"Mata lo dimana sih." Maki lala tepat didepan hadapan laki-laki yang menabraknya, lala kesal sudah dia yang menabraknya tetapi tidak meminta maaf.
"Woy, budek ya lo." Lala sewot dan mengejarnya dengan langkah kecil, langkah laki-laki itu sangat besar lala sampai mulai berlari-lari kecil
"Kenapa?" Tanya laki-laki itu seenaknya, laki-laki itu ternyata tidak merasa bersalah sedikit pun
"Pake nanya lagi, udah jelas lo tadi tuh nabrak gue."
Maki lala yang sudah mulai geram akan sikap laki-laki yang tak acuh itu, dasar laki-laki berhati batu! Batin lala.
"Yaudah lo aja gak kenapa-kenapa kan?"ucap laki-laki itu dengan seenak jidatnya, memang lala tidak apa-apa tapi lututnya cedera ada goresan luka walaupun sedikit, lala tak habis pikir dengan laki-laki yang sedang berhadapan dengannya bukannya meminta maaf ia malah bungkam, setelah ia bungkam laki-laki itu pergi meninggalkan lala seorang diri, lala tidak minta untuk ia bertanggung jawab atas perbuatannya tetapi setidaknya ia meminta maaf padanya, mengapa laki-laki selalu semenyebalkan itu.
