Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Prolog

123 2 1
                                        

Sinar matahari menerobos masuk lewat tirai kamar yang masih remang-remang terasa menusuk retina mata Audy yang tengah bergelung dengan selimut tebal yang membungkus tubuhnya. Tapi gadis itu masih enggan untuk sekedar bangkit dari rasa nyaman yang di berikan sang tempat tidur.

Sekarang hari minggu, hari dimana ia terbebas dari tugas kuliah dan menyiapkan fisiknya untuk terus latihan di sanggar dan juga melatih ballet beberapa anak yang masih kategori junior.

"hooooooaamm..," Audy menguap seraya menggeliatkan tubuhnya dan melihat jam di layar handphone di samping tempat tidurnya, jam menunjukkan pukul 06:15. Masih terlalu pagi untuk bangun tidur di hari minggu tapi saat hendak memejamkan matanya lagi keinginannya itu buyar ketika handphone nya tiba-tiba berdering menandakan ada panggilan masuk.

Kedua matanya terbuka kembali, menelisik siapa gerangan yang telah mengganggu waktu tidurnya sepagi ini, dengan malas-malasan jarinya menggeser tombol ke kanan dan terdengar suara cempreng sepupnya.

"Halo.. Audy! Lo udah bangun?!"

"Hemm.. Ada apa lo nelfon sepagi ini? Gue masih ngantuk. Ganggu tau nggak!" respon Audy setengah ngomel dengan suara serak khas bangun tidur.

"Gue punya cara supaya lo bisa tampil di kompetisi Dance Prix luar negeri, lo masih berharap bakal jadi balerina terkenal kan?"

Seketika kedua mata Audy terbuka lebar, ini adalah kesempatan yang sejak dulu diimpikannya, sekarang beneran datang didepan matanya. Kesempatan ini tidak boleh disia-sia kan.

"Beneran gak? Awas lo sampe boongin gue!"

"Beneran dong, tapi nggak gratis yaa.. Ada syarat yang harus lo lakuin." balas Alice diiringi tawa setannya itu. Alice tahu pasti Audy rela melakukan apa pun demi kesempatan itu.

"Apaan? Jangan yang aneh-aneh ya.." tanya Audy seraya memelankan suaranya. Dia tahu gimana sifat Alice, pasti tidak akan memberikan sesuatu tanpa harus ada perjuangan untuk Mendapatkan nya.

"Nggak aneh kok, ini tuh gampang banget Dy, lo tau Devano kan? Abangnya temen lo Cassandra. Lo juga tau kan gue jadian sama dia cuma karena kasihan sama dia, gak tega ngeliat wajah dia yang memelas, sedangkan kita dulunya sahabatan,, jadi gue mau putus sama dia. Dan lo yang harus jadi alasan gue mutusin dia." Alice menjelaskan panjang lebar, sedangkan Audy hanya manggut-manggut seperti orang bodoh, tapi seketika rasa kesal menghampirinya, ingin rasanya melempar sepupu nya itu dengan buldoser.

"Gila lo! Maksud lo mau jadiin gue tumbal apa gimana hah?!"

"hahaha.. Gue gak ada maksud jadiin lo tumbal say, masa iya sepupu sendiri di jadiin tumbal. Lo tau gue suka banget sama Richard dan dia juga suka sama gue, dua minggu lagi gue ada rencana mau tunangan sama dia dan bakal married beberapa bulan lagi Dy. Jujur gue capek ngejalanin hubungan gue sama Devano yang gak ada kepastian itu, tiap hari yang diperhatiin cuma lukisan. Ngebosenin tau gak!"
  
"Ya namanya juga seniman terkenal El, wajar lah dia ngelukis tiap hari. Hasilnya juga luar biasa kan beberapa kali memenangkan pameran di luar negeri. Keren tauk!"

"Eits..! Stop muji-muji dia Dy! Pokoknya lo bantuin gue! Nanti gue ketemu dia dan bilang lo suka sama dia habis itu gue minta putus, oke!"

"Lo beneran udah gila ya El, ngorbanin perasaan orang lain demi tujuan lo sendiri. Lo juga tau kan gue pacaran sama Dava, kalau dia tau gimana? Dava juga temenan sama Cassandra, El."

"Udah.. Lo tenang aja masalah itu gampang bisa dipikir belakangan yang penting lo nurut sama omongan gue, setelah itu lo bisa tampil di Dance Prix impian lo tanpa biaya, oke?!"

"Tapi.. El gu-"

"Udah ya Dy nggak ada tapi-tapian, setelah tugas lo selesai gue bakal bujukin Richard buat rekomendasiin lo di kompetisi itu. Dan asal lo tau ya, Richard itu pemilik Dance company terbesar di America bukan cuma event abal-abal seperti yang lo ikutin waktu itu. Intinya kita sama-sama untung,oke? Gue mau siap-siap ketemuan sama Devano. Bye!" Balas Alice memotong ucapan Audy, dan dengan tidak tahu dirinya si curut Alice langsung mengakhiri panggilan tanpa persetujuan Audy. Dasar sepupu laknat.!

Audy bangkit dari tempat tidur sembari menggerutu tidak jelas.

Mulai dari situ lah berbagai konflik datang silih berganti dalam hidup Audy.

Yayımlanan bölümlerin sonuna geldiniz.

⏰ Son güncelleme: Apr 08, 2020 ⏰

Yeni bölümlerden haberdar olmak için bu hikayeyi Kütüphanenize ekleyin!

InvolvedBağımlısı olacağınız hikayeler. Şimdi keşfedin