Di kota Daejeon ada bengkel yang cukup besar yang bernama Brothersome Garage yang merupakan bengkel keluarga turun temurun hingga saat ini, yang juga menjadikan bengkel ini termasuk salah satu bengkel terbaik di kota tersebut, selain memberi pelayanan yang baik, bengkel Brothersome Garage ini termasuk bengkel yang unik bergaya vintage, berbeda dengan bengkel yang bergaya modern seperti sekarang ini.
Bengkel Brothersome Garage saat ini sedang dijalankan oleh dua saudara lelaki yang bernama Jeongyeon dan Chaeyoung, dalam keseharian jeongyeon sibuk bekerja memperbaiki kendaraan pelanggan yang datang dan juga membantu mengawasi para pekerja di bengkel milik keluarga mereka ini, karena paman mereka yang biasanya mengontrol dan membantu menjalankan bengkel ini sedang mengerjakan proyek lain, dan adiknya chaeyoung terkadang juga sering ikut membantu jeongyeon dalam mengurus bengkel. Jeongyeon adalah seorang pria yang cerdas lulusan teknik mesin dari salah satu universitas ternama, setelah lulus kuliah ia langsung bekerja di bengkel keluarganya. Dan adiknya bernama Chaeyoung seorang pelajar SMA yang berumur 16 tahun, yang sedang menunggu restu dari abangnya jeongyeon untuk diperbolehkan ikut audisi traine di JPY entertaiment, karena cita-cita mau menjadi idol yang baik dan terkenal dan kalau sudah jadi idol di agensi JPY nantinya bisa jadi sering ketemu dengan Twice, inti sebenarnya karena chaeyoung fans beratnya Twice (once).
Pada sore hari ini dengan cuaca yang tidak seberapa cerah seperti biasanya, tiba-tiba rintik hujan jatuh hingga akhirnya hujan turun deras dan bengkel sepi tidak ada tanda pelanggan datang, karena itu para pekerja bengkel mulai beristirahat ke belakang, dan jeongyeon pergi ke ruangan lain untuk mengurus urusan bengkel, sedangkan adiknya chaeyoung beristirahat dan masih tetap di tempat biasa mereka bekerja memperbaiki kendaraan pelanggan.
Tak lama kemudian ada seseorang mencurigakan di luar berjalan perlahan seperti mau menuju ke bengkel, chaeyoung yang melihat itu membuatnya terdiam dan hanya melihat sosok orang tersebut semakin dekat, saat itu cuma chaeyoung yang berada di disana dan ia merasa ketakutan karena menurut chaeyoung sosok yang ia lihat menurutnya seorang yang menyeramkan dengan pakaian jas hujan besar yang serba hitam bahkan wajahnya juga tertutup masker.
"Hyuung!!! Cepat kemari! Cepaat!!" teriak chaeyoung.
"Ada apa? Kenapa teriak?" tanya jeongyeon langsung menuju tempat chaeyoung.
"Hyu.. hyuung coba lihat seorang pria yang disana itu?! dia semakin dekat kemari, dia seperti seorang pembunuh hyung! mungkin dia ada menyembunyikan benda tajam di jas hujannya." takut chaeyoung.
"Kira kenapa sampai teriak begitu, itulah kebanyakan nonton film gituan, setelah nonton takut. Dia cuma orang biasa yang memakai jas hujan, dan dia ke arah kemari mungkin mau meminta bantuan untuk memperbaiki mobilnya yang berada di sekitar sini, gimana dulu adik lelaki ku satu ini, si kecil simba haha." senyum jeongyeon.
"Hyung aku bukan si kecil simba lagi aku sudah SMA tahu huuh!"
Lalu jeongyeon pergi meninggalkan chaeyoung dan pergi mendekat pada seseorang yang memakai jas hujas besar tersebut yang sudah sampai di bengkelnya.
"Ada yang bisa kami bantu?" tanya jeongyeon.
Lalu suara seorang wanita yang terdengar mejawab
"Tolong saya.. mobil saya tidak bisa hidup, handphone saya mati.. saya sedikit berjalan dan syukur..lah ketemu dengan bengkel disini." wanita tersebut seperti sudah sangat kedinginan hingga langsung memberikan kunci mobilnya pada jeongyeon.
"Baik, maaf silahkan masuk saja dulu ke dalam dan tunggu di dalam ruang tunggu agar anda lebih nyaman, mobil anda percayakan kepada kami, kami akan langsung kesana menderek membawa mobil anda kemari untuk segera kami perbaiki." penjelasan jeongyeon.
Chaeyoung tidak takut lagi karena sudah tahu bahwa dia seorang perempuan biasa dan langsung bergegas mengantar perempuan tersebut ke ruang tunggu.
"Maaf handphone saya sudah habis daya, boleh saya charger disini?" tanya wanita tersebut.
"Silahkan charger saja di sini, dan ini handuk bersihnya juga, kalau ada yang diperlukan lain bisa beritahu saya, saya berada di luar ruangan." jawab chaeyoung yang sudah siap siaga menaruh handuk bersih karena ia melihat wanita tersebut sangat kelihatan kedinginan.
"Baik, terima kasih Chae.. Chae..young." wanita itu berusaha untuk melihat nametag laki-laki dihadapannya tersebut yang mengenakan seragam SMA.
"Sama-sama noona." jawab chaeyoung keluar dari ruangan dan belum mengetahui wajah wanita tersebut.
Tanpa terasa waktu sudah menujukkan pukul 8 malam dan akhirnya jeongyeon telah selesai memperbaiki mobilnya, para pekerja lain sudah pulang duluan dari tadi karena tidak ada pelanggan yang datang lagi, di bengkel hanya tinggal jeongyeon, chaeyoung dan pelanggan wanita misterius tadi. Lalu jeongyeon menyuruh chaeyoung untuk beritahu wanita tadi bahwa mobilnya telah selesai diperbaiki dan sudah boleh pulang.
Chaeyoung segera ke ruangan tunggu untuk memberitahu pelanggan wanita tadi, saat masuk chaeyoung melihat wanita tersebut sedang memutus saluran handphone nya dan melihat ke arah chaeyoung, chaeyoung terdiam sejenak dan hatinya sangat terkejut ketika ia tahu wanita yang berdiri di hadapannya sekarang..
"Noona na na nanay Naayyeeoon!!!?!!?Twice?!!" Teriak Chaeyoung apa ini mimpi.
.
.
.
.
.
Ini pertama kalinya membuat cerita,
Rasanya ingin menyelesaikan ini hingga akhir meskipun tidak tahu nanti kedepannya bagaimana,
Mohon maaf pastinya masih banyak kekurangan dan mungkin ada kesalahan yang mungkin tidak disadari,
Jika anda ada membaca cerita ini dan memiliki kritik atau saran atas cerita atau penulisan ini boleh ditulis di komentar, agar penulis lebih baik dan belajar,
Membuat cerita ini karena menyukai Twice❤ dan terkadang suka membaca fanfic twice jadi ingin coba menulis, dan ide cerita ini murni dari hasil pikiran penulis
Terima kasih
19
VOUS LISEZ
I Want Us (2yeon)
Fanfiction"Haha bagaimana agar kamu bisa diam sebentar, apa harus ku peluk?"-jeongyeon "Eeh?!"-nayeon Lelaki yang hidupnya tak pernah tertarik akan dunia kpop yang marak saat ini, hingga ia bertemu seorang gadis ceria di bengkel yang sebelumnya ia tidak tahu...
