NOTE PENTING : Cerita Pendek Anicraft ini adalah "Filler", dimana tidak offcial masuk ke cerita "Anicraft Series"
Tapi karakter2 dan berbagai Cerita penting disini akan tetap terhubung di "Anicraft Series"
"Ehmmm..." Seorang gadis perempuan terbangun dari tidurnya. Dia terduduk diam diatas tempat tidurnya. Lalu, berdiri dan berjalan menuju arah jendela. Dia menatap langit malam yang begitu indah dengan ribuan bintangnya. Gadis bergaun biru muda itu tersenyum. Terlihat rambut cokelat kemerahannya tertimpa angin sepoi sehingga begoyang perlahan.
Namun keheningan malam itu berubah ketika ada keributan diluar kamarnya. Gadis itu terdiam di tempat. Dia ketakutan karena seseorang mencoba mendobrak pintu kamarnya yang terkunci rapat.
BRAAK! Pintu itu berhasil di dobrak oleh sosok di depan gadis itu. Dia tersenyum sinis kepadanya, "Akhirnya aku menemukanmu."
"Apa yang ingin kau lakukan kepadaku?" Gadis itu mundur perlahan. Namun perkataan itu tidak digubris olehnya, malah ia mendekati gadis itu perlahan-lahan. Semakin lama, dia semakin dekat. Sehingga gadis itu berteriak, dan kini tidak tahu apa yang terjadi kepadanya.
•
•
•
•
FULL STORY – ANICRAFT SERIES
PART 1 : Awal Perjalanan
Character by Romansyah, Azuya Surya, Blanemist, Hudacho, dkk.
Story : Amalia Farissa Devy
•
•
•
•
Ketika sore itu, para Anicraft sedang perjalanan menuju desa selanjutnya dengan melewati sebuah hutan. Pohon demi pohon mereka lewati di hutan itu. Namun mereka ketambahan 1 orang, yaitu Eben. Mereka saling berkenalan dan memperlihatkan kelebihan masing-masing.
"Jadi, namamu Eben?" Tanya Roman demikian. Anak berkemeja biru itu mengangguk.
"Kelebihanmu apa, Eben?" Blane bertanya. Eben mengambil pancing yang dia bawa dipunggungnya, "Kemampuanku bisa ku lakukan dengan pancingan ini." Katanya jelas. Semua menatapnya heran, terutama Azuya yang menatap aneh pancingannya itu.
"Hm? Apa hebatnya pancinganmu ini? Terlihat biasa saja," guman Azuya heran.
Akhirnya Eben menggunakan pancingannya itu. Dia melempar kali pancingnya ke atas pohon. Namun, semua terdiam setelah menunggu beberapa detik kemudian ternyata tidak terjadi apa-apa. Azuya menganggap trik yang dilakukan Eben tidak berhasil. Dia tertawa keras. "Haha! Tidak terjadi apa-apa."
Eben membalasnya dengan senyum tipis, lalu menarik pancingnya perlahan. "Lalu, dimana pedangmu?" Azuya yang bingung dengan pertanyaannya itu menoleh ke punggungnya. Pedangnya tidak berada disana. "Lah? Dimana pedangku?"
Lalu terlihat kail pancing Eben yang baru turun dari atas pohon menyangkutkan pedang elemen milik Azuya itu. Seketika mereka terkagum-kagum melihatnya.
"Wah, hebat sekali!" Blane memujinya. Eben hanya menggaruk kepalanya karena malu, lalu mengembalikan pedang milik Azuya itu. "Boleh juga," gumam Azuya sambil menyenggolnya bahunya pelan.
"Nah, sekarang, coba kalian memperkenalkan diri. Lalu, beritahu kelebihan dari kalian berempat." Kata Eben penasaran. Roman pun mau tidak mau memperkenalkan diri lebih dulu, "Namaku Roman. Aku ahli dalam berbagai macam alat dari redstone. Misalnya, seperti ini."
VOUS LISEZ
Anicraft Full Story - Chapter Selamatkan Tuan Putri
ActionAnicraft. 5 orang pemuda baru saja bertemu untuk mencapai Cita-Cita dan Jati diri mereka masing. Tapi tak semudah yang di harapkan. Mari kita lihat bagaimana mereka menyelesaikan rintangan Yang tersedia
