Disebuah laboratorium tertutup di Cina...
"Tikus dan Kelelawarnya sudah dipindahkan?" tanya pria dengan jas laboratorium.
"Sudah pak, saya pindahkan kedalam kotak kaca yang ada di atas meja." jawab pria lainnya.
Terlihat 4 ekor tikus dan 3 ekor kelelawar dalam sebuah kotak kaca yang terpisah, masing – masing dari tikus dan kelelawar itu memiliki nomor di samping perut mereka. #1, #2, #3, #5 untuk masing – masing tikus dan #6, #7, #8 untuk kelelawar.
"Sekarang tolong siapkan kelinci yang kemarin sudah saya minta untuk disiapkan." pinta pria dengan jas laboratorium tadi.
"Baik pak." jawab pria tadi yang lalu bergegas mengambil kelinci tersebut.
Pria dengan jas laboratorium tersebut menuju ke ruang penelitiannya. Setelah masuk keruangan, ia langsung menggunakan masker dan sarung tangan sintetisnya yang berbahan nitril. Setelah berselang beberapa menit akhirnya kelinci yang ia tunggu datang. Setelah kelinci itu datang ia mempersilahkan pria yang membawa kelinci tersebut keluar dari ruangannya dan memberitahu bahwa pria tersebut harus selalu siap ketika ia membutuhkannya.
Sekarang hanya dia dan kelinci dengan nomor kode 09 yang berada di dalam kandang saja yang ada diruang penelitiannya. Ruang penelitian tersebut tidak terlalu besar dan hanya berisi sebuah meja panjang yang berada ditengah dan dikelilingi alat – alat penelitian yang sangat lengkap. Ruangan ini sangat steril.
Sang Ilmuan tadi mulai mengeluarkan kelinci dari kandangnya, dan menyuntikkan sebuah cairan bius yang dapat menidurkan kelinci tersebut. Ia mulai membelah dada kelinci tersebut dan mulai melakukan sebuah penelitian dengan alat pernafasan kelinci tersebut, ia menyuntikkan beberapa cairan kekelinci tersebut. Setelah itu ia menutup kembali bekas sobekan yang ada di dada kelinci.
Setelah penelitian yang ia lakukan terhadap kelinci tersebut, ia lalu menuju keruangan tempat tikus dan kelelawar bekas penelitiannya diletakkan untuk menyimpan kelinci tersebut ditempat yang sama hingga sadar kembali.
Salah satu dari 4 ekor tikus yang ia teliti hilang, entah berhasil lepas dari kandangnya atau sang penjaga yang tidak sengaja atau lengah hingga tikus dengan nomor kode 04 hilang. Sang ilmuan pun kaget dan langsung menghubungi pusat informasi untuk membuat sebuah pengumuman jika seseorang menemukan seekor tikus dengan nomor dibagian samping perutnya agar tidak dibunuh dan dimakan, dan barang siapa yang akan menemukan dan mengembalikannya kepusat penelitian akan diberi imbalan yang sangat besar.
Sementara itu disebuah pulau kecil di bagian utara Indonesia...
Sabtu pagi disebuah rumah yang berada di pinggiran kota, seorang anak SMA yang sedang berada di dalam kamarnya bermain sebuah gim. Kamarnya terlihat sedikit kotor dengan beberapa bungkus sisa makanan ringan dan kaleng – kaleng minuman.
"Yoo.. Dio, antar ibu kepasar dulu." terdengar teriakan dari luar kamar anak tersebut.
Suara tersebut tidak terdengar karena suara dari headset yang dia kenakan terlalu keras. Tidak lama kemudian seseorang membuka pintu kamarnya dan langsung membuka headsetnya. Dio langsung menghentikan gimnya dan langsung menoleh kebelakang, terlihat wajah ibunya yang kesal dengannya.
"Dari tadi dipanggilin ga nyahut. Antar ibu kepasar dulu." pinta ibu Dio dengan sedikit agak kesal.
"Ibu tunggu dibawah, buruan." lanjutnya.
"Iya bu iya, maaf." ucap Dio.
Dio pun bersiap – siap, mengambil jaket hoodie dan kunci motornya. Dan lalu menghampiri ibunya yang sudah menunggu dibawah. Mereka pun berangkat kepasar. Jarak pasar dari rumah Dio tidak terlalu jauh, tetapi karena jalan yang sempit dan sangat ramai membuat perjalanan mereka sedikit agak lama.
Setelah mereka sampai dipasar, ibunya masuk kedalam dan Dio menunggu di depan pasar. Sambil menunggu ibunya, dio menonton video diyoutube.
"Dio? Ngapain yo disini?" tegur seorang anak laki – laki seumuran Dio yang baru keluar dari pasar.
"Eh Gung, ini lagi nganterin ibu gua ke pasar, gua nunggu sini aja sambil youtube-an." Balas Dio.
"Yaudah gua nemenin lu dulu aja sambil nungguin ibu lu keluar." ucap Agung. "Ngomong – ngomong lu udah liat berita belum?" lanjutnya.
"Berita apaan gung?" tanya Dio.
"Asli, lu belum liat? Barusan viral banget, ada tikus kabur dari laboratorium Cina haha, terus pihak laboratorium bikin sayembara buat yang bisa nemuin tikusnya bakal dapat imbalan." jelas Agung sambil tertawa. "Laboratoriumnya terkenal banget sih di Cina." lanjutnya.
Dio masih berusaha menangkap perkataan Agung, tidak mungkin hanya karena seekor tikus lepas sampai pihak laboratorium terkenal di Cina sampai membuat sayembara untuk siapapun yang menemukannya.
"Lucu ga sih menurut lu, tikus hilang sampai sebegitunya, ga mungkin kan tikus itu habis makan emas salah satu peneliti terus kabur haha." tanya Agung sambil tertawa.
"Normalnya pasti lucu sih, tapi lu bayangin ga kalau misalnya, tikus itu habis digunakan untuk ngelakuin eksperimen berbahaya dan lalu lepas?" balas Dio.
Kondisi Laboratorium Saat Ini...
Seorang kepala pusat penelitian laboratorium tersebut langsung mengadakan pertemuan dengan tim peneliti yang melibatkan tikus tersebut dengan beberapa staf laboratorium.
[[Bersambung...]]
YOU ARE READING
Deadly Crown
Science FictionReleased: 2020 Status: Ongoing Type: Story Genres: Sains-Fiction, Fantasy Updates: Thursday Chapters: - Sinopsis: Sebuah cerita fiksi yang menceritakan tentang penelitian untuk menemukan sebuah vaksin untuk penyakit yang diperkirakan akan mendatangk...
