Tepat pukul 10.20 WIB adalah jam dimana semua siswa SMA Praja akan mendengar suara bel istirahat. Tentu saja para warga sekolah akan berhamburan layaknya burung yang lepas dari sangkar untuk berburu makanan ke kantin yang ada di pojok sekolah. Tapi, itu tidak berlaku bagi beberapa orang siswi dikelasku. Aku dan beberapa temanku memang jarang ke kantin sekolah. Kami selalu bawa kotak nasi dan tumbler dari rumah masing masing karena malas rasanya jika harus berdesak desakan dikantin. Terlebih jika kaum buaya darat alias para cowok sudah mengerumuni kantin, auto cewek cewek yang harus ngalah.
Selama duduk di kelas XII IPA 2, aku dan beberapa temanku mempunyai sebuah grup semacam geng gengan tapi aku rasa kami bukanlah geng melainkan perpaduan antara beberapa siswi yang beda kelas dan kemudian dipersatukan dalam sebuah kelas yang dipenuhi orang orang gak jelas. Yes, GAPATAR SQUAD. Itu adalah nama geng genganku bersama kelima temanku semasa SMA. Kami adalah orang orang yang santuy dalam segala hal dan ini menjadi motivasi kami untuk menamai geng kami sebagai 'gerakan apa apa ntar'. Awal mula kami membuat geng semacam itu sampai sekarang aku belum paham. Yang jelas aku adalah leader dari gapatar squad yang semua anggotanya memang sama sama anak OSIS dan PIK-R. Satu temanku yang menurutku bucin adalah admin dari group chat geng kami dan karena itu dia sering dipanggil si mimin.
" tau gak kalo ada guru baru yang ngajar disini? " tiba tiba Anisa menepuk meja yang ada didepanku dan itu berhasil mengagetkan kami berenam.
"hah guru baru? " tanya balik halizah si dede gede pada anisa
" iya, guru itu ngajar penjas lho yang ngegantiin Pak Eda katanya"
"ih yang bener nis? "
"emang bener ih katanya tuh si bapaknya ganteng hahaa"
"ah dasar bocil, emang yang ganteng tuh yang kek gimana sih? " tanyaku ragu tentang keberadaan guru baru itu.
"ih liat aja ntar ya kalo si bapaknya ada lewat aku kasih tau deh pokoknya ganteng" ujar anisa terkekeh.
"emang yang mana sih orangnya prila pen liat dong" sambar aprila yang mulai penasaran akan sosok guru baru yang disebut sebut sebagai guru tampan.
" yang mana sih, ntar aku pen liat juga ah kalo ketemu" aku pun turut penasaran tentang siapa guru baru itu.
Sedikitpun aku tidak merasa tertarik untuk tau lebih jauh tentang siapa sosok guru baru tampan itu. Hanya sebatas rasa penasaran yang tak kunjung usai setelah beberapa hari aku tau keberadaan guru itu namun sama sekali aku belum pernah menjumpainya. Banyak ku dengar kabar yang sangat simpang siur tentang guru itu. Anehnya adalah dari sekian banyak warga sekolah yang aku jumpai, mereka menyebutkan nama guru itu berbeda-beda. Lantas aku pun bingung dan semakin tidak mengerti dengan kabar burung yang bertebaran tentang guru itu. Aku berpikir bahwa dia bisa membrain wash semua siswa dengan ketampanannya atau mungkin dia hanya bersikap so tampan.
Aku memang cuek dan acuh terhadap hal-hal yang berbau buaya darat. Yups, aku adalah seorang jomblo akut selama 17 tahun dan aku kurang tertarik untuk memiliki hubungan yang lebih dengan seseorang. Beberapa pria pernah ku tolak mentah mentah. Bahkan ada diantara mereka yang sampai membicarkannya pada ibuku, tapi tetap saja aku tidak mau. Makanya aku bersikap bodo amat dan biasa saja ketika aku mendengar kabar guru tampan itu.
" sekarang giliran bangku barisan pertama dan kedua yang ke lab" suruh guru komputerku
Aku adalah murid yang duduk dibangku barisan ke dua. Seperti biasa, aku akan keluar kelas bersama kelima temanku. Kelasku berada dipojok lantai 1 dekat kolam yang selalu kering kerontang. Sedangkan laboratorium komputer berada dilantai 2 dan aku harus melewati beberapa ruang kelas adik tingkat ku sebelum menuju lab.
"eh eh bentar"
Tiba tiba suara anisa mengehentikan laju langkah kami ketika melewati ruang kelas 10 MIPA 1.
"aih apaan sih nis"sahut Rani
"eh tau gak? Guru baru yang ngajar penjas tuh yang itu tuh" ujar anisa sembari menunjuk ke arah pintu kelas yang terbuka lebar.
Yap, sontak aku pun menengok ke arah telunjuk anisa mengarah. Terlihat sesosok pria berbadan tinggi dan kekar dengan gaya rambut ala guru yang rapi dengan sebuah peluit yang tergantung di lehernya dan itu menjadikan ia khas sebagai guru penjas.
" ohh itu guru baru anak kelas 10" ujarku kalem
"heem itu, ganteng tau" seru anisa terkekeh
"mana ih mana pen liat dong" si mimin pun penasaran akan guru tersebut.
"ih apaan sih, ayoo ah kita ke lab. Ayo ih" aku menarik tangan si mimin soalnya takut ketauan guru baru itu kalo kita lagi ngintip.
Disana, di depan ruang kelas anak mipa 2 adalah tempat pertama kali aku melihat perawakan guru tersebut. Aku hanya melihatnya dari samping badannya saja dan masih samar untuk mengenal wajah aslinya. Aku rasa dia misteius, aneh dan membingungkan rasanya.
HOLLLAAA GUYSS
ikutin terus next part ceritanya yaaa...
Maaf maaf aja yaa kalo ceritanya gaje wkwk masih berproses nih
Jangan lupa vote dan rate nya yaa
07 januari 2020
YOU ARE READING
Rasa Teritorial
Short Storytujuanku hanyalah main-main sehingga aku mempermainkan perasaan yang tidak bercanda dan pada akhirnya aku sendiri yang terjebak dalam permainanku. aku percaya bahwa yang menjadi milikku akan benar benar bertahan untukku dan akan kembali sekalipun it...
