Assalamualaikum wr.wb
Aku bawa cerita pertamaku nih><
Maaf kalau ceritanya gak jelas:)
***
Audy Delvina, gadis cantik, baik, pintar, dan mandiri. Hidupnya selalu kesepian, namun ia selalu menutupi hal tersebut dengan keceriaannya.
Disinilah ia sekarang, disebuah taman kecil sekitar kompleks nya, seorang diri.
Audy menatap nanar kedepan, melihat anak kecil yang tengah bahagiah bermain dengan ibunya. Satu kata yang muncul dari ingatannya. Rindu, ia sangat rindu bundanya.
Ia kembali ingat dengan masalunya.Ia rindu,rindu akan kehadiran seorang ayah dan bunda.
"Bundaaa!!!"Teriak gadis kecil berumur 5 tahun.
"Iya, apa sayang". Sahut wanita paruh baya.
"Tadi Audy bermain petak umpet loh dengan ayah". Ucapnya girang
"Wahh....kok bunda nggak diajak sih".
"Hehehe....maaf Bun, tadi kan bunda lagi masak".
"Hm...yaudah panggil ayah, ajak ayah makan ya. Bunda tunggu".
"Siap". Sambil memberi hormat.
Tanpa sadar satu butir air bening pun keluar dari matanya.
Lamunannya bubar ketika ada sebuah bola disampingnya.
Ia kemudian mengambil bola tersebut
"Emm...ma maaf kak aku nggak sengaja". Ucap gadis kecil sekitar 6 tahunan sambil menunduk, ia takut jika nanti Audy marah.
"Ohh...iya nggak papa, ini bola kamu?".
Gadis itu mengangguk tanda meng iyakan. Kemudian Audy memberikan bola tersebut pada gadis itu.
"Terima kasih kak".
"Iya sama-sama".
"Em...nama kakak cantik siapa?".
"Nama aku kak Audy, kalo kamu siapa?".
"Aku Sasa".
"Ohh...nama Sasa cantik ya".
"Hehehe....makasih kak".
"Iya sama-sama"
"Yaudah ya kak, Sasa pergi dulu".
"Iya,sampai ketemu kembali sasa".
Gadis kecil itu pun pergi, meninggalkan Audy seorang diri.
Tiba-tiba hujan turun dari langit, Audy pun langsung pergi dari taman, ia memutuskan akan pulang saja.
***
Setelah sampai di rumah, ia kemudian pergi ke kamar mandi.
Audy keluar dari kamar mandi dengan piyama bermotif Doraemon, kartun kesukaannya.
Ia kemudian merogoh benda persegi panjang dalam lacinya yang dari tadi ia simpan.
Setelah meng-aktif kan handphone-nya, Audy terbelalak kaget ketika ada beberapa pesan masuk.Ya memang akhir-akhir ini ia jarang memegang handphone itu.
Gemilang❤️
Audy
Dy
Udah makan?
Kamu sibuk ya
Dy,lo dimna?
Udh, lgi di rumah, knp lang?
Ntar malam bisa ketemu nggak?
Bisa, di mana?
Di caffe 'D starr' ya jam 7
Oke, besok aku dateng
Malam😘❤️
Read.
Audy tidak ada niatan untuk membalas pesan dari kekasihnya itu. Ia segera bangkit dan mengganti pakaiannya karena jam sudah menunjukkan setengah 7.
Audy bergegas keluar dari kediamannya dengan menggunakan Hoodie berwarna coklat susu dan celana jeans hitam tak lupa sepatu sneaker putih. Ia segera melajukan mobilnya menuju caffe yang akan ia kunjungi.
***
"Hai Lang, udah nunggu lama ya?". tanya Audy sambil menarik kursinya.
Gemilang yang semula sibuk dengan ponselnya pun mendongakkan kepalanya sambil tersenyum tipis.
"Enggak juga." jawabnya
"Kamu mau bilang apa?". tanya Audy penasaran.
"Makan dulu nih udah gue pesenin." meski sangat penasaran dengan apa yang ingin dibicarakan oleh Gemilang, ia tetap patuh dan makan.
Setelah 5 menit berlalu, Gemilang pun terdahulu membuka pembicaraan.
"Dy." panggil Gemilang
"Kenapa Lang?"
Gemilang megambil nafasnya dan menatap Audy sayu. Audy yang merasakan hawa yang semakin mencekam pun menjadi tidak tenang.
"Aku mau ngucapin terima kasih sama kamu."
"Makasih buat apa?"
"Makasih selama ini kamu udah mau menemani hari-hariku, kamu mau menjadi tempat aku singgah saat aku terpuruk, kamu udah jadi pacar yang baik juga buat aku."
"Kamu kenapa sih Lang?"
"Ak-aku...mau kita ud-dahan." Putus Gemilang membuat Audy kaget. Ada masalah apa dengan hubungan mereka? Bahkan selama 5 bulan ini semua baik-baik saja. Lalu mengapa dengan tiba-tiba Gemilang memutuskan Audy?
"Maksudnya pu-putus?" tanya Audy memastikan. Gemilang hanya bisa mengangguk tanpa melihat ke arah Audy yang sudah berkaca-kaca.
"Ta-tapi ke-kenapa Lang? Sa-salah...aku apa?" sambil terisak ia bertanya kepada mantan kekasih barunya ini kecewa.
"Maafin aku Dy."
"Kamu nggak mau ngasih alasan yang jelas?." tidak ada jawaban dari Gemilang, Audy hanya mempunyai mengusap air matanya yang tidak mau berhenti.
Gemilang adalah tipe pacar yang perhatian dan mau menerima semua kekurangan yang Audy miliki, namun terkadang ia juga akan berubah menjadi orang yang sangat posesif.
"Kalau itu keputusannya, gue terima. Gue pulang dulu." pamit Audy.
"Mau ak-, maksudnya gue anter?" tawar Gemilang
Bagaimana pun ia tidak tega melihat gadis yang ia sayangi bersedih, terlebih lagi ini karena dirinya. Sungguh, ia terpaksa melakukan ini!.
"Nggak usah." setelah itu Audy pun bangkit sambil tersenyum tipis ke arah Gemilang. Senyum yang mungkin untuk terakhir kalinya dapat dilihat oleh seorang Gemilang Setia Wijaya.
Maaf gue nggak bisa jujur Dy, batin Gemilang
***
Hallo👋ini cerita pertama aku ya,jadi maaf kalo masih banyak typo dan kata-kata yang gaje:v🙏😂
Jan lupa vote and komen:)✨
Love you klian:*❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
AUDY&DEVIN
Teen FictionAudy Delvina, gadis berparas cantik namun berbanding terbalik dengan kehidupannya. Ia yang harus hidup sendiri tanpa seorang ayah dan ibu. Kehidupannya membuat ia harus belajar untuk mandiri. Hingga ia dekat dengan teman yang dari kecil bersamanya...
