PROLOG

0 0 0
                                        

Terlihat seorang gadis yang masih tertidur pulas, wajahnya terlihat sangat lelah seperti sedang dibebani banyak masalah sambil memeluk sebuah guling yg selalu menemani tidur nya.
Hoaammm.... Suara yang keluar dari mulut kecil gadis itu, ternyata dia sudah bangun dari alam mimpinya.

"Sudah jam berapa ini? " tanya nya pada dirinya sendiri.

Sambil mengumpulkan semua energi dan kekuatan nya, tangan nya mulai meraba-raba meja kecil yang ada disamping tempat tidurnya mencari sosok benda yang selalu membangunkannya apa lagi kalau bukan sebuah jam.Gadis itu terus mencari sosok benda tersebut, kesana kemari dan alhasil gadis itu tidak juga menemukannya. Dia langsung duduk diatas tempat tidur, melihat meja nya dan tidak menemukannya juga.Lalu dia beranjak dari tempat tidur,memutuskan untuk mengambil handphone nya yang diletakkan diatas meja rias. Baru hendak melangkah dia seperti menginjak sesuatu yang tidak asing lagi baginya, lalu dia mengambilnya dan ternyata itu adalah jam yang dia cari. Saat menemukan jam itu dia langsung melihat sekeliling kamarnya dan apa yang dia temukan,sebuah ruangan yg tidak ada bedanya dengan sebuah gudang, ruangan yang sangat berantakan atau bahkan dapat dikatakan seperti kapal pecah.
Tiba-tiba lututnya terasa lemas,  membuat gadis itu terduduk lemah,air mata sudah tak terbendung lagi dan jatuh dengan seenaknya saja,bibirnya mulai bergetar ia kembali mengingat kejadian semalam.

Flashback

Semua benda yang berbahan kaca atau tidak sudah berserakan dilantai, dentuman demi dentuman terdengar ditelinga seorang gadis.Dia baru saja pulang dari sekolah untuk mengisi semua formulir pendaftaran peserta didik baru.
Dia langsung memasuki rumah besar itu, hal yang pertama dia lihat adalah sosok seorang perempuan paruh baya yang sedang terduduk dilantai diiringi isak tangisnya, yang membuat gadis itu ikut menangis dan segera berlari kepelukan sang ibu.

"I..ibu a.. apa yang se.. sedang terjadi"tanya gadis itu diiringi isakan tangis.

Sosok perempuan yang dipanggilnya ibu itu, mendongak melihat gadis kecilnya sedang menangis, ia kemudian menangkup wajah putri nya dan dengan suara yang gemetar "maafkan" belum sempat bicara seorang lelaki yang terlihat kacau langsung memotong pembicaraannya.

"kamu tau apa yang sudah ibu kamu lakukan" tanya sang ayah,ia lelaki tersebut adalah ayah nya.
"Ibu kamu sudah menghianati ayah" lanjutnya lagi.Gadis itu menutup mulutnya seakan tak percaya apa yng telah dikatakan ayahnya.

"apa betul, yang ayah katakan bu"tanya nya kepada ibunya, yang hanya dibalas sebuah anggukan kecil dari ibunya. Gadis itu kembali menangis terisak."kenapa bu, kenapa apa masih kurang harta yang sudah kita punya"tanyanya lagi.

"Bu.. Bukan seperti itu sayang,i..ibu khilaf,semua ini ibu lakukan juga demi kebaikan kamu"pembelaan ibunya.
"Kebaikan apa, kebaikan apa maksudmu. Apa kebaikan yang kamu maksud itu adalah mengajarkan anak mu untuk seperti kamu, sebagai seorang pelacur apa itu kebaikannya haa"marah ayahnya dengan suara yang sangat kuat.

Gadis itu kembali menangis, tidak menyangka ayah nya akan mengatakan seperti itu kepada ibunya.
"Bukan,bukan itu yang saya maksud. Asal kamu tau putri ku,dulu waktu ibu mengandung 3 bulan disitu kita belum mempunyai apa-apa. Ayah mu belum mendapat pekerjaan,kita masih miskin tidak seperti sekarang ini. Dan pada saat ayahmu menyuruh ibu untuk menggugurkan kandungan ibu dengan alasan tidak mempunyai uang untuk biaya persalinan mu nanti, disitu ibu tertekan karena ibu tidak mau menggugurkan mu ibu pergi dari rumah mencari pekerjaan,supaya kandungan ibu tidak jadi digugurkan, dan apa yang ibu dapat ibu bertemu dengan seorang yang kaya raya, dia masih muda dan dia mau membantu ibu.Tetapi kami membuat perjanjian jika kau lahir sebagai seorang perempuan, maka kamu akan dijadikan sebagai istri atau tidak ibu yang akan menjadi pelacur pribadinya. Dan ibu memilih pilihan kedua sebagai pelacur pribadinya. Ibu mau masa depan kamu itu cerah, tidak seperti ibu itu alasan ibu mengapa ibu menghianati ayahmu.

Gadis itu kembali terisak, lalu ayah nya pergi beranjak dari rumah itu dengan begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun.

Flash on

Gadis itu kemudian bangkit dan menghapus air matanya. Dan kemudian melihat jam yang menunjukkan pukul 05.30,dia langsung pergi kekamar mandi karena hari ini adalah hari pertama ia memasuki yang namanya SMA.

30 menit dihabiskannya hanya untuk mandi doang, emang dia kalo mandi suka lama.Kemudian dia memakai seragamnya dan dia mengucir rambutnya seperti ekor kuda yang menambah kesan tersendiri baginya. Dia berdiri didepan cermin sambil menguatkan dirinya sendiri.
"kamu bisa,kamu pasti bisa"

Hay readers aku, bagaimana cerita nya sorry ya kalau gaje. Soalnya aku buatnya juga karena buatnya juga karena gabut hehe.

Monmaap juga y kalau typo nya banyak, kalau kalian suka jangan lupa untuk vote and comment nya y. Karena vote itu gratis, loppyu 💕.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 12, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

STELLAStories to obsess over. Discover now