YEAH, FRIDAY. Hari paling santai yang kupunya. Karena sekolah mengadakan kbm selama 80 menit saja, lalu aku bisa tidur dulu. Main dulu. Ya, bisa dikatakan 1 hari extra untuk menghilangkan semua pikiranku dari pe-er yang terlalu gampang buat.....
Albert Einstein.
Nah, kelasku ini kebetulan pelajarannya hanya IPA Terpadu saja. Yaa IPAnya dicampur gitu. Kalo Senin kan IPA Fisika, lalu Selasa IPA Kimia, dan Rabu IPA Biologi. Kimia itu masih dibagi 3, dan fisika masih dibagi 2. Aku.rapopo.
Kali ini aku datang pagi lagi. Aku tidak pernah terlambat lagi. Kali ini aku terlalu pagi, tetapi OSIS sudah ada yang datang. Ia bernama Razhaf, anak ini menurutku sih kece ya daripada lainnya. Walau muka sedikit sangar.
Ga sedikit ketang, emang sangar. "Lencana mana?" Tanyanya. Oke, emang diriku tak memakai lencana, tapi ada dikantong kok
Dengan muka yakin, aku pd berkata "ada ko" seraya mengodok-ngodok kantong bajuku. Dan faktanya.
Tidak ada.
Razhaf hanya geleng-geleng kepala. "Yaudah ka lari 2 keliling lapangan". RAZHAFKOE, AKU INI GA LAGI BELAJAR OLAHRAGA.
Tapi hukuman tetap hukuman,huh. Aku menjalankan dengan senyuman. Senyuman apa itu?
It's not true. It's fake.
Oh iya baru ingat hari ini kelas A pelajaran olahraga saja. Lalu aku melihat sekitar lapangan, "ah Genta belum datang" ujarku dalam hati.
"HAHAHAHAHA"
Tertawaan siapa itu? Sepertinya familiar.
YAAAA AKU BENAR!! GENTA. GENTA MENERTAWAKANKU!! GEN..TA, MENERTAWAKANKU!?!?!?!?
Oke, kali ini aku benar-benar malu, lalu aku berlari sekuat tenaga menuju ke laboratorium IPA.
-
"Oke anak-anak kali ini kita akan praktek. Kalian bawa batrey kan?". Khas pa Ahmad menyebut baterai menjadi batrey. But it doesn't matter,ko. "Bawa paa." Ujar kami serempak.
"Oke, satu kelompok 5. Ada yang dari kelompok dipecah jadi satu-satu, gerakkan cepat!" Teriak pa Ahmad dengan gaya khasnya,sangat disiplin. Aku tentunya tidak dipisah karena kelompok kami membawa peralatan lengkap. Aku termasuk kelompok 1 dan aku ketuanya. Dan didalam kelompok itu aku bersama Tiana dan Safira.
Oke.
Safira.
Mantan.
Genta. Hum yaa aku bisa dibilang deket sama Safira dan aku udah yakin Safira udah gasuka walau orangnya susah ditebak. Dan satu lagi orang yang paling gakusuka, namanya Randy. Dia tuh kelakuannya mirip cewek, kalo kata aku. Dan sekarang bertambah jadi ada Ali. Ali ini keturunan timur tengah idungnya gakuna mancungnya.
"Sebelum praktek. Mari baca yaasin dulu!" Ujar pa Ahmad bersemangat. Safira, Tiana dan Ali sudah mengeluarkan quran dan yaasinnya. Sedangkan aku masih mencari-cari ditas.
Duh! Gaada. Ujarku dalam hati, lalu aku mencari temanku yang tidak bawa quran. "eh arvia kamu bawa quran ga?" Ujarku nyaris berbisik. Walau kata teman-temanku suaraku saat berbisik tuh suara normal mereka-_-.
"Kagak ah, di hp aja kan aku ada e-quran" ujar dia santai. Aku sebetulnya bisa pake hp tapi kan........
Kuotaku habis. "ISH DARITADI LO BILANG KE GABAWA CEPET LARI GUE JUGA GABAWA"
Seseorang teriak pas telinga aku dan memukul pundakku.
Ish siapa sih-_-
Yaela. Randy. "Kalem aja, sana lo yang izin cepetan"
Akhirnya Randy ngalah sama gue, dia yang izin dan untungnya belum bel masuk sekolah jadi kami diperbolehkan keluar dan kami lari untuk meminjamnya ke 9a.
-
"REANAAAAA LO BAWA QURAN GA!?" Ujar aku rempong. Duh emang aku itu kalo udah darurat pasti riweuh parah. Jangankan lagi darurat, everytime mah emang rempong.
Satu kelas A liatin gue,bomat. "Yaela suara lo bisa kali diatur. Noh" Ujar Andrea seraya memberikan quran padaku. Lalu aku berlari keluar kelas A.
"YAELAAA TINGGALIN AJA GUE RETH TINGGALIN" Ujar Randy yang masih mencari quran. Ish lama amat kek cewe dah. "Udah belom? Lama amat lo ren"
"Udah, ayo" ujarnya lalu berjalan mendahuluiku. Cih dasar nyebelin.
-
Tidak hampir 3 menit, aku sudah sampai di laboratorium IPA. Yap karena aku dan Randy membuat perlombaan dan ya tetap saja kami datang bersamaan. Hum senangnya jika setiap hari Randy seperti ini. Sayangnya jika.
"Gua dulu yang nyampe!!" Teriakku dari luar pintu laboratorium. Membuat Randy geleng-geleng, "gua duluan." Lalu ia memasukki lab duluan. Ish nyebelin-_-
-
YEAH! Walau tadi kelompok aku paling telat tapi paling awal keluar, lalu aku berjingkrak-jingkrak kegirangan. Biasa karena diriku ini berbeda dengan orang lain.
Diriku.
Aneh. Randy melihatku seperti ilfeel tapi dia ya biasa aja mukanya kaya ngikutin Genta. Huh gabisa Genta ya Genta, Randy ya Randy. "Heh jangan lupa quran kembaliin. Bareng sama gue"
Ih ngapain harus bareng sama dia coba?-_-. "Harus banget sama lo?" Ujarku dengan muka malas.
"Tadi kita minjem bareng, kembaliin juga kudu bareng. Penjol". Sejak kapan ada peraturan gitu ih anday sotoy amat Randy.
Tadinya mau komen lagi tapi males banget berurusan sama ni anak, "yaudah lo jangan lelet dong Ren. Gue mau seblak lapar nih"
"Iye iye lo diem aja lah gausah banyak ngecoh. Alay." Komentarnya. ISH CEWEK AJA GASEGININYA RANDYYYY.
Akhirnya kami berjalan menuruni tangga. Tiana sempet sih ngeciein. Tapi kami berdua sama sama gapeduli. Toh emang kami gaada rasa satu sama lain.ko.
Kali ini kami sudah hampir sampai di kelas A. Tapi aku kelelahan jadi jalan pun diperlambat.
