Rintik hujan masih setia menemani langit sore Kota Bandung. Rintik demi rintik yang jatuh menimpa tanah menjadi alunan musik khas saat hujan turun membasahi bumi. Lihatlah bagaimana dedaunan menyambut dengan penuh suka cita setiap tetes air yang jatuh membasahinya.
Tapi lain halnya dengan seseorang yang tengah memandang lurus kearah jendela kamarnya. Air mata membasahi kedua sisi wajahnya.
"Alby..." Gadis itu menggumamkan nama seseorang. Bibirnya bergetar saat mengucapkan nama tersebut.
" Aku disini, Alby." Bibir mungil tersebut terus saja menggumamkan nama seseorang, sarat akan kerindukan.
***
" Woii Bib ! Lo gak balik?" Laki laki yang tengah menyusun beberapa kertas yang berserakan diatas meja itu menolehkan atensinya kearah sumber suara.
Diambang pintu berdiri seorang pemuda yang tengah menatap kearah laki laki yang tengah sibuk menyusun kertas kertas diatas mejanya itu.
" Balik" Setelah mengucapkan satu kata tersebut, dia berdiri dan melangkah menuju kearah pemuda yang masih setia menunggunya, dan berlalu begitu saja meninggalkan sosok pemuda tersebut.
" Woii, gue tu dari tadi nungguin lo bangsat. Lo malah ninggalin gue gitu aja."
Dia berlari kecil guna mensejajarkan langkahnya dengan temannya tersebut.
" Gue gak pernah nyuruh lo nungguin gue."
Mereka melanjutkan langkah menyusuri koridor kampus menuju ke tempat parkir. Suasana kampus memang terlihat sangat sepi, wajar mengingat saat ini sudah sangat sore.
" Lo pasti pahamlah. Gue mau nebeng sama lo. Sekalian gue nginap ya, suntuk gue sendirian di kosan." Cengiran lebar pemuda berambut super acak acakkan itu ia tujukan kearah temannya.
"Serah"
Setelah itu suasana dalam mobil benar benar hening. Tidak ada yang ingin memulai pembicaraan lagi.
" Adara apa kabar Bib?" Rayan, laki laki berhidung mancung itu bertanya tapi netranya masih fokus tertuju kearah ponselnya. Hingga ia tak bisa melihat perubahan raut wajah temannya.
"Baik" Habib menjawab dengan datar. Rahangnya mengeras saat mendengar Rayan menyebut nama Adara. Buku buku jarinya memutih menggenggam erat kemudi mobil.
Adara, kekasihnya yang saat ini harus terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit karena kebodohannya di masa lalu. Gadis tak berdosa itu menjadi imbas kenakalannya dimasa lalu.
Dua tahun berlalu, tapi gadis itu tak kunjung membuka matanya. Seolah olah ia ingin menghukum Habib dengan cara seperti itu. Dan selama itu pula, Habib menjalani kehidupannya dengan dihantui rasa bersalah.
tbc
Haii, ketemu lagi sama Aya. Mohon dukungannya ya, kalau suka dan nyaman sama book ini jangan lupa vote, komen, dan juga share sama temen temen kalian.
ESTÁS LEYENDO
Memories
Novela JuvenilDua orang yang berbeda tapi memiliki luka yang sama. Sama sama terikat oleh belenggu masa lalu. Sama sama terluka karena kehilangan sosok yang sangat dikasihi. Takdir seolah tengah mempermainkan mereka. Mempertemukan dua luka yang sama sama membutuh...
