Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Ternyata ada yang lebih dingin daripada es batu

44 11 0
                                        

Tamparan keras melayang tepat di pipi kanan Aqila,rasa sakit mulai menjalar dipipi kanan nya sedangkan tangannya memegang pipinya yang terasa sakit akibat tamparan dari wanita paruh baya yang bernama Tari.

"Kamu ini bodoh"Bentak Tari dengan melemparkan kertas ujian ke arah Aqila yang sudah menjadi gumpalan,air mata yang sudah membendung di pelupuk matanya kini jatuh membasahi pipi.

"Maaf ma"Hanya kalimat itu yang keluar dari bibir Aqila,tanpa peduli Tari membanting pintu dengan keras.

Tubuh Aqila merosot dan isak tangisnya menjadi jadi ketika teringat tentang kenangan bersama saudara kembar nya yang meninggal enam bulan yang lalu,tangan Aqila mencoba menggapai gumpalan kertas itu dipandanginya nilai yang tertera disana delapan puluh nilai yang cukup baik tapi itu tak memuaskan hati Tari,Aqila mencoba bangkit dari duduknya dan berjalan gontai menuju ranjangnya wajahnya ditenggelamkan diatas bantal dan tangannya menarik selimut hingga menutupi kepalanya kini matanya mulai terpejam hingga tertidur.

*****

Ponsel Aqila bergetar diatas nakas tangan Aqila mencoba meraih ponselnya dibaca pesan dari Andrian.

Rian:gue didepan rumah lo.

Setelah menerima pesan Aqila langsung menuju kepintu gerbang,
seketika Rian langsung tersenyum ketika Aqila menghampirinya ditatapnya wajah sahabatnya yang tampak murung hari ini.

"Yuk"Ajak Aqila dengan menyungingkan senyum manisnya.

"Lo habis nangis ya semalem"Tebak Rian to the poin.

"Iya semalem habis nonton Drakor"Dusta Aqila.

Rian tahu bahwa sahabatnya sedang membohongi dirinya,tapi Rian juga harus mengerti bahwa ini masalah pribadi Aqila dan gak berhak ikut campur.

Kini mereka sudah sampai di depan gerbang sekolah seketika pandangan Aqila bertemu dengan Sarah,Aqila yang mengetahui itu langsung memalingkan wajah.

"Gue ke kelas dulu ya"Pamit Aqila meninggalkan Rian.Dipandang nya punggung Aqila hingga tak terlihat dari pandangan nya.

Di koridor sekolah Aqila bertemu dengan Sarah yang sudah memandangi nya dari tadi dengan tatapan sinis seolah pura pura tidak tahu Aqila melewati nya begitu saja, tubuhnya nya terjatuh ketika Sarah mendorong bahu Aqila dengan kencang,kini seluruh pandangan tertuju pada mereka.

"Lo anak baru aja udah kecentilan"Teriak Sarah dengan kencang supaya menarik seluruh perhatian murid yang melintasi koridor.

"Sadar diri Rian itu pacar Gue"Dengan menekankan Kata pacar,Aqila berusaha tenang agar tak menimbulkan kegaduhan,Aqila berdiri dan mencoba meninggalkan kerumunan tetapi lagi lagi tubuh nya di dorong oleh teman teman Sarah.

"Sekali lagi gue ingetin awas sampek lo deketin Rian"Setelah memberikan peringatan Sarah dan Geng nya berjalan meninggalkan koridor,Aqila ingin sekali membentak perkataan Sarah tapi ia urungkan karena Aqila tak ingin membuat keributan,uluran tangan seseorang membuat Aqila mendongak kan kepala dengan cepat Aqila menyambut uluran tangan itu dan berusaha berdiri.

"Lo baik baik aja kan"Ucap Gledy teman sebangkunya dengan khawatir.Aqila menganguk dengan cepat menandakan bahwa dia baik baik saja.

****

Siswa siswi berkerumun melihat isi papan pengumuman yang baru saja ditempel oleh anggota osis dengan penasaran Aqila melihat papan pengumuman itu menerobos kerumunan mata nya membaca isi pengguman tersebut.

ANNOUNCEMENT

BAGI SISWI YANG INGIN MENDAFTAR KAN DIRI MENJADI DIRIGEN SEKOLAH DIHARAPKAN MENGISI FORMULIR DIRUANG OSIS.


Setelah melihat pengumuman Aqila segera berlari menuju ruang osis tanpa memperdulikan bagaimana tatapan murid murid ketika Aqila berlari.

Nafasnya tersengal sengal ketika sudah sampai di depan ruang osis dengan ragu Aqila membuka pintu itu kenop pintu diputar sehingga menimbulkan suara decitan yang lumayan keras pandangan kini tertuju pada nya "haduh mampus gue"batinnya dalam hati.

"Mau minta Formulir ya"Ucap Ketos yang bernama Reynal Abipraya Yanuari,yang katanya tampan satu sekolah dan digemari para kaum hawa.

Aqila hanya menjawab dengan anggukan kepala.

"Sini"Dengan menepuk kursi disamping nya,"dasar modus"batin Aqila dalam hati.

Dengan langkah gontai Aqila menuju ke arah Reynal,"Isi disini aja"Dengan mengulurkan bulpoin dan lembaran formulir itu.

"Huh modus lo Rey"Teriak salah satu anggota nya yang sibuk dengan laptop nya.

"Biarin"Dengan melemparkan bulpoin ke arah Andrian.

"Sorry kak gak minat"Jawab ku dengan mengambil formulir itu dari tangan Reynal dan berjalan keluar.

"Rasain lu"Teriak Andrian dengan kecang yang membuat terdengar ditelinga Aqila walau sudah keluar dari ruangan osis.

*****

Setelah mengisi formulir di kelas Aqila menghampiri Geri yang termasuk anggota osis.

"Nih"Dengan mengulurkan lembaran didepan wajah Geri.

"Apaan nih"Dengan tatapan penuh tanya.

"Males gua ngumpulin"Dengan meletakkan kertas itu diatas meja.

"Dasar awas lo ya"Umpat Geri keras, sedang kan Aqila masih berjalan meninggalkan Geri, sebenarnya Aqila bisa mengumpulkan formulir itu sendiri tapi berhubung ada Reynal jadi Aqila malas.

****

Bel pulang sudah berbunyi tiga menit yang lalu siswa siswi berseragam putih abu abu berhamburan keluar kelas biasanya ada yang langsung pulang dan ada yang masih nongkrong di koridor untuk sekedar berbincang bincang hari ini Aqila memutuskan untuk langsung pulang.

Seperti biasa Aqila menunggu Rian didepan gerbang sekolah untuk pulang bersama nya setelah dirasa cukup lama kenapa Rian belum datang dilihatnya arloji yang melingkar ditangannya sudah sepuh menit Aqila menunggu tapi tidak ada tanda tanda keberadaan Rian seketika itu Aqila terkejut melihat keberadaan Reynal yang tiba tiba di sampingnya.

"Nungguin ya maaf lama"Ucap Reynal dengan percaya diri.

Tanpa mengubris perkataan Reynal Aqila berjalan melewatinya tapi sayangnya tidak berhasil Reynal mencengkeram tangan Aqila dengan kuat.

"Lepasin gak"Berusaha dengan menepis tangan Reynal tapi tak bisa karena terlalu kuat.

"Pulang bareng gue nanti gue lepasin tangan lo"Dengan menaikkan sebelah alisnya.

"BODO AMAT"Dengan mudah Aqila berlari membiarkan Reynal yang masih mematung ditempatnya.

Ternyata ada yang lebih dingin dari pada es batu batin Reynal.

Stand on two sidesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang