Selamat Membaca 💜
Kadang suka heran sama perasaan sendiri, di lepas ga bisa, di tahan nyakitin.
"Mamah, aku pengen beli sepatu balet Maah," rengek seorang gadis kecil yang duduk di samping Mamahnya yang sedang mengemudi.
"Iya sayang, nanti kita beli sama Papah yah soalnya Mamah gak bawa uang," kata wanita Paruh baya itu.
"Aluna maunya sekarang! Mamah telpon Papah aja suruh ke Mall nyusul kita," rengek Aluna
"Iya Nak, kamu sabar dulu ya, Mamah lagi nyetir jadi gak bisa telepon Papah," katanya
"Iya dek, kamu sabar dulu jangan marah-marah," kata Galang yang menjadi kakak Aluna, Galang ini Lebih tua setahun daripada Aluna.
"POKOKNYA ALUNA MAU SEKARANG!" teriak Aluna sambil mengguncang lengan Mamahnya
"ALUNA JANGAN SAYANG MAMAH LAGI NYETIR," teriak Mamah Aluna
"ALUNA LEPASIN TANGAN MAMAH!" bentak Galang
"GA MAU! POKOKNYA ALUNA MAU SEPATU BALET SEKARANG!" teriak Aluna terus mengguncang lengan Mamahnya
"MAMAH AWAS!" teriak Galang
Kring....kring....kring...
Bunyi alarm itu membangunkan seorang gadis dari mimpi buruknya, gadis itu terduduk lemas di tempat tidurnya masih dengan nafas yang tidak teratur.
"Huuufft mimpi itu lagi," kesalnya
"Hp gue mana?" gumamnya sambil mencari-cari keberadaan ponselnya
"Aluna kamu sudah bangun?" tanya laki-laki paruh baya yang masuk ke kamar Aluna
"Udah Pah, Aluna mau mandi tolong ambilkan tongkat Aluna yah Pah," kata Aluna sambil menatap Papahnya
"Tentu sayang kenapa tidak?" tanya Ayah Aluna sambil terkekeh
Aluna gadis berumur 17 tahun, Aluna yang kerap di panggil Luna itu memiliki sifat yang baik dan penyabar, Aluna juga di kenal sebagai siswi terpintar dan berprestasi di sekolah.
Tapi itu semua tidak bisa menyelamatkan dirinya dari aksi Bully di sekolahnya, ia di bully sebab keadaanya sekarang yang tidak bisa berjalan tanpa bantuan dari tongkatnya.
***
"Nah sekarang kamu sarapan dulu ya, Papah mau beresin dapur dulu," kata Papah Aluna yang bernama Samudera
"Pah, kak Galang mana?" tanya Luna
"Udah berangkat, Papah juga gak tahu tumben banget berangkat pagi-pagi," kata Samudera
"Ooh," kata Aluna sambil mengangguk lalu memakan sarapannya
"Papah, pulang sekolah Luna bantu di tokoh yah," kata Aluna sambil tersenyum
"Emang kamu gak capek?" tanya Samudera
"Enggak kok," kata Aluna
"Hm, ya sudah kamu boleh bantu Papah, kalau gitu kita berangkat sekarang?" tanya Samudera
"Iya, udah setengah 7 juga," kata Aluna
Aluna berangkat ke sekolah di antar oleh Samudera memakai motor Vespa yang sudah tua tapi masih bagus.
"Pagi kak Luna"
YOU ARE READING
AlunanNada (BELUM DI LANJUTIN)
Teen FictionSebagian besar perempuan sangat menginginkan kehadiran sosok kakak laki-laki, yang sangat menyayangi dirinya dan dapat menjadi pelindung di saat ada yang menyakitinya. Namun bagaimana jika sosok kakak laki-laki itu yang menjadi luka di hati adiknya...
