Prolog

31 7 0
                                        

Jalanan sepi, pepohonan yang rindang, langit yang mulai gelap. Aku tidak tahu tempat apa ini. Yang ku tahu aku harus segera pergi dari sini. Setiap jengkal yang ku tapaki menyadarkanku bahwa aku masuk semakin dalam. Tiba-tiba gelap menyelimuti, bahkan sejengkal didepan mataku pun aku tak dapat melihatnya. Aku benar-benar takut. Hanya sesekali ada kilatan cahaya yang menampakkan kabut. Kabut, ya hanya kabut. Tapi aku ketakutan. Bahkan jantungku berdegup sangat kencang hingga aku dapat mendengarnya. Aku mencoba memejamkan mata, berharap semua segera berakhir.

Tik tik tik tik

Suara jam dinding menyadarkanku. Aku selamat. Aku menoleh pada sumber suara. Jam dinding itu menujukkan pukul tiga pagi. Masih terlalu dini untuk beranjak. Aku mengambil nafas dalam- dalam dan mencoba memejamkan mata kembali.

"Yang tadi itu hanya mimpi." Gumamku.

Lucid DreamDonde viven las historias. Descúbrelo ahora