Suara 23 Sept 19 Pak Abdul Halim Nst
Diikrarkannya tapi dilanggarnya berarti itu pembohong. Benar atau tidak?. Pembohong itu munafik, dan kita ini termasuk Saya, banyak munafiknya. Karena, beda yang diikrarkan dengan Rabb. “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in” terus kita ucapkan, kita ulang-ulang, tapi kalau tidak ada pengaplikasiannya sama saja, tidak berguna.
Dalam surah Al-Ankabut terdapat ayat yang berbunyi “siapa yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, akan memberi(nya) hidayah” jadi hidayah itu perlu dicari. Ibarat kita minum, bila tidak kita usahakan, hanya diam saja, hal itu tidak akan berguna dan kita akan tetap dahaga. Maka perlu yang namanya usaha dan pengulangan dalam pelajaran agar pelajaran tersebut tertanam kuat.
___________________________________________________
Dalam Tafsir Al-Misbah karangan Prof. Quraisy Shihab, Surah Al-Fatihah ini Allah turunkan sebagai bentuk pembelajaran bagi kita, betul-betul mengajarkan kita.
Kepada siapa kita memuji?
Hanya Allah tempat kita memuji
Kepada siapa kita harus mengabdi?
Kepada Allah tempat kita mengabdi
Kepada siapa kita meminta pertolongan?
Hanya kepada Allah tempat kita meminta pertolongan
Maka agar tidak lupa pembelajaran ini disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa Al-Fatihah itu dalam bahasa Latinnya berarti “tujuh yang diulang-ulang”. Berarti dalam proses pembelajaran itu perlu ada pengulangan. Jadi dalam proses pendidikan itu, cara penanaman yang paling kuat salah satunya adalah pengulangan. Adapun salah satu amalan sunnah yang paling bagus itu adalah terus-menerus (wirid).
Kalau berinfaq, silahkan berinfak seribu, dua ribu, terus menerus setiap hari jangan berhenti. Kalau sudah shalat Dhuha dan tahajjud, terus lakukan dan jangan pernah tinggalkan itu. Maka, setelah hal itu rutin kita lakukan, akan kita rasakan manfaatnya. Jangan baru dilakukan sebulan, seminggu atau sebentar langsung mengatakan tidak ada gunanya atau manfaatnya, hal itu sama saja durhaka kepada Tuhan. Sedangkan Nabi saja berpuluh-puluh tahun, baru ia dapat rasakan nikmat dari ibadah itu.
Sama halnya seperti kalian kuliah, ada 16 pertemuan. Bila ia hanya datang 8 kali saja, bagaimana ia dapat memahami pelajaran? Bahkan mengikuti ujian saja sudah tidak bisa.
Maka perlu bagi kita untuk menebarkan sifat Rahman dan Rahim kepada siapapun. Karena, barangsiapa yang menyayangi/ mencintainya apa yang ada di bumi, maka apa yang ada di langit akan menyayangi/ mencintainya.
