"Pertengkaran dan tangisan, dua hal yang ku benci karena itu adalah awal untuk akhir kebahagiaanku"
~¤ Cessy ¤~
.
.
.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
َلرَّحْمٰنُۙ
ar-raḥmān
عَلَّمَ الْقُرْاٰنَۗ
'allamal-qur'ān
خَلَقَ الْاِنْسَانَۙ
khalaqal-insān
عَلَّمَهُ الْبَيَانَ
'allamahul-bayān
Lantunan ayat suci Al - Qur'an terdengar sangat merdu, suara itu berasal dari kamar seorang gadis bernama Cessy (Eci). Gadis itu sedang membaca surat Ar - Rahman. Namun bacaannya terhenti karena mendengar perdebatan antar kedua orang tuanya.
"Mah pokoknya minggu ini kita harus segera terbang ke Aceh"
"Ngapain sih pah? Mamah itu lagi sibuk tau, ganggu aja"
"Mah mertuamu lagi sakit disana, apa kita tega sebagai anak?"
"Iya pah mamah tau, tapikan papah tau sendiri perusahaan mamah lagi ada project besar"
"Emangnya ngga bisa ditunda dulu? Ini masalah keluarga mah, lebih penting dari pekerjaan"
"Pah ini project besar jadi ngga bisa di tunda"
"Ooo... jadi mamah lebih milih pekerjaan dibanding keluarga, mulai sekarang mamah ngga usah kerja lagi !!!"
"Apaan sih pah tiba - tiba nyuruh mamah berhenti kerja"
"Mah tulang punggung keluarga itu tugas papah, lagian toh kita ngga kekurangankan"
"Ngga pah, mamah ngga mau berhenti kerja kalo gitu percuma dong mamah sekolah tinggi"
"Mah ilmu itu ngga cuma untuk kerja, kalo mamah tetap kukuh ngga mau ikut ke Aceh mending kita pisah"
"Pah mamah kerja juga buat keluarga kita"
Praak
Suara bantingan terdengar.
"Papah tau ngga semua proposal perusahaan itu ada dilaptop ini"
"Papah sengaja mah, pokoknya mamah harus berhenti kerja"
"Ngga pah mamah milih tetep kerja, mending papah pergi aja kita pisah"
"Oke kalo itu keputusan mamah, papah harap mamah ngga menyesal"
"Ngga akan pah, keputusan mamah udah bulat"
Setelah itu papah Eci pun langsung pergi meninggalkan rumah. Kini tinggal isak tangis dari mamah Eci yang sebenarnya ia tidak rela harus pisah, namun egonya lebih memilih pekerjaan.
Didalam kamar pun Eci menangis tak menyangka mamahnya akan seegois itu, lebih memilih pekerjaan dibandingkan keluarga.
"Ecii sayang kamu belum tidur nak?"
Eci hanya diam tak sanggup menjawab pertanyaan mamahnya. Ia pun menenangkan dirinya dengan menuangkan perasaannya melalui goresan cat pada kanvas.
Yaa Eci kini sedang melukis karena dengan itu ia akqn merasa lebih tenang, namun mamahnya selalu tidak mengizinkan ia melukis karena menurut mamahnya melukis tidak ada gunanya, melukis tidak dapat menjadikan dirinya sukses dan beberapa kata lainnya yang kadang membuat hati Eci sakit karena bakatnya tak pernah dianggap oleh mamahnya sendiri.
DU LIEST GERADE
Nada - Nada Suci
Jugendliteratur"Nada - nada itu begitu indah dan suci hingga mampu mengetuk hatiku yang telah lama jauh dari Nya". Begitulah kata yang mampu mewakili hati gadis cantik bernama Cessy (Eci) namanya memiliki arti penuh kedamaian, namun kenyataan tak sejalan dengan ha...
