We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

STRONG WHY KAMU!

1 0 0
                                        

#tugas_1
#Wl_keren

Sewaktu SD saya hobi membaca buku atau sekedar menulis cerita. Referensi selalu ada di manapun, dari film kadang membuat otak saya memiliki bermacam-macam ide jalan cerita yang selalu berbeda.
Sehingga cerita-cerita yang saya tulis tak pernah terselesaikan, karna ide baru terus-terusan muncul bagai tak ada habisnya.

Saya yakin penulis lain juga mengalami masalah seperti ini. Di mana cerita pertama belum selesai..eh ada ajh ide baru datang.

Saya korban Bullying karna tak mampu dalam ekonomi, seragam SD selalu kucal tak pernah distrika, tak mampu membeli buku sekolah, sehingga sama sekali tidak pernah tau kalau ada pr dari guru. Dari teman kelas merekapun menjauhiku.

Buku dan pensil adalah temanku, disetiap halaman belakang buku pasti ada coretan sajak puisi yang kutulis disana.

Menginjak SMP saya dapat seorang teman yang memperkenalkan pada dunia menggambar. Hingga
menulis dan menggambar menjadi hobi baru. Setiap buku pelajaran selalu ada catatan diary dengan gambaran sesuai isi hati saat itu.

3 Tahun berlalu, seragampun mulai berubah dari putih biru menjadi putih abu-abu, di sana malah tak dapat teman dari awal kelas 1 SMK...
Lagi...buku dan pena yang menemani untuk 3 tahun ke depan. Buku tebal bersampul jingga baru saja kubeli dan langsung terisi catatan diary pertama, ia menjadi saksi kesedihan, kesalahan, kebahagian, doa semua momen saya tulis dalam buku jingga itu. Kemanapun perginya buku jingga itulah yang mendampingi.

Saya sempat berhenti menulis diary maupun cerita di tahun 2019. Namun, membaca masih saya lakukan.

Pada pertengahan tahun, muncul perasaan tak suka pada seorang penulis di wattpad bukan personal, melainkan pada cerita yang dibuatnya.

Ia menuliskan kisahnya yang berhubungan dengan kekasihku, ya, rasa iri dan egois yang ada pada diriku sempat menyuruhnya untuk menghapus cerita itu.

Kejadian itu membuatku ingin kembali menulis mengisahkan kisah cintaku sendiri, tak peduli rating pembaca yang harus tinggi, banyaknya voting maupun ada tidaknya sebuah kritikan, saya menulis karna mau.

Namun, untuk menjaga konsistensiku agar terus berada di jalan menulis itulah yang susah untuk dipertahankan.

Dari dulu saya punya impian satu buku saya ada yang bisa mejeng dideretan rak toko buku gramedia, atau cetak buat saya sendiri juga tak apa untuk dibaca anak cucu.
Saya juga pernah dimarahi hanya karna membaca novel, bukanya membaca buku pelajaran yang lebih berguna untuk sekolah saya.

Saya tiba-tiba teringat kenangan lama sewaktu kecil, dengan senangnya saya menunjukan cerpen yang saya tulis pada Bapak "pa, nanti desi mau nerbitin buku dan terkenal biar bisa kaya"
Dan langsung mendapat dukungan penuh dari orang tua.

Sampai sekarang masih harus banyak belajar lagi.
Sekian

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 24, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Semua ide saya dalam ikut even cerpenStories to obsess over. Discover now