"Harum mawar ditaman, itulah dirimu."
Puan yang memberikanku kerinduan hangat, dalam penantianku diruang tunggu.
Ada syair yang lebih panjang dari sebuah penantian, yang tak habis kutuliskan pada lembar kerinduan.
Seperti lembar terakhir pada sebuah buku, padamu pulangku menuju.
Dengan segala rasa yang sederhana seraya kupetik gitar ini, aku ingin memuisikanmu sebagai sebuah anugerah terindah.
Suatu saat nanti akan ada satu musim, dimana kita merindukan suara hujan, angin basah, dan saling memeluk dibawah satu payung.
Tuhan menjagamu, dariku yang jatuh hati kepadamu.
Ombagss
KAMU SEDANG MEMBACA
Puan
PoetryPuisi ini saya dedikasikan untuk wanita pujaan hati saya, Miracel Prista Natalia. Yang sudah mengajarkan saya ketulusan cinta yang sederhana dan perjuangan yang menjadi berkat. Selamat membaca :) Rahayu 🌻
