Hai namaku Sherin Novela Zelia,aku lahir di Bandung pada tanggal 17 Januari 2001 Ibuku seorang Dokter Umum dia bekerja di salah satu Rumah Sakit Bandung,Ayah ku hanya pegawai kantoran biasa dia bekerja di salah satu Kantor daerah Margahayu Bandung,aku mempunyai seorang adik yang bernama Naufal Azreal dia berumur 10 tahun dia lahir di Garut pada tanggal 26 November 2006.Mungkin cukup aku memperkenalkan keluargaku kepada kalian tidak ada yang spesial di keluarga kecil ini.Setiap pagi ibuku membangunkan aku dan adik ku untuk pergi sekolah itupun kalo ibuku tidak lembur di Rumah Sakit,sebelum pergi ke Rumah Sakit Ibuku selalu menyempatkan waktu untuk membuatkan sarapan untuk Ayah,aku dan adiku,jika tidak sempat sarapan maka ibu akan membuat bekal untuk aku dan adiku makan di sekolah.
Hari Ini adalah hari liburku,aku baru saja lulus dari sekolah menengah pertama (SMP) minggu kemarin ayahku mendaftarkan ku untuk lanjut sekolah di salah satu sekolah swasta di Bandung.Sebuah bencana bagiku masuk sekolah swasta,teman temanku di SMP mereka lebih banyak masuk sekolah Negeri mungkin memang sudah seharusnya aku masuk sekolah swasta mau gimanapun aku harus melanjutkan pendidikan ku ayahku sudah mendaftarkan ku untuk sekolah meskipun swasta aku harus menerimanya demi masa depanku nanti.
"Senin besok kamu mulai sekolah kak " ucap ayahku sambil membuka pintu kamar ku
"Iya ayah" jawab ku masih membaca novel favorit ku
"Sudah makan malam?" Tanya ayahku di ujung pintu
"Tidak mau makan,aku ga laper ayah" ucapku menoleh
"Oh oke,tapi kamu harus makan loh nanti Senin kalo ga masuk kamu ga bisa ikut ospek" ucap ayah sambil menutup pintu
Setelah itu,aku kembali focus pada novelku.Tak lama aku mendengar suara ketukan dari arah pintu kamarku
"Iya bentar" ucapku
Lalu aku membuka pintu kamarku dan
"Kak jangan lupa makan nih" ucap Adik ku memberikan sebuah piring berisi ayam dan nasi
"Tumben ngasih ini buat aku" ucap ku
"Kalo ga makan nanti kurus terus jelek" ucapnya
"Apaansih udah sana pergi" ucapku
Ketika aku akan menutup pintu kamar adik ku berlari ke dalam kamar lalu teriak
"Ibu ayah aku tidur sama Kaka malam ini" ucapnya lalu mencari posisi untuk siap siap tidur
"Kenapa disini?" Ucapku dan meletakan piring yang tadi adiku berikan
"Jagain Kaka biar Kaka makan" ucapnya lalu menatap ku
"Tumben,kamu ada maunya?" Ucapku malas
"Ga kok cuma pengen disini emang gaboleh ya?"
Lalu aku menarik kursi di dekat meja belajar ku lalu memakan makanan yang tadi adiku berikan.
"Aku kesel dek" ucapku sambil mengunyah makanan tadi
"Hmm" ucapnya setengah sadar
"Dek dengerin kek,mau cerita nih" ucapku kesel
Memang adikku masih kecil,tapi bercerita dengannya membuat sedikit lega meskipun dia tidak paham apa yang sebenarnya aku ingin ceritakan.
Setelah itu aku memutuskan untuk menyimpan piring ke dapur, aku melihat di meja makan sudah tersusun rapih dan bersih mungkin ibuku sudah membereskannya lalu Ibu dan ayahku pergi untuk tidur, Ibuku memang wanita tangguh yang kuat meskipun dia sibuk tapi dia tidak pernah mau memakai jasa orang untuk meringankan pekerjaan rumahnya kata ibuku dulu "ini rumah ibu,ibu yang harus bereskan rumah ini,selagi kita mampu dan kita bisa untuk membereskan sendiri tidak harus menggunakan jasa orang lain lalu ibu membayarnya itu cuma buang buang uang" ucap ibuku dulu.
Pada hari itu aku langsung menyusul adik ku untuk tidur.
pada pagi harinya aku melihat ke sebelah ranjang tidurku aku tidak melihat adikku di ranjang tempat tidur ku,aku melihat pada jam dinding yang di pasang di dekat meja riasku lalu aku membuka tirai jendela dan melihat sinar matahari masuk ke dalam kamarku.
"Pagi ayah pagi ibu" ucapku
"Hai pagi duduk sarapan ibu udah bikinin kamu roti isi keju kesukaan kamu" ucap ibuku
Ini adalah hari Minggu ibuku dan ayahku tidak bekerja karna ini adalah hari libur,setiap hari Minggu adalah waktu untuk menghabiskan bersama keluarga bercerita,menonton film,atau joging bareng keliling komplek.
"Tumben udah bangun kak" itu celetuk ayahku
"Ada janji mau pergi" ucapku sambil memakan roti
"Mau kemana?" Ucap ibuku duduk di sebelah kursi ku
"Ana ngajak main sama rumi Bu, tujuannya masih tanda tanya gatau kemana"
"Yaudah hati hati jangan pulang terlalu malem ya" ucap ayahku
Aku mengangguk membalas ucapan ayahku.
Cukup lama aku berbincang dengan ayah dan ibuku di meja makan aku langsung pergi untuk mandi dan bersiap siap untuk pergi bersama ana dan Rumi teman ku.
Tak lama dari itu temanku datang,aku memutuskan untuk pergi ke salah satu Mall di daerah kota Bandung.
Tak lama berjalan kami merasa lapar dan memutuskan untuk makan di sebuah rumah makan bebek penyet langganan ibuku dan ayahku.
"Tau tempat ini dr mana Rin?" Ucap ana padaku
"Ayahku sering ngajak ibuku buat makan disini na"
"Terus?"
"Hah gimana?" Ucapku
"Bentar lagi sekolah,apa harapan kamu Rin di sekolah baru?" Kali ini ucap Rumi
"Ntah aku cuma pengen ngerasa nyaman aja gitu,ya termasuk Kaka kelasnya ganteng ganteng"
"Halah kebiasaan banget sih Rin" ucap Rumi
Aku tertawa.
Tak lama dari itu Abang penjual bebek penyet datang membawa makanan yang tadi kami pesan.Kami berbincang,becanda,lalu tukar cerita,sekilas tentang temanku Ana dan Rumi mereka adalah temanku di SMP 3tahun tanpa bosan aku selalu bertemu mereka sempat kelasku di pecah tetapi kita selalu saja ada di kelas yang sama tidak pernah terpecah.Mungkin ini pertama kalinya aku dan mereka berpisah (tidak satu sekolah).
Ana,nama aslinya Riana Marshela Lahir di Serang Banteng pada tanggal 23 Mei 2000 dia adalah anak dari 2bersaudara,adik Ana seorang anak perempuan yang tidak jauh beda sifat dengannya,ibunya adalah seorang disainer baju ayahnya meninggal dunia saat ana masih sekolah di bangku 4 SD.
Rumi,nama aslinya Arumi Ayu Rengganis Lahir di Bandung pada tanggal 26 Februari 2000 dia adalah anak pertama dari 4bersaudara adiknya bernama Alika,arnia,dan destria aku cukup dekat dengan beberapa adiknya karna aku selalu memberikan permen kapas untuk beberapa adiknya,itupun kalo aku punya permen ehehe ibu Rumi adalah seorang guru di salah satu sekolah dasar di Bandung dan ayahnya bekerja di kantor arah pasteur.
Tidak banyak yg aku tau tentang ana dan Rumi mungkin hanya itu yang bisa aku ceritakan.
Temanku banyak tidak hanya Ana dan Rumi,ada Bella,Ira,Amel dan sinta,mungkin Ana dan Rumi yang paling dekat denganku maka dari itu Ana dan Rumilah yang aku tahu ceritanya.
Bingung akan berjalan kemana,aku,ana dan Rumi langsung menaiki angkutan umum untuk kembali kerumah. Aku turun di depan komplek arah rumahku lalu berjalan sebentar mengarah ke rumahku,setelah sampai aku membuka gerbang dan menyimpan sepatu ku lalu aku membuka pintu dan mengucap salam kepada ibuku
"assalamualaikum" ucapku
"Waalaikumsallam" ucap ibuku
"Pusing Bu cape" ucap ku duduk di kursi sebelah ibuku
"Ibu sendiri?Ayah sama Naufal kemana?"
"Pergi tadi Naufal nangis minta mainan"
"Terus ibu kasih?"
"Ayah yang ngasih kan ibu diem di rumah"ucapnya
Lalu aku tertawa mendengar candaan ibu.
aku rasa sudah cukup aku berbincang dengan ibuku lalu aku pergi ke kamarku. Aku menaruh tas dan melepaskan jaket lalu aku gantung di belakang pintu kamarku. Setelah itu,aku berganti pakaian lalu aku bermalas-malasan di kamarku.
Sudah pukul 09:00 malam ibuku masuk ke dalam kamarku lalu menaruh seragam sekolah yang sudah rapih digantung di belakang pintu kamarku.
"udah Ibu siapin ya,Ibu gantung di belakang pintu kamar kamu" ucap nya
"Iya Ibu makasih" ucapku
"Kamu udah siapin buku sama pensil buat besok?"
"Sudah Bu"
"Besok ospek jangan dulu kamu pakai seragam putih abu nya ya"
"Ya Ibu"
"Jangan main Handphone terus sekarang kamu tidur"
"Ok good night ibu"
"Iya selamat malam"
Ibu pergi dan mematikan lampu di kamarku lalu menutup pintu.
"Oke ibu"
YOU ARE READING
Peran Utama Yang Hilang
Teen Fiction"Kamu harus sama aku gaboleh sama yang lain" ucapku "iya saya nurut aja" ucap dia "ko gitu" ucapku "kalo ga nurut nanti saya di cubit sama kamu"ucapnya aku tertawa. kamu sederhana yang bisa membuat aku bahagia,walaupun hanya sementara.
