Genggaman tangan kami kini memudar kala senja sore menghilang. Aku menatapnya sebentar lalu beralih menatap pasir pantai. Melupakan fakta bahwa sendal yang kupakai tadi sudah hanyut di bawa ombak.
"Kenapa nunduk?" Tanyanya.
Aku menggeleng.
"Bentar, mata aku kelilipan." Ujarku, jelas bohong. Aku sedang menahan tangisku agar tidak pecah. Lagi pula, siapa yang tidak malu ketika ketahuan menangis?
Pria didepan ku menunduk, mensejajarkan tingginya dengan tinggiku.
"Ih, bentar. Jangan liat!" Aku buru-buru menghapus jejak air mataku yang tadi sempat tertinggal, mungkin?
"Abigail, selepas ini gue gak mau lihat lo nangis lagi. Janji ya sama gue?"
Maaf, aku gak bisa janji.
🌻🌻🌻
Hai? Aku disini cuma mau berkarya dan nuangin apa yang aku pikirin.
Jadi kalau gak suka silahkan di skip.
Kalau suka itu bonusnya. Hehe
Tapi i hope u enjoy it!
Bacanya pelan pelan, karena disetiap part aku bikin pendek supaya gak berat juga buat kalian.
Happy reading!
Kimvlattae,
YOU ARE READING
Sun and shine || Lee Jeno Fanfic
Fanfiction"Kamu itu ibarat mataharinya, Aku ibarat bintang. Kamu ada di kala siang, aku ada di kala malam. Kita gak akan pernah bisa bertemu, mau bagaimanapun caranya. "
