Prolog

201 74 45
                                        

Embun tidak perlu warna untuk membuat daun jatuh cinta, sama dengan aku yang tidak perlu alasan untuk membenci takdir.

Sudah terlalu lemah untuk berharap kepada sang takdir, sudah terlalu lelah untuk menuntut takdir, sudah terlalu sulit percaya apa itu takdir.

Menahan gemuruh jiwa yang ingin di adili oleh dunia, hati yang terus menangisi raga yang tidak berhenti kecewa menahan luka.

Apa ini takdir ku?

























Destiny,
18 Maret 2020.

Destiny (REVISI) Where stories live. Discover now