kringg!!
" baiklah anak-anak, sekian dulu pelajaran kita untuk hari ini. jangan lupa kerjakan tugas kalian mengerti? "
Yah, sekarang waktunya jam istirahat. Semua siswa keluar dari tempat membosankan itu. Termasuk Aleta, murid dari kelas 12 IPA 5 di sekolah SMA GARUDA II.
Aleta Quenby Elvina
Dikenal sebagai siswa yang pintar, baik, dan cantik. Ah! Jangan lupakan satu hal, dia terkenal di sekolah ini.
Aleta dan Zeline duduk bersama di kantin sembari mengatur nafas karena berlari ke kantin. Untuk istirahat pertama, kantin di sekolah ini memang selalu ramai. Mungkin mereka yang rakus atau kelaparan. selesai mengatur nafas, Zeline berdiri untuk memesan makanan. Sekarang sudah jadwalnya Zeline yang memesan makanan.
Sambil menunggu Zeline, Aleta melihat pemandangan di depan kantin. Sebenarnya tidak ada yang istimewa disana. Hanya ada kumpulan motor yang tertata rapi. Tapi bukan itu yang mengambil perhatian Aleta, ia melihat ada tanaman baru disana. Bunga mawar pink. Entah seindah apa bunga itu sampai membuat Aleta melamun. Tanpa ia sadari Zeline sudah ada di depannya sambil tersenyum kecil melihat tingkah temannnya yang satu ini.
" woi! Kalo pengen yah beli.. jangan malah ngeliatin motor orang.. hahaha "
Aleta yang mendengar kata Zeline langsung tersadar dari lamunan nya dan beraakhir dengan salting karena ia malu. Dasar.
" terserahlah, aku lapar cepat kita makan.. "
Aleta dan Zeline pun menyantap makanan mereka masing-masing kemudian kembali lagi kekelas untuk mata pelajaran selanjutnya.
~~~~~
" pak ucup ngga ada!! Tapi kita di kasih tugas! Dikumpul besok!! "kata .... Sang ketua kelas. Aleta sangat senang. Sungguh. Tetapi ia tidak sesenang Zeline.
" Anak itu¸ lihatlah dia saking senangnya sampai lompat-lompat kegirangan.. " kata Aleta dalam hati.
Aleta gabut. Ia sedang malas mengerjakan tugasnya. Terlalu muak melihat semua angka itu. Ia pun mengeluarkan ponselnya. Seperti biasa, hanya ada beberapa pesan saja yang ada di ponselnya. Walaupun ia terkenal, tetapi jarang ada yang ingin mengirimkan pesan kepadanya. Katanya mereka malu.
Aleta bingung. Sedari tadi, ia hanya membuka instagram, home, line, home lagi, youtube, dan home lagi. Itupun dilakukannya terus-menerus. Teringat bunga mawar pink tadi, Aleta mencari di google tentang bunga itu.
Bunga Mawar Pink ( Light Pink)
Sebagai mawar favorit pilihan ke tiga, mawar merah muda ini memiliki warna yang menggemaskan, sangat menggoda dan membuat siapa pun yang menerimanya tersipu malu. Mawar pink melambangkan penghargaan, kebahagiaan, kekaguman, kelembutan, kasih sayang dan ucapan terima kasih sebagai seorang sahabat yang dekat.
Nah, bila mendapat kiriman mawar pink dari si dia, artinya si dia memiliki perasaan yang masih sebatas kagum, belum menjadi perasaan cinta mendalam. Namun jangan kecewa, ini bisa saja menjadi tanda bahwa memang si dia menyukai dan mulai mengagumi atur strategi cintanya.
Aleta terdiam. Apakah mungkin?
" yasudahlah.. aku pun tak mengerti juga..." " batin Aleta tak peduli
Tak lama kemudian, bel pulang pun berbunyi. Semua siswa keluar dari kelas. Mereka pada sibuk berencana ingin pergi jalan-jalan. Berbeda dengan Aleta dan Zeline, mereka berdua ingin menikmati waktu istirahat mereka di rumah masing-masing.
Aleta dan Zeline pun jalan ke stasiun tayo. Kalian tahu apa yang dimaksud dengan tayo bukan? Yup,mereka berdua memanggil busway dengan sebutan tayo. Sudah lupa umur. Tak lama kemudian tayo pun datang dan mereka pulang ke rumah masing-,masing.
Busway pun berhenti di depan gang rumah Aleta. Tidak mungkin busway sebesar itu untuk masuk ke dalam gang rumahnya. Hal itu membuat aleta harus berjalan beberapa meter menuju rumah nya. Saat dijalan, Aleta melihat seseorang membuang sampah permen sembarangan. Aleta tidak suka itu. Ia pun memungut sampah itu dann melemparkannya ke hadapan laki-laki itu.
" hei, buanglah sampah mu di tong sampah. Jangan di jalan. Apa kau tidak melihat sudah berapa banyak tong sampah disini? Tinggal buang ke sana susah sekali.. " omel Aleta kepadanya.
Si lelaki itu yang awalnya membelakangi Aleta langsung memutar badannya menghadap Aleta dan mulai mendekatinya. Aleta terpaku. Otaknya menyuruhnya untuk berlari atau memukul si lelaki atau apalah yang penting menghindar. Namun, badannya tidak bisa dikompromi. Hingga akhirnya Aleta bisa mendengarkan suara nafas lelaki itu yang sangat teratur.
" kau. Akan kubuang sampah ini. Kalau bisa sekalian dengan mu aku buang. "
Aleta tersadar. Ia melihat sampahnya sudah tidak di tangannya lagi. Melainkan di tangan si lelaki dan ia membuangnya kemudian pergi meninggalkan Aleta.
" ganteng sih ganteng.. tapi suka buang sampah smbarangan... ntar gue lagi yang dibuang " pikirnya dalam hati.
Setelahnya, Aleta pun melanjutkan perjalanannya kerumah.
~~~~~
HALOOOO!! WELCOME YAH DI FIRST STORYY AKU (✿◠‿◠)
SEMOGA KALIAN SUKA YAH SAMA CERITANYAAAA
JANGAN LUPA TEKAN BINTANGNYA
ITUNG-ITUNG NAMBAH PAHALA (❤ ω ❤)
SEKIAN DARI AKUU
ANNYEONG HUMAN (ˉ▽ ̄~)
_acha in your area
YOU ARE READING
Run Away
Teen Fiction"Aleta Quenby Elvina" yang di kenal dengan perempuan berjiwa pemimpin dan baik hati bertemu dengan "Cakra Arya Pratama", laki-laki yang memiliki sifat dingin dan cuek. Aleta ingin membawa lari Cakra pergi ke tempat yang begitu indah dimana ia bisa m...
