Pagi hari di kediaman Aleena.
"ALIEENN BANGUNN BURUANN UDAH SIANGG"teriak Rian saat memasuki kamar sahabatnya.
"Apaan sih! Masih pagi juga"gerutu Alen masih menutup kedua matanya.
"Mata lo buka dulu bego terus liat noh jam berapa!"ucap Rian. Alen menuruti permintaan Rian dan ia langsung terkejut.
"Waahh gue kesiangannnn! Minggir lo minggir! Gue mau mandi dulu! Sana keluar! Buruan elahh malah bengong aje sihh!"teriak Alen dan mengusir Rian.
Braakkk
"Astagfirullah! Untung sahabat! Kalau nggak udah gue jadiin kambing guling."ucap Rian sambil menggelangkan kepalanya melihat kelakuan sahabat perempuannya itu. Lalu ia turun menuju ruang makan.
"Apaan tadi berisik banget di atas?"tanya Algis.
"Biasa lah Alien setiap pagi sukanya teriak-teriak ga jelas karena kesiangan."balas Rian.
"Terus sekarang udah bangun apa belum tuh bocah?"tanya Adit.
"Udahh."ucap Rian malass.
"Duhh keburu telat nih kita bego! Gara-gara si Alien."gerutu Alvian.
"Ah Bacot lo, Vi."ucap Rian yang sedang bermain handphone nya.
Tiba-tiba terdengar suara seseorang menuruni tangga dengan tergesa-gesa. Sampai tersandung. Ke empat laki-laki itu memandang perempuan di depannya dengan tatapan cengonya.
"Udah ayoo berangkat! Buruan bego udah siang nihh!"ucap Alen sambil menarik lengan Algis.
"Len? Lo yakin mau berangkat sekarang?"tanya Algis. Alena menjadi bingung dengan pertanyaan Algis.
"Yakin lahh ayooo."rengek Alen.
"Gila lo Len! Masa ke sekolah pakai bawahan baju tidur dasar oon kok dipelihara sihh."gemas Adit. Seketika Alen langsung memperhatikan bawahannya dan tersipu malu.
"Muke lu bikin gue enek pengen muntah tau ga sih! Sok pemalu padahal aslinya malu-maluin."ledek Alvian. Dan dibalas tawaan oleh yang lain.
"Ihh kalian mah nyebelin. Bikin gue bete tau gak!"rajuk Alen.
"Udah buruan sana ganti gak usah ngambek gitu. Kita tunggu di depan ya."ucap Algis mengelus pucuk kepala Alen. Alen hanya membalas dengan senyuman dan anggukan.
Memang di antara mereka ber empat yang paling dewasa adalah Algis. Jika dibandingkan dengan Adit,Alvian,dan Adrian maka Algis lah yang paling unggul.
****
"Akhirnyaa kita udah sampe sebelum bel nya bunyi. 5 menit lagi bel nya bunyi."ucap Alena saat mereka sudah sampai di sekolahnya.
"Kita hampir telat karena elo bego!"ucap Adit.
"Lo mah sukanya nyalahin gue mulu. Inget ya kalian disuruh Mami sama Papi buat jagain guee."balas Alen sewot.
"Iyee Bu Bos. Tanpa Mami dan Papi minta pun kita bakal jagain lo,kita akan selalu ada buat lo. "balas Alvian.
"Piann co cwettt ddeehhh. Cini peyukkk dongg!"ucap Alen yang dibuat-buat cadel seperti suara anak kecil dengan merentangkan tangannya ke arah Alvian.
"Ogah! Ga mau gue. Udah berapa kali gue bilang sih Len! Nama gue Alvian A-L-V-I-A-N dan inget pake V bukan P! Ngerti Alena?"ucap Alvian.
"Yee itukan nama khusus buat loo. Lagian gue kan juga punya nama lain buat mereka ke tiga. Nggak cuma lo dodol."bela Alen.
"Udeh Vi. Lu ngomong sama nih bocah kayak ngomong sama kaca. Baliiikk mulu kalau diajak ngomong. Nggak mau ngalah."ucap Adit.
"Babi lo Dit!"ucap Alen reflek dan seketika ke empat sahabatnya menoleh dan menatap tajam Alen. Alen yang merasa diperhatikan langsung bertanya.
"Apa?"
"Barusan lo ngomong apa?"tanya Rian.
"Bab.."ucapan Alen terhenti saat ia menyadari apa yang barusan ia ucapkan.
"Hehe maaf kelepasan."
"Siapa yang ngajarin ngomong gitu hmm?"tanya Algis.
"Pernah denger kemarin ada yang ngomong gitu."ucap Alen menunduk.
"Siapa?"tanya Adit.
"Adrian."seketika semua mata tertuju pada Adrian. Yang ditatap pun hanya cengengesan tidak jelas.
"Waktu itu gue kelepasan Menn. Soalnya lagi telponan sama temen gue hehe."ucap Adrian atau biasa disapa Rian.
"Lain kali kalian jangan ngomong kasar ya!"tegur Algis.
"Iyaa!"balas mereka serentak.
"Cepet banget udah sampe kelas aja."ucap Alen ceria.
"Dengkulmu cepet. Lama begoo!"ucap Adit sewot. Dan dibalas tatapan tajam Alen namun Adit tak menghiraukannya.
"Hallo Sylviiii"teriak Alen dan menuju meja Sylvi.
"Oh haii Len. Seperti biasa berangkat nya telatt haha."ledek Sylvi.
"Hmm. Ya karena gue bangunnya kesiangan. Ditambah lagi harus adu mulut sama tuh cowok-cowok resek. Sebel gue."curhat Alen.
"Curhat ni yeee!?!"goda Sylvi.
"Taik lo, Vi."balas Alen dengan memutar bola matanya malas.
"Woii Alienn sini sebentar dongg!"teriak Alvian. Alen yang mendengar mengangguk dan meminta izin pada Sylvi.
"Gue kesana bentar ya, Vi?"
"Iya Len. Santai kali kek sama siapa aja hehe."
"Yaudah hati-hati!"
"Hati-hati apa?"
"Jangan rindu, Berat. Biar aku aja. Hahah."
"Bangke lu ya Len sumpah. Sok bucin lagi pengen muntah gue dengernya."
"Suka-suka gue lah tolol."
"Ya in aja biar cepet."
"Siipp dehhh."
Alen berlalu meninggalkan meja Sylvi dan menuju ke bangku ke empat sahabatnya.
"Ape lo manggil-manggil? Kangen?"tanya Alen.
"Idiihh PD banget idup lo Len!"ucap Alvin.
"Harus PD lahh!"ucap Alen percaya diri.
"To the point aja deh. Gausah basa-basi males tau gak!"
"Jadi gini kita ber empat mau ikut ekstra basket. Lo ngizinin gak?"ucap Rian.
"HAHAHA ya ampunn kalian tuh ya. Kalau kalian minat basket yaudah ikut aja ekstra basket. Gue selalu ngizinin kalian selama itu baik dan nggak merugikan orang lain."ucap Alen.
"Aaaa....Alen co cwett dehhh."ucap Adit.
"Jijik gue Dit liat muke lo!"ucap Rian.
"Yee biarin kaliii suka-suka gue dodol."balas Adit tak terima.
"Iya in deh biar cepet."balas Rian.
"Peluk...Alenn pengen dipelukkk!"ucap Alen manja dan membuat sahabatnya gemas. Akhirnya mereka berpelukan dimana Alen berada di tengah laki-laki.
Beginilah Alen jika sudah bersama para sahabatnya. Terkadang sikap manjanya langsung keluar saat sedang kumpul bersama. Alen tipikal orang yang hiperaktif hingga ke empat sahabat harus ekstra sabar dengan sikap perempuan ini.
Hai Hai Gaesss.....
Yuk mampir baca cerita aku judulnya ALEENA.
Maaf kalau ada typo bertebaran yaa...
Semoga suka dengan karya aku ini..
SELAMAT MEMBACAAA
HAPPY READING
YOU ARE READING
ALEENA
Romance"ANDRAA Lo kenapa sih cuek mulu kalo sama gue?"teriak Alen. "Bukan urusan lo"ucapnya singkat dan berlalu meninggalkan Alen di lorong. "ANDRAAA GUEE SUKA SAMA LOO"teriak Alen tanpa malu. Ya walaupun di sekolah hanya tinggal mereka berdua saja. "Dasar...
