Kamar bernuansa warna gold di dalam ruangan ini membuatnya terlihat semakin mewah dan megah.
Aku menatap setiap sisi kamar yang luas ini.
Ada sebuah ranjang yang luas dan mewah mungkin berukuran king size dibagian tengah ruangan. ada meja nakas dan meja rias di sudutnya. Dan ada juga sebuah kursi santai didekat jendela.
Lampu gantung di atas ranjang juga sangat besar dan indah.
Cklek,
Terdengar suara pintu dikunci
Alpha damian membuka tuxedo dan kemejanya hingga menyisakan celana bahan yang menutupi bawah tubuhnya.
Ia melemparkan tuxedo dan kemejanya ke lantai kamar tanpa mengalihkan pandangannya dariku.
Aku gugup, sungguh.
Sangat gugup. Sampai sampai aku merasa mau buang air kecil.
Aku berusaha membuka resleting gaun pernikahanku sendiri.
Alpha damian melangkah ke arahku semakin lama semakin dekat.
Ia tersenyum miring.
Kenapa aku jadi takut ya dengannya?
Aku takut dimakan olehnya.
Grep,
Tangan alpha damian melingkari pinggangku. Ia menyandarkan dagunya di pundakku.
Ia mengecup leherku tepat dibagian yang telah ia tandai dulu.
Sreeeeek,
Tangan pria itu beralih meraba realeting gaun yang kupakai dan menurunkannya perlahan. Ia menghirup punggungku dengan rakus.
Aku merasakan sensasi geli saat ia melakukannya.
Resleting gaunku telah terbuka. Aku buru buru lari ke sebuah pintu di bagian sudut ruangan. Beruntungnya aku ruangan ini adalah ruangan kamar mandi.
"hah hah hah..
Jantungku rasanya mau meledak.. Aku gugup..."
Aku segera membuka gaun itu, aku sudah kebelet dari tadi. Setelah menuntaskan hajatku.
Aku mulai kebingungan.
Tuk,
"astaga aku lupa...
Bagaimana aku bisa keluar kalau tak ada pakaian bersih disini untukku..?"
Aku mengetuk dahiku sendiri dengan tangan.
Kenapa aku jadi bodoh di depan alpha damian sih?
Tok tok,
"pakailah bathrobe dulu..
Pakaianmu ada di walk in closed...
Semuanya sudah kusediakan untukmu.."
Suara alpha damian terdengar tepat di depan pintu kamar mandi.
Jadi ia mendengar perkataanku.
Pendengarannya sungguh tajam.
Saat aku telah selesai mengenakan bathrobe di tubuhku, tiba tiba tubuhku terasa menghangat. Rasa hangat itu semakin lama semakin membuatku gerah kepanasan.
Menjalar dari bagian punggung, perut hingga ke unjung kakiku.
Aku merasakan sesuatu yang membuncah dalam perutku.
"aah kenapa gerah sekali.. Ada apa denganku?"
Aku segera membuka pintu kamar mandi dan yang kudapati alpha damian sedang bersandar di dinding tepat disamping pintu kamar mandi.
Ia melipat tangannya di dadanya.
Ia tetap terlihat tampan meski sedang menutup mata.
Aku merasa sangat kegerahan. Rasa panas ini semakin menyebar ke seluruh tubuhku.
Aku hendak membangunkan alpha damian yang tertidur sambil bersandar di dinding, saat kulit tubuhku bersentuhan dengan kulitnya.
Rasa panas itu perlahan menghilang di gantikan oleh sensasi aneh yang menyenangkan.
Aku merangsekkan tubuhku menempel ke tubuh alpha damian. Merasakan tubuhnya tersentuh Ia langsung membuka matanya.
Mata hitam dan tajam miliknya membuatku terpesona dan jatuh kedalam lubang cinta yang amat dalam.
Aku memeluk alpha damian, menempelkan tubuhku padanya. Tubuhku yang tertutup bathrobe semakin terasa gerah dan panas.
Tanpa pikir panjang aku membuka bathrobe di tubuhku. Dan kembali memeluknya.
Alpha damian melepaskan bathrobe yang masih tergantung ditubuhku. Ia menjatuhkannya dilantai. Dan menggendongku ala bridal style dan menidurkanku di ranjangnya.
Ia berlutut di hadapanku sambil membuka celana bahannya.
"kau sedang mengalami masa heat setelah kutandai, sayang...
Kau akan merasa kepanasan bila tidak kusentuh..
Jadi biarkan aku menyembuhkanmu menghilangkan rasa panas ditubuhmu yang indah ini...!"
Aku mengangguk malu, ku akui aku semakin menginginkan sentuhannya ditubuhku.
YOU ARE READING
I'm Alpha Damian [END]
WerewolfAku adalah putra satu satunya dari pasangan wolf dan fairy. Yah memang benar aku memiliki saudara tapi ia adalah seorang shewolf yang bawelnya hampir sama dengan ibuku. Aku mewarisi semua kekuatan ayah sebagai seorang king werewolf dan juga sedikit...
Part 5
Start from the beginning
![I'm Alpha Damian [END]](https://img.wattpad.com/cover/206682632-64-k404110.jpg)