanapun gue gaakan benar benar masuk ke keluarga mereka. Dalam artian lain mereka dibayar hanya untuk mengasuh gue.

Gue termasuk ke golongan orang intovert, dan diumur gue yang bukan anak kecil lagi ini gue memutuskan akan hidup mandiri.

"kamu bener mau tinggal sendiri jen?" tanya tante sun young yang sedang membantu gue mengepak barang barang gue.

"iya, akurasa udah saatnya hidup mandiri" jawab gue sembari memasukan buku buku yang sudah sejak lama gue koleksi.

Sekitar satu minggu yang lalu kita membicarakan keputusan gue untuk berpisah rumah dengan mereka, namun om sung dong meminta gue untuk tinggal satu minggu lagi saat itu. Sepertinya dia bener bener menganggap gue sebagai anaknya,dia keliatan berat melepas gue sama hal nya dengan tante sun young.

"rasanya baru kemarin ayahmu membawa bayi kecil kesini" gumam tante, gue memeluknya.

"kamu harus sering kesini jen" ucapnya, menepuk nepuk pundak gue.

"emangnya aku mau pergi kemana? Aku tinggal ga jauh dari kalian" jawab gue ga habis pikir, pasalnya jarak dari sini menuju apartemen gue ga menghabiskan waktu berjam jam.

Gue melepaskan pelukannya dan segera mengangkut kardus yang berisikan barang menuju mobil. Bersiap untung berangkat. Disana Om sung dong menaikkan dan menyusun kardus dan barang barang agar tidak terlalu berantakan.

"di dalem masih ada jen?" tanya dia

"kayanya ada 1 lagi" jawab gue

"ini yang terakhir" ucap tante sun young yang tiba tiba datang menyimpan tas jinjing ke dalam mobil.

"kamu inget dengan tempat itu?" om sung dong menunjuk sebuah ayunan dibawah pohon mangga.

Gue tersenyum mengingat dulu pernah membangun sebuah tenda tepat dibawah pohon itu bersama Lisa. Kita menyebutnya secret place karena disana kita nyimpen banyak makanan juga gulali agar ga ketahuan oleh om dan tante.

"kamu kalo ada susah harus bilang sama yang disini ya" om sung dong nampak menahan air matanya, tanpa berkata gue memeluknya dan mengucapkan terimakasih walaupun gue tau itu ga akan pernah cukup untuk membalas kebaikan mereka selama 23 tahun ini.

"baik baik ya jennie ku" dengan suara yang bergetar tante sun young memeluk gue.

"aduh udah dong, aku ga bisa nafas" kata gue membuat mereka serentak melepaskan pelukan gue dan sibuk mengusap mata mereka.

"jangan nangis..ini bukan perpisahan" gue menghapus air mata tante yang membuatnya tersenyum tegar.

Gue melihat jam tangan,sudah pukul 4 Lisa masih belum juga pulang dari kampus padahal dia bilang akan pulang lebih awal.

ABASEMENT : JenkaiWhere stories live. Discover now