Dunia sebelum kau hadir dalam kehidupanku adalah sebuah montone layaknya deretan piano yang memainkan nadanya yang begitu monotone.
Sebelum menjadi asing, diriku sampai hafal bau mentari yang sangat menyengat. Diriku sangat hafal bagaimana cahaya sinar bintang & bulan memancarkan cahayanya.
Hingga semuanya mulai terwakilkan ketika tanganmu menjabat erat tanganku. Senyum manis bibirmu mulai mekar seperti bunga mawar dan kau berikan senyum manismu itu sambil menatap tajam, matamu yang sayu itu mulai menatapku.
Aku tenggelam didalam tatapanmu.
Tentang hangat pelukmu yang berubah menjadi dingin.
Tentang malam-malam panjang yang memenjarakan diri kita.
Tentang segalanya sempat aku miliki dan ditakdirkan tidak akan bisa menyatu kembali.
Izinkan aku kembali menceritakan kembali kenangan-kenangan kecil saat senyummu larut dimataku.
Masa saat dirimu berbincang hangat ditemani secangkir teh.
Sekedar menyuarakan opini bahwa hidup pernah sebahagia & sesedih itu; dan dirimu akan menjadi salah satu bagian dongeng di masa yang akan datang.
YOU ARE READING
Nelangsat
Short StorySungguh hebat cinta pada diri manusia, semua aspek yang terdapat dalam cinta tersebut hanya sebagai pemanis diawal saja. Sisanya hanya menimbulkan keburukan-keburukan sebagai pembelajaran hidup yang tidak disangka.
