Ternyata aku suka dia..
wanginya, senyumnya, tawanya, candaannya, tangannya, dan dirinya
awalnya aku sangat yakin aku tak akan suka padanya seperti ini, sampai akhirnya rasa ini muncul, tumbuh dan membesar dalam hati, yang akhirnya membuat aku takut dengan rasa yang timbul ini..
Takut dia akan menjauh dan mendiami ku, takut hubungan pertemanan yang aku bangun antara aku dan dia rusak dengan cepat, takut tak bisa bercanda dan berbincang dengannya lagi, takut dia merasa malu saat orang orang tau aku memiliki perasaan ini.
Andai aku memiliki paras yang cantik dan fisik yang indah, pasti aku tidak akan merasa takut.. Tapi apa daya? Tuhan yang memberi tubuh ini untukku, aku tak menyalahkanNya karna aku menyakinkan diriku kalau ini pasti yang terbaik yang Tuhan beri untukku, walaupun kadang aku merasa iri pada orang lain dan insecure pada diri ini..
Setiap kami berbincang dia sering membicarakan seorang wanita yang dari tampang saja aku sudah kalah dengannya..
Wanita yang hampir membuat semua pria tertarik pada parasnya yang imut, tubuhnya yang mungil, gayanya yang bagus, dan sifat wanita itu yang sangat jujur dan cuek..
Aku sudah 100% bukan tandingannya,
sifatku yang seperti laki laki, tubuh yang tidak sempurna dan jelek, gayaku fashion yang bisa saja, dan sifatku yang tak jujur dan penakut sudah pasti tak dapat dibandingkan.
Aku berusaha sebesar mungkin menutupi rasa sukaku padanya, menutupi rasa sakit hati yang muncul setiap dia bercerita tentang wanita itu..
Sampai saat ini aku tak bisa mengungkapkan hal itu padanya karna aku takut, tapi resah rasanya hati ini..
ntah sampai kapan aku bisa bertahan dan ntah sampai kapan rasa ini ada..
.
.
.
to be continued
