Perkenalan

28 8 6
                                        

Ini prihal nestapa hidup dan terus dirasa, sudah cukup pria bersurai jelaga itu mengangguk menyetujui rencana orang tuanya saat itu untuk menikahi seorang gadis yang mereka bilang teman kecil Dani, sudah cukup dengan hubungan sementara yang entah berhujung menjadi apa perempuan pujaan Dani masih saja mengulur saat Dani mengajak untuk menikah alhasil Dani memutuskan untuk berhenti.

Bukan menyerah dirinya hanya lelah apa salahnya melepaskan mungkin perempuan yang dirinya jaga selama 6 tahun memang bukan jodoh.

"Alhamdulillah.."

Hingga dengan satu helaan nafas Dani berhasil melaksanakan ijab qobul seorang gadis atas nama khairunnisha Hardiansyah.

Jantungnya semakin bertalu dari sebelumnya ketika menoleh kesamping mendapati gadis yang baru diperistrinya duduk dibelakang.

"Dani aku harap kau menjaga anak perempuan ku seperti kamu menjaga nyawa mu sendiri, bimbing dia dengan cara yang baik, gauli dia dengan cara yang mulia atas nama Allah, nafkahi dia, tegur dia dengan cara yang lembut jika dia salah, sayangi dan cintai dia. Jangan sekali kali kamu sakiti hatinya Pulangi dia kepada ku ketika kau tidak sanggup lagi menjadi suaminya"

Pria paruh baya itu mengelap sudut matanya, suaranya bergetar saat menuturkan kalimat terakhir.

"Nisha, kini surga mu adalah Dani. Berbaktilah padanya, layani semua kebutuhannya, jadilah tulang rusuknya yang melindungi marwahnya tutup rapat aibnya, cintai dan sayangi suami mu."

Sang ayah mengusap pucuk kepala putrinya.

"Ayah ingin melihat Nisha mencium tangan suami Nisha sebagai awal bahwa Nisha menghormati suami Nisha, ayah ingin melihat Dani mencium kening Nisha sebagai awal Dani akan memuliakan dan menjaga Nisha."

Dani dan Nisha sama sama mendongak untuk pertama kalinya manik mereka saling bertemu  sebagai suami dan istri.

Dani mengangkat telapak tangannya lantas dengan lembut Nisha meraihnya dan menciumnya dengan lembut tak begitu lama Nisha mengangkat wajahnya Dani membaca  basmallah lantas gantian Dani mengecup kening sang istri, Nisha memejamkan matanya.
***

Pernikahan ini atas perjodohan kedua orang tua kami, atas rasa sakit hati ka Dani kepada mantan kekasihnya, atas rasa bakti ku kepada ayah. Ayah bilang dirinya sudah mulai renta khawatir tidak mampu menjaga ku lagi.

Terdengar menyakitkan memang, tapi aku tetap memenuhi apa yang ayah harapkan, entah kenapa harus mas Dani mungkin yang agah tahu pembawaan mas Dani yang mencerminkan lelaki Sholih yang masih menjaga agamanya di era sekarang banyak pemuda yang hilang arah.

Yang ku tahu mas Dani pria dewasa dengan segala pemikiran matangnya usianya sudah 29 tahun, 7 tahun lebih tua dari ku. Kami pernah bertemu dibeberapa acara seperti waktu itu kami bertemu diacara Aqiqah Kaluna putri kakak perempuan mas Dani di rumah orang tua mereka, di sana juga aku melihat foto mas Dani kecil yang menggendong bayi perempuan, Ka Arum bilang mas Dani sedang menggendong aku yang baru usia 5 hari, foto itu dipajang dinding tangga rumah orang tua mas Dani entah apa tujuannya aku tidak bertanya lebih lagi.

DANISHAWhere stories live. Discover now