1. Ryujin dan Baktisaga

421 36 15
                                        

"Gimana, Kak, udah ada info? Aku bener-bener udah nggak betah di sana

¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.

"Gimana, Kak, udah ada info? Aku bener-bener udah nggak betah di sana." Ryujin langsung merengek pada kakak sepupunya begitu duduk di kursi penumpang.

Di balik kemudi, Yoona menghela napas sabar. Tentu Ryujin tau kalau rengekannya adalah kelemahan terbesarnya karena dirinya selalu ingin punya adik perempuan, tapi yang lahir justru Jaebum.

"In one condition, kamu nggak akan bikin ulah di sana," pintanya pada gadis 17 tahun itu.

Mata Ryujin berbinar seketika. "Jadi udah ada? Di mana?"

"Shin Ryujin, janji dulu!" Tuntutnya, namun balasannya adalah dengusan kesal. Oh, dasar remaja dan perubahan mood-nya!

"I can't," balasnya sungkan.

"Ryujin.."

"Ih, Kakak kan tau aku nggak akan berulah kalo nggak ada yang mancing. Lagian kemaren-"

"Hey, Kakak nggak lagi ngomongin soal itu!" Sela Yoona lebih tegas, "Kakak butuh kamu seenggaknya komitmen sama diri kamu sendiri, kamu harus ngerti kalo kedepannya Kakak nggak selalu bisa bantu kamu, Jin." Yoona menjeda sebentar kalimatnya, dia melirik Ryujin lewat sudut matanya, dan bisa dipastikan bahwa mood gadis berambut tanggung itu kini benar-benar turun.

Yoona sudah biasa menghadapi sikap ambekan Ryujin yang memang parah itu, tapi tak peduli sebanyak apa, dia selalu berujung merasa bersalah setelah bersikap keras seperti tadi. Dan kali ini dia harus benar-benar harus tegas.

"Kan nggak semua masalah bisa selesai pake berantem. Udah berapa kali Kakak ingetin ke kamu? tiap kamu kena masalah soal berantem, kamu yang akan selalu diberatin apapun alasannya." nadanya melunak, tapi masih terdengar tegas.

Yoona percaya soal masalah kemarin, Ryujin tak sepenuhnya salah. Uh, jika diingat-ingat, perkara itu membuat otaknya mendadak panas! Kalau saja dia sedang tak sibuk dengan kasus besar sekarang, mungkin dia akan menguliti kasus yang menimpa Ryujin sampe ke akar-akarnya.

"Iya aku ngerti!" Ryujin agak terusik, malas kalau hukum yang berhubungan tentang statusnya diungkit, "jadi, beneran udah dapet?"

Yoona bisa merasakan mata Ryujin meliriknya penuh harap. Dia mengangguk, dalam hati lega karena untuk kesekian kalinya, dirinya mampu menghadapi ombang-ambing suasana hati remaja puber.

"Kita ke sana sekarang, Kakak udah atur janji sama anak pemilik yayasan."

Ryujin tersentak, memutar kepalanya mendadak nyaris membuat lehernya terkilir. "Anak yang punya yayasan? Kita ke sekolahnya? Sekarang? Aku ketemu sama dia?" Tanyanya panik. Anggukan kembali dari Yoona dan itu sangat tidak membantu. "Terus kalo dia nanya tentang catetan BK aku gimana?"

"Ya jawab jujur, lah, mau digimanain lagi emang?" Jawab nona sulung keluarga Lim itu dengan santainya.

Gadis yang lebih muda meringis menatap Yoona. Kakaknya ini niat ngebantu nggak, sih? Kenapa dia langsung dibawa ketemu sama orang yayasan sementara catatan BK nya, aduh Tuhan.. nggak jauh beda sama medan perang berdarah!

[Republish] Di Baktisaga | Ryujin Bangchan Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora