"Seperti halnya cahaya, indah namun tak dapat tersentuh."
_______________________________
Seorang gadis cantik dengan pakaian compang-camping, tengah berlarian dilorong koridor sekolah. Bel masuk SMA Satya Bangsa sudah berbunyi dari 10 menit yang lalu.
Gadis itu berpakaian layaknya orang gila, dengan hijab yang miring macam otaknya, dan ikat pinggang yang terikat tidak sempurna pada posisinya. Jika kalian melihat bawahnyapun tak lebih gila, kaos kaki yang berbeda warna. Sebelah kanan berwarna merah muda dengan motif batik sedangkan di sebelah kirinya berwarna kuning polos.
Jastisya Ribath Sabna Megisha itulah nama gadis konyol binti gila itu. Baru hari pertama masuk saja Tisya sudah terlambat, apa lagi hari-hari berikutnya. Memang benar-benar siswa telatan.
Tisya masih terus melanjutkan langkah cepatnya, tanpa memperdulikan penampilannya. Yang ada dipikirannya hanya ingin cepat sampai di ruang kepsek. Tapi ia tidak tau dimana ruangannya, sekolah ini terlalu besar untuk ia telusuri. Ingin bertanyapun tak bisa, karena sekolah sudah sangat sepi. Dengan penuh keberanian, Tisya melihat arloji di pergelangan tangannya. Namun na'as saat dirinya menatap kedepan, dengan keras tubuh mungilnya menabrak punggung lebar laki-laki di depannya. Membuat tubuh Tisya jatuh kelantai dengan keras.
"Aduuh sst...." ringis Tisya menahan sakit.
Laki-laki yang di tabrak Tisya masih terus melanjutkan langkahnya, seakan tak terjadi apapun.
"Huh! Itu punggung apa batu sih keras banget," gerutu Tisya kesal.
Tisya sangat dibuat emosi melihat laki-laki di depannya yang tak merespon sedikitpun, menengok kebelakangpun tidak. Dengan semangat 45 nya Tisya berdiri berusaha ingin mengejar laki-laki itu.
"Woy, kampret!" teriak Tisya begitu keras
"Woy! Kuping opak!"
David sedikitpun tak merespon. Harusnya jika panggilan itu tertuju padanya, kenapa tidak memanggilnya dengan nama? Pikir David. Memang siapa yang tidak mengenal dirinya. Seorang the most wanted dan sekaligus ketos di SMA Satya Bangsa. Dia juga adalah captain Timnas Indonesia, yang selalu menjadi andalan. Prestasinya begitu banyak, skill nyapun tak kalah hebat dengan pemain-pemain luar negri.
"Cih, sombong sekali, Dia."
Dengan sangat kesal, Tisya langsung menarik kerah belakang David. Membuat David dengan reflek melintir tangan Tisya.
Kreekk....
Suara yang seperti tulang patah itu terdengar begitu nyaring.
"Sakit, woy!" teriak Tisya. Wajahnya memerah menahan tangis. Tisya harus tetap bersyukur karena David tak membuat tangannya sampai patah.
David hanya memandang Tisya dengan raut muka yang sangat datar. Wajahnya sedikitpun tak menggambarkan rasa bersalah. Bola mata yang begitu tajam itu meneliti penampilan gadis didepannya.
"Murid baru?" celetuk David membatin.
"Hei, malaikat iblis." Bola mata David begitu tajam menatap Tisya, yang dengan seenaknya memanggil dirinya dengan sebutan malaikat iblis.
"Iya, lo, tuh malaikat iblis. Wajah lo emang tampan tapi hati lo kejam kaya iblis!" bentak Tisya didepan wajah David, tatapannya begitu sengit.
David tidak marah meski Tisya berkata seperti itu, karena memang sudah biasa. Banyak orang yang berkata dirinya kejam, lagian memang itu kenyataannya.
"Lo, itu cowok paling nyebelin dan paling kejam yang pernah Tisya temuin. Setelah lo bikin tangan Tisya sakit, sekalipun lo gak bilang maaf ke Tisya. Kalo tangan Tisya patah gimana? Terus gak bisa elus-elus pipi Jefri Nichol yang mulus and the tampan itu gimana?" ucap Tisya tanpa henti. Raut wajahnya begitu kesal dengan memanyunkan bibirnya.
Lucu. Ucap David membatin. Sudut bibirnya terangkat sedikit, membentuk sebuah senyuman. Semua orang pasti tidak sadar jika David tengah tersenyum. Ini adalah sebuah keajaiban, karena David tersenyum setelah sekian lama bibir itu tak pernah memunculkan bulan sabit.
"Ikut." David langsung menyambar tangan Tisya dalam cekalannya.
4_feb_2020
YOU ARE READING
Dasar, Gadis Somplak!
FanfictionBagi para makhluk semesta bumi ini, yang suka sama timnas atau yang ya... biasa aja. Dan bagi para makhluk ghaib bumi yang suka dengan gadis bawel vs cowok datar. Eh, rata dong wkwk... Yang penasaran? yuk, cus kita tengok seberapa serukah cerita gua...
