Bab 1. Wanita Misterius

26 2 5
                                        

Pagi ini adalah hari yang besar bagiku, aku harus cepat-cepat ke pusat kantor kepolisian di kota Bristol Inggris, apalagi aku adalah orang baru di kota ini jadi aku masih tidak begitu tahu jalan. Aku pindah ke kota ini karena aku baru saja dipromosikan untuk menjadi detektif di kota Bristol. Setelah bertahun tahun dihadapkan kasus tabrak lari, pencurian, orang hilang dan kasus-kasus kecil lainnya tentu menjadi detektif di kota besar adalah impian bagi setiap detektif di desa dengan berharap mendapat kasus yang lebih menantang.

Jam di dinding kantor polisi menunjukkan pukul 7.30 itu artinya aku tiba lebih awal 30 menit, aku pun langsung melihat polisi wanita yang menjaga front office.

"Bisa aku bertemu dengan Komisaris Brandon Cedric?" Ucapku pada wanita tersebut.

"Ahh tuan Arvin, kau datang sangat awal, dan kebetulan sekali tuan Cedric sudah datang juga. Ia tidak seperti biasanya datang sangat awal mungkin ada hal genting terjadi. Mari saya antarkan" Kata polisi wanita itu yang bernama Dentia Lauren dengan senyum ramahnya yang aku tau namanya setelah kulihat pada nametag yang ia pakai.

Aku diantarkan langsung ke ruang Komisaris Cedric yang ruangannya cukup besar dan dipenuhi dengan foto-foto dirinya bersama orang-orang yang aku rasa adalah orang penting, lalu dibagian dinding sebelah kiri terdapat beberapa medali dan piagam piagam yang dibingkai dengan rapi. Dari sana aku merasa bahwa Komisaris Cedric ini adalah tipe orang yang sangat menjaga harga diri dan mungkin senang jika dipuji.

"Komisaris Cedric, perkenalkan aku adalah detektif Chasen Arvin yang ditugaskan menjadi detektif di kota ini"

"Detektif Arvin, aku sudah mendengar reputasimu di desa Horsington. Maaf kan aku nak padahal rencananya hari ini aku beri kau tugas untuk beradaptasi disini namun rasanya kau akan mendapat kasus penting untuk mencari bos mafia setelah kami menangkap kaki tangan mereka" Ucap komisaris dengan nada yang serius, lalu ia melanjutkan ucapannya, "Tuan Arvin, selama disini kau akan bertugas bersama dengan detektif Rio, ia adalah detektif terbaik kami namun sebenarnya ia tidak begitu suka bekerja dengan orang lain dan orang lain pun begitu dengannya. Jadi aku harap kau dapat bekerja baik dengan seniormu itu"

"Sebenarnya saya merasa senang dengan cepat mendapat kasus, saya akan berusaha sebaik saya disini. Lalu apa kasusnya?" Jawabku dengan semangat karena sudah mulai bekerja.

Setelah dari ruangan komisaris aku menuju ruanganku yang didalamnya terdapat 2 meja kerja, yang satu sangat kosong dan yang satu lagi sudah berisi beberapa barang. Aku duduk di tempat duduk dengan meja yang masih kosong sambil membaca file kasus yang diberikan padaku. Jam menunjukkan pukul 8 pagi dan tiba-tiba ada orang yang masuk ke ruangan. Ia langsung menggantungkan jaket dan menaruh kopernya tanpa begitu kaget dan peduli akan kehadiranku di ruangan tersebut, ia berpenampilan rapi dengan kemeja dan dasinya, tatapannya serius seakan-akan sedang memikirkan sesuatu, umurnya mungkin sekitar 30-an dan cukup muda dibanding rata-rata detektif senior lainnya, oya bisa dibilang aku ini detektif paling muda di kantor ini dengan umurku yang baru 24.

"Maafkan aku sir, perkenalkan aku detektif Arvin dan akan menjadi rekan kerja anda. Anda pasti detektif Rio, aku harap kita bisa bekerja sama" Kataku untuk menjaga sopan santun sebagai orang baru.

"So, Arvin pertanyaan pertamaku. Mengapa kau menjadi detektif?" Sambil membuka kopernya dan menaruh barang-barangnya ke meja.

"Ya ini keinginanku dari dulu. Sejak kecil aku memang ingin menjadi detektif. Aku ingin menegakkan keadilan sehingga menciptakan rasa nyaman bagi masyarakat yang merasa tidak adil melalui kemampuan ku menyelesaikan kasus"

"Kata-kata yang penuh ambisi, itu artinya kau belum punya banyak pengalaman dan belum benar benar melihat dunia" Sungguh ini membuat aku mengerti mengapa Komisaris bilang kalau banyak detektif tidak senang bekerja sama dengannya.

Detektif Rio dan Wanita yang HilangStories to obsess over. Discover now