satu

224 2 0
                                        

Namanya Rasti. Dia adalah seorang siswa SMA yang akan memasuki semester 2 di sekolahnya. Ia tidak tinggal di rumah melainkan di asrama yang disediakan oleh sekolahnya. Anaknya supel dan ceria, juga banyak teman. Semua orang suka berteman dengannya. Kini, ia duduk di bangku kelas 12 di SMA Pelita. Sebuah SMA swasta favorit yang isinya adalah anak-anak orang kaya dan pintar.

Rasti adalah salah satu anak dari pendonor terbesar di sekolah ini selain sepuluh siswa lain yang enam diantaranya berada dalam satu kelas dengan Rasti. Walaupun begitu, Rasti tetap tidak pernah membedakan teman-temannya sama sekali.

Saat ini Rasti sedang ada di kamarnya yang berisikan empat orang. Diantaranya Syana, Thalita, Gita, dan Rasti sendiri. Rasti sedang mengerjakan PR nya ketika jam menunjukkan pukul satu malam dan semua orang sudah tertidur. Karena ia mengantuk, ia pun berniat untuk tidur. Ia bergegas menuju meja riasnya dan membersihkan wajahnya lalu pergi ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan mencuci muka. Setelah itu ia melakukan rutinitas perawatan kulit wajahnya seperti biasanya. Setelah selesai, ia menuju ke ranjangnya dan baru sadar jika teman-temannya tidak ada di ranjang mereka. Rasti heran, tapi ia hanya mengedikkan bahunya.

Ketika ia akan membaringkan tubuhnya, tiba-tiba lampu utama menyala dan muncullah ketiga temannya dengan membawa kue ulang tahun berangka 17 sambil menyanyikan lagu ulang tahun.

Astaga, bahkan Rasti lupa jika ia berulang tahun hari ini. Dengan mata berkaca-kaca karena terharu dan perasaan bahagia, Rasti membuat permintaan lalu meniup lilinnya.

"Selamat ulang tahun, Rasti sayang!" ucap mereka bertiga serempak lalu mendoakan semua yang terbaik untuk Rasti. Setelah itu mereka pun berfoto dan membuat status whatsapp di akun masing-masing.

"Ah, gue udah gosok gigi nih. Lo semua emang ya ngebikin gue gosok gigi lagi!" kesal Rasti tapi bahagia. Setelah mereka berempat menggosok gigi dan membereskan sisa kejutan ulang tahun Rasti, mereka segera ke ranjang masing-masing.

Rasti membuka ponselnya karena ada notifikasi masuk. Ternyata itu adalah salah satu teman sekelasnya yang cukup dekat dengannya mengucapkan selamat ulang tahun padanya.

Dhimas : replying to your story
                Happy birthday Ras :)

Rasti : Haha, makasih ya Dim :)

Dhimas : Traktiran nih, besok. Haha

Rasti : Gampang, lah. Wkwk

Setelah itu Rasti mematikan ponselnya dan bergegas tidur.

⚡⚡⚡

Mama : Selamat ulang tahun anak Mama dan Papa! Doanya selalu yang terbaik ya! I love you❤ -Mama Papa

Rasti tersenyum sambil berjalan di koridor menuju kelasnya. Ah, dia rindu masakan ibunya dan dia ingin pulang sekarang.

Mama : Nanti sore dandan yang cantik ya! Kita makan malam diluar. Kamu dijemput jam 5.

Rasti : Oke Mamaku sayang❤ salam buat Papa♥

Rasti tersenyum lagi lalu ia masuk ke kelasnya yang sepi. Rasti menaruh tasnya di bangkunya lalu melihat arloji yang melingkari tangan kirinya. Ini sudah hampir pukul tujuh dan belum ada orang disini kecuali dirinya.

Karena belum sarapan, Rasti melangkahkan kakinya menuju pintu untuk keluar menuju dapur asrama yang juga merupakan tempat dimana semua siswa-siswi SMA Pelita makan tiga kali sehari. Tapi sebelum ia keluar, semua teman sekelasnya masuk ke kelas dan langsung heboh menyanyikan lagu ulang tahun dengan Dhimas yang memegang kue.

new lifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang