Embun tidak perlu warna untuk membuat daun jatuh cinta, sama dengan aku yang tidak perlu alasan untuk membenci takdir.
Sudah terlalu lemah untuk berharap kepada sang takdir, sudah terlalu lelah untuk menuntut takdir, sudah terlalu sulit percaya apa itu takdir.
Menahan gemuruh jiwa yang ingin di adili oleh dunia, hati yang terus menangisi raga yang tidak berhenti kecewa menahan luka.
Apa ini takdir ku?
Destiny,
18 Maret 2020.
YOU ARE READING
Destiny (REVISI)
Teen Fiction"Biarkan aku terbang di langit sendu si malam untuk membuat gelapmu menjadi terang" Will destiny be able to unite wave and stars?
