ACCIDENTAL MEETING ☔

521 50 2
                                        




Park jihyo , yeoja 23 tahun itu berjalan cepat di bawah rintikan hujan

Oups ! Cette image n'est pas conforme à nos directives de contenu. Afin de continuer la publication, veuillez la retirer ou mettre en ligne une autre image.

Park jihyo , yeoja 23 tahun itu berjalan cepat di bawah rintikan hujan .. Kelasnya dimulai 5 menit lagi , karena kesalahannya tadi malam keasikan menonton drama kesukaannya sehingga dia bangun kesiangan ..

*Drep .. Drep ..

Suara langkah kakinya begitu menggema di jalanan basah pagi ini , sampai pada dia melintasi sebuah jembatan yang setiap hari dia lalui .. Berhenti sejenak .. Merasakan angin dan rintikan air hujan yang menerpa wajahnya  .. Pagi ini tidak bersahabat ..  Dan hamparan sungai yang panjang mampu menyejukkan pikiran jihyo , dia tersenyum .. Dan mulai melangkahkan kakinya lagi .. Baru dua langkah dia mendengarkan seseorang tengah berbicara di belakangnya ..




"Untuk apa aku hidup .. Lagipula appa dan eomma sama sekali tidak menganggapku ada" .. Racau orang dibelakang jihyo ..

Jihyo masih terdiam di tempat , tidak ada niatan sama sekali untuk mengurusi urusan orang lain , toh .. Setiap orang juga punya masalah ..

Jihyo beranjak baru satu langkah yang dia ambil dia kembali berhenti ketika orang itu kembali berucap ..


"Aku akan mengakhiri hidupku .. Aku tidak akan mengganggu kalian lagi .. Bekerjalah sampai tidak tau waktu .. Makan saja perkerjaan dan kertas-kertas itu .. Aku yakin .. Aku pun tidak yakin kau akan menangisi mayatku nanti", Mendengar ucapan orang itu yang semakin melantur dengan terpaksa jihyo membalikkan tubuhnya .. Dan langsung saja mata lebarnya membola ..

Bagaimana tidak seorang namja berseragam sekolah tengah berdiri di atas dinding jembatan yang tidak terlalu tinggi itu .. Posisinya menghadap ke arah sungai yang membentang luas di bawahnya ..


Dengan cepat jihyo berlari dan menarik ransel namja itu hingga mereka saling jatuh membentur aspal jalan ..


" Aishhh .. Kau bodoh atau apa eoh .. Untuk apa berdiri di atas sana", Jihyo langsung mengeluarkam sumpah serapahnya ke namja yang tengah meringis mengelus sikunya yang sedikit berdarah akibat insiden jatuh tadi ..


Namja itu mulai mengangkat kepalanya dan menyibak surai yang mengganggu pandangannya ..

"Wae

Oups ! Cette image n'est pas conforme à nos directives de contenu. Afin de continuer la publication, veuillez la retirer ou mettre en ligne une autre image.

"Wae .. Kenapa kau menjatuhkanku noona", Jihyo tidak menghiraukan ucapan namja itu .. Netranya masih belum bisa berhenti menikmati setiap lekuk wajah namja yang sedang mengajaknya bicara ..


" Noona", Jihyo mengerjap ketika namja itu melambaikan tangannya di depan wajah jihyo ..


"Ee. . eoh .. Ne" , Jihyo mengibas-ngibas celananya yang sedikit kotor karena debu dan beranjak berdiri ..


"Kau masih pelajar kenapa masih beekeluyuran jam segini .. Bukannya ini sudah melebihi jam pertama pelajaran", Jihyo menatap namja yang mulai beranjak berdiri dan menghadap kepadanya ..



" Ck .. Lagipula kenapa kalau tidak masuk ", Jawaban namja itu membuat jihyo sontak langsung menjitak kepalanya ..


" Awshh .. Kenapa kau memukulku noona", Ringis namja itu ..


"Kau dengan entengnya berbicara seperti itu .. Orang tuamu memasukkanmu ke sekolah untuk belajar .. Dan kau malah berkeliaran tidak jelas seperti ini .. Dan lagi, kenapa kau mau bunuh diri .. Kau sudah gila", Oceh jihyo panjang lebar ..


" Aku bosan hidup noona ,, tidak ada yang peduli padaku", Namja itu menunduk sambil terus mengusap sikunya yang berdarah ..


"Ck .. Dasar , ikut aku .. Aku obati luka itu" , Jihyo menarik tangan namja itu membawanya ke sebuah mini market untuk membelikan obat tetes serta perban untuk menutup luka itu agar tidak terinfeksi ..


S
K
I
P


"Bisa kau buka jas seragammu", Namja itu mengangguk menuruti perintah jihyo ..


"Jangan ulangi kejadian seperti tadi pagi .. Jika tidak ada aku . aku yakin kau sudah menjadi mayat yang mengambang di sungai itu", Jihyo mulai mengoles luka itu perlahan dengan alkohol ..


"Pelan-pelan noona ,, sakit", namja itu meringis merasakan perih ketika cairan bening itu mulai meresap di lukanya ..


" Ck .. Begini saja kesakitan sok mau bunuh diri", Jihyo berdecih ketika memperhatikan namja itu meringis ..


"Kan ini memang sakit noona .. Emm .. Noona tadi sebenarnya mau kemana .. Kerja?", Pertanyaan itu membuat jihyo menegakkan kepalanya .. 'Sial' dia lupa akan kelas paginya ..


Jihyo menaruh kasar obat dan kapas yang ada ditangannya .. Dan bergegas mengambil tas dan buku tebalnya ..


"Tunggu , noona mau kemana" , Jihyo tidak menjawab dan berlari menuju universitasnya ..

"Sial .. Sial .. Kenapa aku bisa lupa .. Ck , gara-gara namja sialan itu.." , Jihyo bergeming selama perjalanannya ..


Dia nelirik arloji yang melingkar di pergelangan tangan kirinya ..

"Aisshh sudah telat 10 menit".  Jihyo semakin berlari mempercepat langkahnya ..


Disisi lain namja itu tersenyum mengingat yeoja yang baru saja menolongnya ..

"Aku bahkan belum tau namamu noona .. Kuharap kita bisa bertemu lagi",






Next >>>>>>>>>



Salam manis dari uri kookie 😁😁😁😁

Oups ! Cette image n'est pas conforme à nos directives de contenu. Afin de continuer la publication, veuillez la retirer ou mettre en ligne une autre image.

Salam manis dari uri kookie 😁😁😁😁



Kamis , 13 Februari 2020
By : Purie ARMY 💜

SARANGHAE JEON JUNGKOOK 💜Des histoires addictives. Découvrez maintenant