📚📚📚
BAB III | TAHAPAN RINTANGAN | BAGIAN 16 DARI 28 | NAFSU (5)
Kitab: Minhajul 'Abidin
Oleh: Imam al-Ghazali
Penerjemah: Moh. Syamsi Hasan
Penerbit: Penerbit Amalia Surabaya
Pasal 3: Lisan.
Anda harus menjaga, membatasi dan mengendalikan lidah. Karena lidah adalah anggota tubuh yang paling usil dan durhaka, paling banyak mengakibatkan kerusakan dan permusuhan.
Aku telah meriwayatkan dari Sufyān bin 'Abdullāh bahwasanya ia berkata: "Aku pernah bertanya kepada Rasūlullāh s.a.w.: "Wahai Rasūlullāh, apakah yang paling baginda khawatirkan atasku?" Lalu Rasūlullāh s.a.w. memegang lisannya sendiri, lalu bersabda: "(Lidah) ini."
Diriwayatkan dari Yūnus bin 'Abdullāh, ia berkata: "Aku kuat menanggung beratnya berpuasa pada hari yang sangat panas sambil bekerja di kota Bashrah. Tetapi, aku tidak kuat meninggalkan suatu kata yang tidak ada manfaatnya."
Untuk itu, diperlukan usaha yang sungguh-sungguh serta memperhatikan lima hal pokok berikut ini:
Pertama: Sebagaimana diriwayatkan oleh Abū Sa'īd al-Khudrī r.a. bahwasanya apabila memasuki waktu pagi semua anggota tubuh anak Ādam, sama pada menemui lisan pagi-pagi buta seraya berkata: "Kami sangat berharap anda berlaku jujur dan lurus. Sebab, jika anda berlaku lurus, maka kami semua juga akan lurus-lurus saja. Tetapi jika anda berlaku bengkok, kami pun akan menjadi bengkok pula."
Aku berpendapat, maksud ucapan ini - wallāhu a'lam - sesungguhnya lisan itu sangat berpengaruh terhadap semua anggota tubuh, adakalanya memudahkan untuk berbuat taat, namun bisa juga membuatnya terhina. Makna ini, sebagaimana yang dikatakan oleh Mālik bin Dīnār, bahwa ia berkata: "Jika anda melihat hati anda mengeras, tubuh melemah dan rezeki menjadi penghalang, maka ketahuilah bahwa anda benar-benar telah mengucapkan sesuatu yang tidak berguna bagi diri anda."
Kedua: Jagalah waktu anda. Sebab kebanyakan apa yang dibicarakan oleh manusia itu selain zikir kepada Allah. Setidak-tidaknya, tentu terdapat omongan kosong yang tidak lain hanyalah menyia-nyiakan waktu saja.
Dikisahkan, bahwa Ḥasan bin Abī Sinān pernah melewati kamar yang sedang dibangun, lalu ia berkata: "Sejak kapan kamar ini mulai dibangun?" Namun serta-merta ia kembali menegur dirinya sendiri: "Hai nafsuku yang suka membujuk, anda menanyakan sesuatu yang tidak ada manfaatnya bagi anda." Akhirnya, ia menghukum dirinya sendiri dengan berpuasa selama setahun.
Aku berkata, alangkah beruntungnya orang yang menaruh perhatian besar dan mengendalikan dirinya dan melepas kendali nafsunya. Semoga Allah memberikan pertolongan kepada kita.
Benarlah apa yang dikatakan penyair dalam bait-bait syairnya berikut:
وَ اغْتَنِمْ رَكَعَتَيْنِ فِيْ ظُلْمَةِ اللَّيــــــــ
ــــــلِ إِذَا كُنْتَ خَالِيًا مُسْتَرِيْحًا
وَ إِذَا مَا هَمَمْتَ بِالَّغْوِ فِي الْبَاــــــ
ـــــطِلِ فَجْعَلْ مَكَانَهُ تَسْبِيْحًا
وَ لُزُوْمُ السُّكُوْتِ خَيْرٌ مِنَ النُّطْــــــــ
ـــــقِ وَ إِنْ كُنْتَ فِي الْكَلَامِ فَصِيْحًا.
"Ambil keuntungan, shalat dua rakaat di saat gelapnya malam
ketika kamu senggang dan sedang istirahat
Jika kamu ingin omong kosong dalam perkara batil
segeralah gantikan tempatnya dengan membaca tasbih
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Hati, Akal, dan Keduanya
RomanceIni mungkin akan condong pada keimanan. Jadi, semoga bermanfaat bagi siapa saja yang membaca. Saya mendapatkan kata-kata itu nanti tentunya bukan berasal dari diri saya sendiri. Jadi, selain menjaga kebaikan untuk saya sendiri, juga untuk siapa saja...
