Lagi-lagi kehidupan membosankan dan usaha untuk menjadi sosok yang dewasa akan dimulai
—————————————————————
"Mah Raka berangkat dulu ya, assalamualaikum."
"Iya nak, hati hati di sana."
Hari pertamaku berangkat ke sekolah baru setelah lulus dari SMP, lalu melanjutkan ke salah satu SMA yang cukup terkenal di tempat ini.
Sambil menuju sekolah perasaan berbeda karena berada di tempat yang cukup asing membuat mata tak mampu berkedip, diiringi suara knalpot motor dan ramainya orang- orang berjalan membuat tak sabar ingin cepat masuk kelas lalu duduk dan memperhatikan pelajaran yang begitu membosankan.
Sesampainya di sekolah aku mencari tempat untuk meletakkan motor ku di tempat parkir.
"Ahhh sial, gara-gara abis bensin jadi gk kebagian parkir di tempat yang enak buat ngeluarin motor" celotehku.
"Hei nak cepat ke kelas bentar lagi telat mau masuk" ucap seseorang di belakangku, ternyata pak satpam. Satpam itu bernama pak Anto. "Ehh iya pak, ini mau ke kelas kok"
Setelah itu aku memasuki ruangan yang sebelumnya telah ditentukan tertulis "X MIPA 3"
"Huffttt untung belum telat"
"Astaghfirullah ini harus gimana pertama masuk kelas, nanti sebangku sama siapa duhhh." Nethink yang sedang ada dalam pikiranku saat itu.
Akhirnya dengan persiapan mental karena telah mandi bunga 7 hari 7 malam aku masuk saja. Ahh cukup lega setelah memasukinya
Aku memilih tempat duduk di pojok kanan bangku ke 3, dan kebetulan sebangku dengan teman dekatku waktu smp.
Canggung, grogi, malu. Semua seperti teraduk rata.
Ada yang aneh, muridnya seperti lebih dari 40. Namun ruangan kelasnya cukup besar, sehingga banyak murid pun tak terlalu gerah mungkin karena ada kipas angin juga di setiap sudut ruangannya.
Seorang guru masuk, semua siwa rapi dan guru itu pun memperkenalkan diri.
"Selamat pagi semuanya, baik pertama-tama perkenalkan nama ibu adalah Eva Fauziah. Biasa dipanggil ibu Eva. Ibu akan menjadi wali kelas kalian untuk satu tahun pelajaran ini. Baik ibu absen dulu dan kalian harus memperkenalkan diri serta hobi, asal smp, alamat dan kalian boleh bertanya kepada teman kalian ya, sebelum itu, sebetulnya kelas ini berisi dari kelas X MIPA 3 dan X MIPA 6, karena sekolah kita masih dalam pembangunan ruangan kelas sehingga beberapa kelas disatukan dulu dalam satu kelas."
"Baik ibu absen dulu ya."
Aku menepak bahu Samsul. Oh iya Samsul temanku dari SD, kita masuk SMP yang sama namun beda kelas, dan masuk SMA yang sama dan kebetulan sekelas.
"Yaelah pantes ya Sul banyak gini muridnya, ternyata kelas kita di satuin gini. Nanti kita satu kelas gk ya?"
"Gpp gpp, banyak cewe jadi santai aja bro."
"Yeee dasar."
Bu eva terus mengabsen dan murid lainnya mendeskripsikan dirinya masing- masing dan tiba akhirnya diriku dipanggil.
"Raka Setiawan"
"Hadir bu"
"Silahkan perkenalkan diri kamu"
"Euhh nama saya Raka Setiawan, berasal dari smpn 1 sukaraja. hobi saya olahraga dan bela diri dan alamat saya tinggal di Villa Adi Prima. Terimakasih"
Untung tidak ada yang bertanya lagi, mungkin karena masih belum kenal satu sama lain, meskipun ada temen sekolah ku waktu smp yang kebetulan sekelas.
"Baik absennya sudah selesai. Menurut kepsek hari ini tidak ada pelajaran dulu, kalian bisa gunakan waktu ini untuk memperkenalkan diri ke teman-teman kalian ya."
"Baik buu.." sekelas serentak menjawab
Banyak juga orang-orang yang sekelas denganku ternyata satu smp denganku. Tidak terlalu sulit untuk berkenalan, di SMP aku lumayan terkenal karena tingkah laku yang lumayan nakal dan bandel.
"Adennn..."
Aden, salah satu panggilan yang melekat padaku waktu kecil, aneh emang dari Raka=Aden. Tapi sudahlah yaa.
Terdengar panggilan khas yang sepertinya tertuju untukku. Seorang wanita, ternyata teman SMP ku. Namanya Jelsa.
"Ehh Jel, kirain gk sekelas ternyata sekelas dong ahaha"
"Masuk SMA ini ternyata, kebetulan lagi sekelas ya. Bisa gini." Lanjutnya lagi.
"Ehh iya, kebetulan kan dari SD sudah sering ngikutin kegiatan salah satu ekskul di sekolah ini. Jadi kebetulan aja pengen lanjut kesini."
"Baagus dehhh, semangat sekolahnya dennn"
"Asiap kojel ahahaha"
Dia adalah temanku dari kecil mulai dari TK, SD, Sekolah agama, SMP bahkan SMA ini, ditambah orang tua kami juga saling kenal. Jadi tak heran aku begitu dekat dengannya.
"Ka, cewenya pada lumayan ya.. hehehe"
"Iya iya iya gimana lu aja dehh. Eh kira-kira nanti gue satu kelas lagi gk ya? Kan katanya nanti dipisah lagi. Ahh gk asik ya bro."
"Gk tau, moga aja dipisah males gue sebangku sama sadboy, fakboy, badboy kayak lu Ka ahahaha."
"Yeee mana ada anjir gue gitu ahahaha."
Bersambung~
YOU ARE READING
Love Story in High School
RomanceSeorang lelaki yang baru lulus smp memasuki sebuah SMA favorit di salah satu kotanya dan bertemu dengan wanita yang bermata dingin dan misterius yang mampu membuatnya jatuh cinta.
