Under The Rain

372 29 6
                                        

Junhoe melupakannya lagi hari ini. Oh dia mengumpat untuk dirinya sendiri. Panik? Tentu saja. Dia sudah memiliki janji dengan Mingyu malam ini, tapi lihat jadwalnya belum juga selesai. Dia sudah berbicara pada sang manajer untuk mengijinkannya pulang lebih dulu, tapi mendapat sebuah penolakan. Raut frustasi terpampang nyata di wajahnya membuat Bobby yang melihanya mendekat. 

“Ada masalah??” Junhoe mengangguk dan menatap melas pada Bobby yang berusaha menahan dirinya untuk tak menerjang mantan kekasihnya ini dan menenangkannya.

“Jun giliran cepat!” Seruan dari Donghyuk membuat Junhoe mengalihkan pandangannya dan segera menyimpan ponselnya dan segera menuju tempatnya untuk pemotretan. Yah hari ini iKON memiliki jadwal untuk pemotretetan dengan sebuah majalah. Dan dia lupa kalau jadwal hari ini diundur. Yang lebih bodoh lagi dia lupa memberitahu Mingyu. 

“June-ssi tolong lebih fokus” Rasanya Junhoe ingin menangis saja mendengar teguran dari staff. Dia membungkuk sejenak lalu segera membuat dirinya untuk bisa fokus. 

Setelah dua jam akhirnya pemotretan selesai dan Junhoe bernapas lega. Dia segera berpamitan pada manajernya mengabaikan seruan dari para membernya juga. Dia sudah terlambat jadi dia tak punya banyak waktu untuk basa-basi. Dia mengeluarkan ponselnya dan melihat ada beberapa pesan juga panggilan tak terjawab dari Mingyu untuknya. 

“Masuklah” Junhoe sedikit tersentak saat tengah sibuk mengirimkan pesan pada Mingyu, Bobby berhenti di depannya dengan sebuah mobil. 

“Ayo masuk” Kali ini Donghyuk yang memberikan instruksi dan tanpa berpikir dua kali dia segera masuk. 

“Terima kasih” Lirih Junhoe.

“Tak perlu sungkan” Junhoe diam setelah mendenagr Bobby yang membalas ucapan terima kasihnya. Jujur dia sebenarnya takut kalau hal ini akan menimbulkan masalah lain jika sampai Mingyu tahu. 

“Aku turun di depan saja” Ucap Junhoe merasa tidak akan aman kalau dia turuh di depan restoran.

“Kumohon” Pinta Junhoe lagi pada Donghyuk yang menatap aneh padanya. 

“Baiklah” Balas Bobby dengan satu anggukan.

Mobil Bobby berhenti sekitar 100 meter dari restoran tempat Junhoe dan Mingyu membuat janji. Junhoe membungkuk mengucapkan terima kasih pada Bobby dan Donghyuk sebentar. Kakinya berjalan dengan tergesa saat merasakan rintik hujan mulai turun. 

“Sial” Umpatnya saat akhirnya dia sampai di depan pintu masuk restoran. Mengusap sedikit pakaiannya dia mendorong pintu di hadapannya. Ekor matanya berkeliling mencari keberadaan sosok yang sudah menunggunya. Pelan dia menghampiri pria yang terlihat melamun menatap jendela besar dengan sebuah gelas berisi wine di tangannya. Menelan ludahnya sejenak Junhoe akhirnya sampai di hadapan Mingyu yang mengalihkan pandangannya. Seperti seoran maling yang tertangkap basah Junhoe membeku di tempatnya megitu manik milik Mingyu menghujam tepat pada maniknya. 

“Duduklah” Datar itulah nada yang Mingyu berikan padanya. Hati Junhoe mencelos mendengarnya. Apalagi melihat bagaimana Mingyu menatapnya dengan ekspresi yang bisa dikatakan tak bersahabat. 

Makanan sudah tersaji di meja dan Junhoe yakin semuanya sudah dingin. Pemotretannya selesai sangat terlambat dari janjinya dengan Mingyu. 

“Makanlah” Junhoe mendudukkan dirinya tapi tak segera menyentuh makanan yang sudah tersaji di hadapannya. Dia tak memiliki selera untuk makan. Apalagi melihat ekspresi Mingyu sekarang. 

“Maaf” Lirih Junhoe dan Mingyu hanya bisa menghembuskan napasnya. Dia ingin marah, tapi itu bukan hal mudah kalau sudah melihat Junhoe sekarang. 

“Makanlah” Ucap Mingyu lagi.  

“Gyu” Junhoe mengangkat kepalanya melirik Mingyu yang masih memasang wajah datar. 

GyuJunStories to obsess over. Discover now