1. Stupid Love

35 2 2
                                        

Seoul, South Korea, 2017

Daun-daun berwarna jingga kekuningan berjatuhan dari berbagai ranting pohon yang mulai mengering. Suhu di pagi hari ini mulai berbeda dari hari kemarin. Lebih sejuk, menyelimuti diri dengan angin yang berhembus dingin hingga membuat beberapa bulu roma merinding. Sudah satu setangah jam berlalu. Coklat panas yang dia beli di dekat sini nyaris ia habiskan. Itu coklat panas kedua yang ia beli di tengah dinginnya hiruk piruk kota yang teramat padat.

Lampu pejalan kaki bertukar warna menjadi hijau. Kakinya melangkah perlahan menyebrangi jalan. Melewati beberapa garis hitam putih yang sedikit memantulkan bayangan dirinya karena habis diguyur hujan.
 

Iya, dia sudah menunggu terlalu lama sampai rela membiarkan ribuan tetes air yang teramat dingin membasahi tubuhnya.

Ia kira, itu akan menjadi salah satu perpisahan yang indah. Kendati hanya untuk sedekar bermain-main sebentar dengan perasaan, tetap saja ia ingin meninggalkan kesan yang indah di setiap detiknya—sampai detik perpisahan nya.

Namun sore itu, dia tidak datang. Membiarkan dirinya mematung kedingingan di taman, ditemani gemercik hujan yang lama-kelamaan mengguyur deras.

Bodohnya, ia tetap menunggu. Dirinya terlampau percaya kalau yang di tunggu akan datang. Terlampau percaya kalau dia akan menepati janji nya.

Kebodohan terburuk yang pernah ia perbuat, yaitu membiarkan perasaan hangat seakan selalu dicinta dan dipuja itu menguasainya.

———
Hai, musim hujan yang selalu di nanti banyak petani di setiap tahun. Entahlah, aku tidak akan pernah tahu kemana perahu kertas ini akan berlabuh nantinya. Entah akan tenggelam diselimuti air, atau terbawa angin ke tempat yang tak menentu, atau mungkin saja di pungut seseorang yang penasaran akan isinya. Namun, untuk sekedar melepas keluh kesah di hati, aku hanya ingin menyampaikan bahwa ada terlalu banyak hal yang tidak ku mengerti di dunia ini. Tentang perasaan tadinya dipermainkan, tentang segala suasana dalam debaran yang menggelitik perut. Semua itu tadinya hanya permainan. Kendati begitu, mungkin benar kata orang-orang, cinta ada karena seringnya waktu bermakna yang di habiskan bersama. Perasaan itu tumbuh dengan sendirinya tanpa tahu-menahu bagaimana caranya mengurangi diri. Perlahan menyelimuti sampai rasanya candu dan selalu di butuhkan.

Dan semuanya harus berhenti sekarang, sebelum perasaan itu sendiri melewatinya batas. Namun kesalahan kecil yang terjadi karena ketidaksengajaan itu dengan mudah nya menghancurkan segalanya.



22/02/20 by Victerdhite

Sajak Rasa Where stories live. Discover now