Jangan lupa kasih bintang yah😋😘
Happy reading..
"Ayolah Chisa.. menikahlah denganku"
"Stop it Jung, kau tidak bisa menikah dengan umurmu yang baru saja pubertas itu"
Ya ampun, benar-benar. Jika saja Chisa bisa lupa bahwa pemuda yang sedang membujuk didepannya ini adalah teman sedari masih didalam perut. Mungkin ia sudah menendangnya keluar planet bumi menuju planet Saturnus dan menyuruhnya menikahi salah satu alien cantik disana.
Entah apa yang merasuki bayi besar ini sehingga ia terus saja membujuk, merayu bahkan memaksa chisa agar mau menikahinya. Yang benar saja, chisa itu masih waras. Terlebih ia masih mengharapkan cinta terbalas dari sang idola Jaemin NCT. Walau ia sadar bahwa presentase kemungkinan terjadi hanya 0,001 persen saja.
"Ayolah Chisa... Aku sangat mencintaimu" rengek Jungkook dengan mata bak anak bayi yang ingin menangis. Dia ini lebih cocok dijuluki balita ketimbang pemuda berusia 14 tahun lebih.
"Kata-katamu barusan membuatku ingin memuntahkan isi perutku. Dari mana kau mengetahui kata itu?" Chisa bersidekap dada, menunggu jawaban dari sang Adam yang kini melipat bibir kedalam.
"Aku mendengar itu saat melintasi kamar Daddy dan mommy semalam. Mereka bilang 'aku mencintaimu' lalu dibalas mommy dengan 'aku juga mencintaimu' kurasa kita berdua juga saling mencintai"
Jungkook menceritakan hal itu dengan raut wajah senangnya. Namun baru beberapa sekon raut wajahnya berubah. Alisnya menukik dengan bibir yang agak dimanyunkan tanda ia kebingungan.
"Kenapa?" Tanya chisa.
"Tapi ada hal aneh setelah itu.. aku mendengar suara seperti orang kesakitan dan jeritan tertahan. Oh ya ampun! Apa Daddy menyakiti mommy? Karena semalam suara mommy sangat kuat"
Chisa sontak saja semakin kebingungan. Sejauh ia mengenal ayah Jungkook, dia tidak pernah melihat atau mendengar tentang paman jeon yang suka melakukan kekerasan kepada keluarganya. Namun bisa saja hal itu terjadi. Paman jeon bertindak kasar namun bisa ditutup rapat. Chisa harus segera menolong mommy jeon, bagaimana pun beliau sudah ia anggap orangtua sendiri.
"Kita harus menyelamatkan mommy. Kita bisa menyerahkan bukti berupa suara yang kau dengar semalam. Kau menjadi saksinya oke. Namun suara seperti apa yang kau dengar? Seperti ini yah 'Argh!! Hentikan! Itu sakit! Hiks.. hiks..' atau suara lain?"
"Ya! Aku mendengarnya! Kata-katamu itu mirip dengan kata-kata momy semalam. Namun ada perbedaannya"
"Apa?"
"Seperti ini suara mommy. Ekhemm.. 'ahnn sakithh.. hnghh too deephhh mphhs' kira -kira seperti itu.."
Tuk! Jika ini adalah anime. Mungkin agaknya Chisa sudah tertimpa batu besar sekarang. Ia menyumpahi kepolosan sibayi ini juga menyumpahi paman dan bibi jeon yang lupa memeriksa apakah sibayi ini sudah tidur atau belum.
"K-kau ini bodoh atau apa?!.. jika sekali lagi kau mendengar suara itu.. tutup kuping dan berpura-pura tulilah!" Kesal chisa sembari berbalik dan meninggalkan jeon kecil itu.
"Hey chisa! Istriku..."
Jungkook berseru. Mengejar chisa dari belakang lalu menyamakan langkah dengannya.
"Jangan memanggilku seperti itu! Dasar bodoh! Kapan kau akan menjadi dewasa sih? Kapan kau belajar menjadi pria dewasa normal yang menyukai susu wanita ketimbang susu pisang encermu itu!"
Menahan kekesalannya yang naik keubun-ubun. Chisa bersidekap dada sembari mengatur pernafasan. Rasa-rasanya Chisa ingin menenggelamkan diri dilaut atlantik, sungguh malu mengucapkan kata-kata vulgar tadi. Bagaimana pun sijeon ini adalah seorang lelaki, dan dia selaku perempuan bisa berucap seperti itu padanya?! Apa kata dunia nanti!
YOU ARE READING
Seriously
Fanfiction"Aku suka susumu" "Sialan!" -adalah ucapan yang pertama kali terlempar dikala Jeon si penyuka susu pisang datang kembali mengisi kehidupan Park Chisa.
