Semua kisah berasal dari sebuah sekolah yang memiliki bentuk bangunan seperti kastil. Sekolah yang sudah sangat terkenal dengan prestasinya yang luar biasa dan juga pamornya sebagai sekolah orang terkenal.
Sekolah itu menjadi impian bagi semua mur...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*****************
Bagi sebagian orang menjadi murid di Royal Kingdom adalah hal yang sangat membanggakan. Royal Kingdom adalah sekolah menengah atas yang berisikan murid-murid berkualitas dan memiliki latar belakang orang tua yang sangat penting. Bagi mereka yang sekolah di Royal kingdom dan berasal dari keluarga biasa saja, hal tersebut bisa dijadikan sebagai keuntungan untuk menjalin kerjasama dengan keluarga terpandang disana.
"Sekolah yang bener ya, Dee. Biar kamu bisa dilirik sama anak orang kaya disana. " Goda Ibu Diana.
Diana yang sedang memakai sepatu pun terhenti karena godaan ibunya itu, "Please deh, aku sekolah buat belajar, bukan buat nge-gait anak-anak manja disana. " Ujar Diana risih karena godaan ibunya.
"Sekalian Dee, biar lulus sekolah bisa langsung nikah sama anak konglomerat. "
"Jangan dengerin ucapan ibu kamu Dee. Kamu belajar aja yang benar biar bisa melanjutkan kuliah di Sky college. Kalau sudah sukses baru pikirin cowok." Ujar Ayah Diana yang bergabung di ruang makan. Diana pun menganggukan kepalanya setuju atas ucapan ayahnya.
"Tapi cari cowok juga penting Dee, nanti kalo udah sibuk kerja susah nyari pasangannya. "
"Aduuh bu Dee duluan ya, takut telat. " Ujar Diana mengakhiri pembicaraan ibunya yang mulai menyangkut tentang mencari jodoh.
Ibu Diana mendecak sebal karena respon Diana yang selalu sama yaitu menghindari topik tentang jodoh. Sedangkan ayahnya hanya tersenyum kecil melihat tingkah anak dan istrinya.
*******
Tahun ini adalah tahun kedua Diana di Royal Kingdom, targetnya setiap tahun adalah mendapat kelas unggulan yang dimana guru-gurunya sangat terjamin dan berkualitas. Bagi Diana, Royal Kingdom adalah batu loncatan untuk dirinya agar bisa masuk Sky College. Karena sebagian besar murid yang diterima di Sky College berasal dari sekolah Royal Kingdom. Maka dari itu sejak kelas satu Diana sangat rajin dan mengejar semua nilai sempurna agar ia bisa mendapat kelas unggulan saat kelas duanya.
"Dor! " Ujar seseorang dari belakang Diana. Diana pun menghentikan langkahnya dan memegang jantungnya yang berdetak sangat cepat saat ini. Diana pun membalikkan tubuhnya untuk berhadapan dengan orang yang sudah membuat dirinya kaget.
"Sumpah nyebelin lo ya! Untung gue gak punya penyakit jantung! " Dumal Diana pada Rendra sahabatnya itu. Sedangkan lelaki itu hanya tersenyum lebar dan mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V.
Keduanya pun berjalan bersisian ke tempat mading. Disana terpajang nama-nama murid dan kelas mereka. Diana mencari namanya di kelas XI-1 dan dia pun mengembangkan senyumnya karena terdapat namanya di kelas itu. Usahanya selama ini tidak sia-sia karena dirinya bisa berada di kelas yang ia inginkan. Sebetulnya di Royal kingdom memiliki dua kelas unggulan yaitu kelas bernomor 1 dan 2.
Namun dari kedua kelas tersebut murid kelas bernomor 1 lebih banyak diterima di Sky college. Diana pun mengamati nama-nama teman sekelasnya nanti dan menemukan nama Rendra yang juga sekelas dengan dirinya.
"Kita sekelas lagi. " Ujar Diana senang. Sedangkan Rendra terlihat biasa saja respon lelaki itu hanya bersorak terpaksa. Setelah itu Rendra menarik Diana agar keluar dari area mading yang makin ramai dengan murid Royal Kingdom.
"Nanti kita duduk sebangku ya Ren. "
"Satu bangku berdua? Gak mau ah sempit, Dee kan lebar. " Ujar Rendra terkekeh lalu dihadiahkan jitakan oleh Diana.
"Pertama kita gak duduk satu bangku berdua. Kedua gue gak lebar ya Ren! " Hardik Diana yang hanya dibalas ringisan oleh Rendra dan tak lama kemudia lelaki itu pun tertawa keras.
Diana mengembangkan senyumnya setelah berada di depan pintu kelas yang bertuliskan XI- 1. Satu persatu impiannya akan terwujud dari kelas ini. Saat Diana sedang mengagumi sisi luar kelasnya ia mendengar suara deheman seseorang dari arah belakang.
"Minggir! Tubuh lo nutupin jalan!" Ujar orang tersebut dengan nada sombongnya.
Diana menatap jengah anak lelaki tersebut lalu mengesampingkan tubuhnya agar anak lelaki tadi dan temannya bisa masuk kedalam kelas. Diana tahu siapa anak lelaki tadi dan pengikutnya. Mereka adalah calon anggota penguasa dan lelaki sombong tadi adalah Kaisar calon Ketua Penguasa Royal Kingdom.
"Dia pikir badan gue lebar banget apa sampai dia gak bisa masuk ke kelas. " Dumal Diana setelah Kaisar dan teman-temannya masuk kelas.
Rendra pun menertawakan tingkah Diana dan membuat perempuan itu memberikan tatapan tajam kepadanya agar ia menghentikan tawanya. Tak lama kemudian Rendra pun mengangkat kedua tangannya menyerah karena muka Diana yang sudah berubah menyeramkan.
"Ayo masuk, kalo lo diri di tengah-tengah pintu terus semua murid di kelas ini gak bisa masuk nanti." Ujar Rendra yang masih menggoda Diana.