2. Berkat Jaebum dan kolor Poopye

227 25 7
                                        

Setelah wejangan yang berdarah-darah dari papanya, akhirnya proses kepindahan Ryujin selancar yang diharapkan

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Setelah wejangan yang berdarah-darah dari papanya, akhirnya proses kepindahan Ryujin selancar yang diharapkan. Meski papanya banyak bertanya soal penerapan syarat yang diberikan Minho, semua bisa dilewati berkat Yoona.

Hanya ada satu kerikil yang masih mengganjal, tapi untuk nilainya, Ryujin senang akhirnya dia bisa merasa segar. Memulai lembar baru yang dia harapkan. Sudah tiga hari dia pindah ke kediaman Yoona dan Jaebum, dan hari ini adalah hari pertamanya sebagai siswa Baktisaga.

Jaebum mengetuk kamarnya tepat saat Ryujin selesai mengeringkan rambut.

"Jin, udah bangun?"

"Udah, Kak," jawabnya sambil membuka pintu dan mendapati Jaebum di depan pintu kamarnya, masih dengan kaos kutang kusut dan kolornya. Sangat tipikal bujangan.

"Loh? udah mandi toh?"

"Yee.. emang lo, hari gini masih demek?"

Jaebum cengengesan, tapi sama sekali tak terlihat malu. Ryujin sudah menganggap Jaebum sebagai kakak laki-lakinya, dia sudah pernah melihat Jaebum dalam keadaan yang lebih memalukan sebelumnya. Jadi dia tidak perlu merasa tidak nyaman dengan kebiasaan laki-laki itu.

"Turun dulu gih, Papa Mama mau balik."

"Loh hari ini? Pagi-pagi gini?" Ryujin menengok jam kamarnya. Ini bahkan belum tepat pukul enam pagi.

"Iya, ada urusan mendadak katanya."

Kemarin om dan tantenya itu memang sengaja datang untuk menengok saat tahu Ryujin resmi tinggal bersama anak-anaknya.

"Om sama Tante kok buru-buru, katanya pulang besok?" Tanya Ryujin begitu sampai di ruang makan. Mulutnya menganga melihat meja penuh. Dia tahu kebiasaan keluarga besar pihak mamanya yang sangat royal bila menyangkut soal makanan, tapi hal itu masih membuat takjub sampai sekarang.

Kapan mereka bangun dan masak semua ini?

"Iya nih, ada supplier mau dateng, lebih cepet sehari. Udah kamu sarapan, tante masak banyak nih buat kamu, kan hari pertama sekolah." Sambil menyendok nasi ke piring untuk Ryujin.

"Kalo urusan makanan Ryujin nggak usah disuruh, Mah." Seru omnya mengungkit porsi makan Ruujin dan Jaebum yang hampir sama.

Sarapan yang terlalu awal itu diiringi dengan obrolan ringan seputar restoran keluarga Lim yang sedang berjalan bagus.

Ryujin merasa emosional dengan kehangatan itu. Matahari bahkan belum muncul sempurna, tapi susananya sudah sangat menyenangkan. Di rumahnya sendiri entah kapan terakhir kali ada suasana serupa di pagi hari.

Setelah sarapan, om dan tantenya langsung pamit pulang diikutin Yoona yang berangkat lebih awal. Ryujin juga segera bersiap, dia harus beradaptasi dengan jalan dan rute bus sekolah. Tapi saat sedang mengenakan sepatu, Jaebum muncul dengan rencana lain.

[Republish] Di Baktisaga | Ryujin Bangchan Stories to obsess over. Discover now