1 Meet

141 19 3
                                        

Jam menunjukkan pukul 06.30, matahari mulai berani untuk menampakkan dirinya. Dan di sebuah ruangan yang didominasi serba pink terdapat seorang gadis yang tidak terganggu dengan cahaya yang menembus tirainya. Gadis itu terlelap dalam mimpinya.

"Woy kebo, bangun udah jam 7 lu ga sekolah"suara seorang cowo dari pintu.

"Anjr, kenapa lu baru bangunin gue, udah jam setengah 7 lewat"

"Dari tadi gue udah bangunin lu monyettt"ucapnya dengan menekan kata "monyet".

Cewe itu segara melangkah menuju kamar mandi, tanpa memperdulikan kasurnya yang masih berantakan.

"Mampus telat gue, mana gue siswa baru masa iya udah tercap jelek"ucapnya sambil menyisir rambut.
Dia segera mengikat rambut dan hanya memakai bedak bayi itupun hanya sedikit saja.

"Kenapa ga bangunin gue dari tadi sih,kita udah mau telat nih"

"Etdah lu, udah syukur gue bangunin"ucap seorang cowo dari dapur.

"Ma, berangkat dulu ya, Assalamualaikum"sambil mencium tangan wanita itu.

"Waalaaikumsalam,hati-hati ya"ucap wanita itu sambil mengelus rambut gadisnya.

Cewe itu langsung menarik tangan cowo yang sedang duduk di sampingnya dan mereka berdua menuju garasi. Dengan kecepatan tinggi cowo itu mengendarai mobilnya.

Saturnus Kylladita. Siswa baru  pindahan dari Surabaya.Dia cantik, pintar dengan wajah putih, hidung sedikit mancung, rambut coklat dan senyumnya yang manis membuat para cowo tertarik dengannya. Namun sayang rambut indahnya selalu dia ikat. Katanya "Ngapain si gerai rambut ke kuntilanak tau" begitulah jawabannya setiap kali ditanya.

Rachel Bintang Putra, dia adalah saudara Saturnus. Sejak kepindahan ayah Saturnus ke Jakarta, Saturnus dan keluarganya tinggal di rumah Rachel. Terlahir dengan julukan fakeboy tingkat dewa. Menurutnya hidup dengan satu cewe tidak cukup baginya.

"Cepet turun kita udah sampe"ucap Rachel sambil memainkan hpnya.

Saturnus masih saja melamun melihat ke arah sekolah barunya. Rachel bingung dengan tingkah saudaranya ini. Rachel mengecek dahi  Saturnus. Namun, dia tidak sedang demam.

"Gue takut gue ga bisa bergaul sama meraka"ucapnya lirih.

"Lah loh,tumben-tumbenan mikir gitu. Lagian lo juga udah sering pindah sekolah kan?"

"Eh iya sih. Yaudah yuh keluar, udah mau masuk nih".

"Rachel"ucap seorang dari belakang.

"Apan sih luh"ucapnya datar.

"Gila cantik tuh cewe, dapat dari mana lo"bisik Kelvin.

"Apa lo bisik-bisik. Gosipin gue ya"sindir Saturnus.

"Kenalin, Saturnus saudara gue dari Surabaya"jelas Rachael.

"Oh, gue kira pacar lo. Cocok si kalian. Oh iya kalo dilihat-lihat kalian tuh mirip"

"Ini temen gue sejak dari perut.Gimana ga mirip coba"ucapnya merangkul Saturnus.

"Dih, siapa juga yang mau jadi temen lo, kepedean!"

"Hahah, kasian banget lo hel"

"SATURNUS"

Saturnus bingung melihat wanita itu. Dia melihat kearah Rachel dan Rachel memberi kode supaya menjabat tangannya.

"Eh, iya ibu"

"Mari ikut ibu".

Saturnus meninggalkan Rachel dan Kevin. Sambil melambaikan tangannya kepada mereka berdua.

***

Saturnus mengikuti langkah kaki tersebut. Mereka sekarang sedang berada di ruang guru.

"Nanti kamu masuk kelas waktu istirahat aja ya. tadi buguru sudah bilang supaya kelas jangan bubar dulu. Sekarang kamu isi formulir yang kemarin belum kamu isi"ucapnya dengan lembut.

Bu Andin, itulah namanya. Dia terlihat sopan, cantik dan masih muda.

Tet tet tet
Bel berbunyi.

"Mari ibu tunjukkan kelas kamu".

Saturnus mengikuti langkahnya menuju kelas. Sepanjang perjalanan banyak siswa yang melihatnya dengan tatapan yang berbeda-beda.

"Ih ngapain sih tuh orang aneh"batin Saturnus. Namun, Saturnus tidak memperdulikan mereka, toh Saturnus belum kenal siapa mereka, ujarnya.

"Ini kelas kamu"ucap Bu Andin membuyarkan lamunannya.

Saturnus dan Bu Andin masuk ke kelas IPA 3.

"Assalamualaikum anak-anak"sapa Bu Andin ramah.

"Waalaaikumsalam,Bu"jawab satu kelas.

"Kenalin ini siswa baru, Saturnus perkenalkan nama kamu".

"Perkenalkan nama aku Saturnus. Aku pindahan dari SMA Surabaya. Aku pindah ke Jakarta karena ikut ayah bekerja".

Saturnus selalu menggunakan kata "aku" saat dia sedang perkenalan, karena mamanya selalu mengingatkannya untuk  berperilaku sopan saat pertama kali berkenalan dengan orang lain.

"Wih, cantik banget sih"goda cowo yang ada di pojok kelas.
"Boleh minta nomor WAnya dong".

"Sini duduk di sebelah gue aja"
"Enak aja loh, nanti gue duduk dimana!"

"Udah-udah gausah ribut. Saturnus sekarang kamu boleh duduk di bangku yang kosong itu"

"Yaudah Bu guru tinggal dulu ya. Semoga kamu betah disini. Dan kalian boleh istirahat".

Saturnus berjalan menuju tempat duduknya. Kelas mulai ramai dengan siswa yang berhamburan keluar.

Dia melihat kursi kosong itu.Disampingnya ada seorang cewe yang sedang sibuk dengan hpnya. Saturnus menjulurkan tangannya.

"Boleh duduk?"

"Iya silahkan. Kenalin nama gue Cinta Amanda Putri"sambil menjulurkan tangannya ke Saturnus.

"Saturnus. Salam kenal ya"

Saturnus baru saja akan menjatuhkan bokongnya ke kursi.

"Aduh, sakitt"rintih Saturnus.

"Sa, lo ga papa?"tanya Cinta dengan panik.

"Gapapa" sambil membenarkan posisinya.

Saturnus melihat cowo yang sedang menertawainya. Dia yakin cowo itu yang telah mempermalukannya.

"Oh jadi lo yang sengaja mindahin kursi gue!"ucapnya dengan nada tinggi.

Tidak aja jawaban. Saturnus kesal dan langsung menuju cowo itu. Belum sempat Saturnus menarik lengannya, Saturnus kehilangan keseimbangannya. Secepat kilat sebuah tangan melingkar dipinggangnya. Mereka saling menatap dengan waktu yang tidak cukup lama.

"Cieee,menang banyak lo".

Refleks cowo itu menjatuhkan badan Saturnus. Tidak terima dengan perlakuan cowo tadi. Tangannya sudah siap memukul.

"Stop"

Saturnus kaget dan dia langsung menurunkan tangannya. Suara itu,dia kenal dengan suaranya.

"Rachel"

"Udah ayo pergi"

Dengan paksa, Rachel menarik tangan Saturnus keluar.

ComplicatedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang